
Batam, satukanindonesia.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan tiga langkah strategis yang harus ditempuh pemerintah daerah dalam menghadapi kebijakan pengalihan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2026 yang nilainya mencapai Rp693 triliun.
“Setidaknya ada tiga langkah yang perlu dilakukan daerah. Pertama, efisiensi belanja,” kata Tito saat Rapat Koordinasi Pemerintahan se-Sumatera di Batam, dilansir dari laman inilah.com, Minggu (21/9/2025).
Ia mengingatkan kepala daerah untuk benar-benar mengawasi penggunaan anggaran, terutama bagi bupati dan wali kota yang baru menjabat. Menurut Tito, pengalaman minim bisa membuat mereka lengah dalam situasi fiskal yang berubah. “Belanja pegawai memang tidak bisa dikorupsi karena harus dibayar. Tapi belanja operasional bisa saja di-mark up, makanya harus dipelototi,” ujarnya.
Sebagai contoh, ia menyebut Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, yang berhasil memangkas anggaran perjalanan dinas dan rapat. Dana efisiensi tersebut kemudian dialihkan untuk membangun bendungan dan irigasi yang mengairi delapan ribu hektare sawah, langsung dirasakan manfaatnya oleh petani.
Langkah kedua, lanjut Tito, adalah menggali potensi pendapatan tanpa membebani masyarakat kecil, seperti mendorong UMKM dan sektor swasta. Ia mencontohkan DIY yang tetap tumbuh positif saat pandemi COVID-19 meski tidak memiliki sumber daya alam besar, berkat keberpihakan Sri Sultan pada UMKM.
“UMKM itu sektor riil, berbeda dengan saham yang bisa berpindah-pindah. Pemerintah daerah perlu mendengarkan apa yang dibutuhkan UMKM, memberi insentif, mempermudah perizinan, memperkenalkan akses KUR, sampai menyediakan lokasi usaha,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan BUMD sebagai sumber pendapatan tambahan daerah.
Sementara langkah ketiga adalah menangkap peluang dari program-program pusat yang nilainya Rp1.376 triliun, seperti program Makan Bergizi Gratis, revitalisasi sekolah, kesehatan, lumbung pangan, pembangunan jembatan, perumahan, hingga kampung nelayan. “Semua program itu harus direbut oleh daerah,” tegas Tito.(***)













