• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Luhut Tawarkan Investasi Hijau di Papua Kepada 24 Perusahaan

Luhut Tawarkan Investasi Hijau di Papua Kepada 24 Perusahaan

Februari 28, 2020
Pemuda GKI di Tanah Papua Harus Siap Hadapi Perubahan Zaman

Pemuda GKI di Tanah Papua Harus Siap Hadapi Perubahan Zaman

Juli 13, 2026
Indonesia dan Irak Perkuat Kerja Sama Transformasi Digital

Indonesia dan Irak Perkuat Kerja Sama Transformasi Digital

Juli 13, 2026
ADVERTISEMENT
Komisi III DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah Minta Polri, Kejagung, dan TNI Solid

Komisi III DPR Kawal Kasus Febrie Adriansyah Minta Polri, Kejagung, dan TNI Solid

Juli 13, 2026
BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Diwarnai Cerah Cenderung Berawan

BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Diwarnai Cerah Cenderung Berawan

Juli 13, 2026
Polri Ungkap Pencurian Perangkat BTS XLSmart, Empat Tersangka Ditangkap

Polri Ungkap Pencurian Perangkat BTS XLSmart, Empat Tersangka Ditangkap

Juli 13, 2026
MenPPPA Sebut Gerakan Ruang Aman Anak Perkuat Sinergi Perlindungan Anak Nasional

MenPPPA Sebut Gerakan Ruang Aman Anak Perkuat Sinergi Perlindungan Anak Nasional

Juli 13, 2026
Mendagri Tito Minta Pemda dan Dekranasda Aktif Gali Potensi Kerajinan Lokal

Mendagri Tito Minta Pemda dan Dekranasda Aktif Gali Potensi Kerajinan Lokal

Juli 12, 2026
Pemeriksaan HIV Bayi di Papua Barat Terhambat, Komite III DPD RI Desak Kemenkes Bertindak

Pemeriksaan HIV Bayi di Papua Barat Terhambat, Komite III DPD RI Desak Kemenkes Bertindak

Juli 12, 2026
Menkop Temui Keluarga Bung Hatta, Komitmen Lanjutkan Perjuangan Kembangkan Koperasi Nasional

Menkop Temui Keluarga Bung Hatta, Komitmen Lanjutkan Perjuangan Kembangkan Koperasi Nasional

Juli 12, 2026
Kawasan Pasifik berada di Tengah Ketegangan Geopolitik

Kawasan Pasifik berada di Tengah Ketegangan Geopolitik

Juli 12, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Juli 13, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Luhut Tawarkan Investasi Hijau di Papua Kepada 24 Perusahaan

[Ekonomi]

Februari 28, 2020
in Ekonomi
0
0
SHARES
97
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Luhut Panjaitan menawarkan investasi hijau di Papua ke 24 perusahaan.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan telah menawarkan program investasi hijau di Papua kepada 24 perusahaan dalam pertemuan tingkat tinggi investasi hijau di Sorong, Papua pada Kamis (27/02/20).

Luhut menuturkan investasi hijau bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan di Papua. Dengan demikian, Papua tetap menjadi ‘gudang karbon’ dunia. Selain itu, ia meyakini investasi hijau dapat mendorong perekonomian rakyat lantaran dampaknya ekonominya dapat langsung dinikmati rakyat kecil pengelola kebun.

“Jadi dengan investasi hijau, masyarakat akan memulai kegiatan ekonomi. Perekonomian alam tumbuh dan orang bisa mendapatkan manfaat sosial darinya,” imbuhnya.

Namun demikian, pemerintah belum dapat memprediksi kontribusi investasi hijau pada pertumbuhan ekonomi Papua. Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Papua tercatat minus 15,72 persen sepanjang 2019. Penyebabnya penurunan produksi PT Freeport Indonesia akibat peralihan tambang terbuka (open pit) kepada tambang bawah tanah (underground).

ADVERTISEMENT

Pemerintah memberikan kesempatan selama satu bulan kepada 24 perusahaan yang hadir untuk membuat proposal usulan investasi hijau di Papua. Dalam proposal itu, perusahaan diminta mendetailkan bentuk investasi serta komoditas yang disasar. Pemerintah juga akan mempersiapkan insentif bagi investasi hijau tersebut.

“Kami sedang hitung berapa angkanya (insentif). Nanti kami satu bulan lagi ada pertemuan di Jakarta,” tuturnya.

Direktur Program Yayasan Inisiatif Dagang Hijau Zakki Hakim menuturkan investasi yang dibutuhkan investasi hijau sebesar US$200 juta setara Rp2,8 triliun (mengacu kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Investasi tersebut akan memberikan dampak ekonomi langsung kepada 60 ribu keluarga di Papua dan Papua Barat. Dalam hal ini, Yayasan Inisiatif Dagang Hijau bertindak sebagai mitra pemerintah.

“US$200 juta itu untuk pemberdayaan petani, penguatan lembaga, koperasi, dan UMKM, peningkatan kapasitas petani, pelatihan budidaya pertanian, dan akses kepada input yang lebih baik, misalnya bibit,” paparnya, Kamis (27/02/20).

Namun demikian, kontribusi nyata investasi hijau kepada perekonomian Papua baru bisa optimal dalam 10 tahun mendatang. Pasalnya, dibutuhkan penyesuaian dan pengembangan bertahap untuk program tersebut.

Untuk diketahui, investasi hijau merupakan konsep investasi ramah lingkungan yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Zakki menuturkan investasi hijau diharapkan dapat menjadi alternatif penghasilan rakyat usai moratorium lahan sawit. Maklum saja, sebagian masyarakat Papua masih menggantungkan hidupnya pada kelapa sawit. Mulanya, investasi hijau akan memprioritaskan komoditas kakao, kopi, rumput laut, dan pala.

Ia menuturkan sumber dana investasi diperoleh dari skema pendanaan blended finance, yang menggabungkan antara dana hibah dengan investasi dari perusahaan. Pemerintah dalam hal ini juga dapat memberikan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) Papua.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memaparkan kontribusi sektor berkelanjutan baik dari pertanian, perikanan, dan perhutanan baru mencapai Rp8,32 triliun atau 10,46 persen kepada Produk Domestik Bruto (PDB) Papua Barat. Ia menuturkan potensi investasi hijau dapat dikembangkan lantaran baru 22,3 persen dari 2,7 juta lahan sektor berkelanjutan itu yang dimanfaatkan. Itu berarti, masih terdapat 2,09 juta lahan yang dapat digunakan untuk investasi hijau.

“Lahan potensial tersebut berada di luar lahan yang dipertahankan untuk kawasan lindung. Ini potensi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Papua dengan tetap jaga hutan dan lahan,” ucapnya.

Sumber

Komentar Facebook

Tags: EkonomiInvestasiLuhut Binsar PandjaitanPapua
ShareTweetSend

Related Posts

Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Juli 9, 2026
TNI – Polri Tegaskan Komitmen Menjadikan HAM sebagai Landasan Tugas Pengamanan di Papua

TNI – Polri Tegaskan Komitmen Menjadikan HAM sebagai Landasan Tugas Pengamanan di Papua

Juli 8, 2026
Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Juni 23, 2026

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Juni 11, 2026

DEN Menghadap Presiden Prabowo, Bahas Isu Ekonomi Nasional

Juni 10, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?