
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Peristiwa meninggalnya kapten kapal nelayan Calvin 02, Sugeng usai ditembak oleh kapal patroli tentara Papua Nugini pada Senin (22/8) harus didalami pemerintah.
Pengusutan ini penting agar pemerintah bisa mengambil langkah tepat dan cermat terkait upaya penyelesaiannya, terutama jaminan bagi WNI yang menjadi korban penembakan.
“Ini harus diklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi. Saya sudah koordinasi dengan Kemlu yang juga sedang mendalami peristiwa ini,” tegas Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/8).
Politisi Golkar ini menuturkan, sejauh ini Kemlu sudah memanggil KUAI Kedubes Papua New Guinea (PNG) untuk meminta klarifikasi. Jika ternyata terjadi tindakan berlebihan, maka Indonesia bisa mengambil langkah penegakan hukum yang sesuai.
“Kami dukung langkah responsif Kemlu untuk memastikan pelindungan WNI kita,” kata Christina.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari kapal nelayan Calvin 02 memasuki wilayah perairan Papua Nugini dan melakukan penangkapan ikan.
“Cuma sekarang kita perlu dalami apakah langkah penembakan yang dilakukan memang sudah sesuai protap atau ini sebenarnya berlebihan (excesive use of force) untuk sebuah langkah pengamanan perairan oleh pihak Papua Nugini? Ini harus kita pertegas,” pungkasnya.(*)

![Delegasi Indonesia Walk Out, PM Israel Netanyahu : Terima Kasih JAKARTA, satukanindonesia.com – Delegasi Indonesia dan banyak negara lainnya melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS) saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato, Kamis (24/09/2026) waktu setempat. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap Netanyahu atas tindakan Israel, di Palestina dan kawasan Timur Tengah. Tampak dalam video yang dibagikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York (PTRI New York), delegasi Indonesia yang duduk bersebelahan dengan delegasi Iran beranjak meninggalkan kursi, yang berada di baris keenam dari atas. Delegasi negara lain juga melakukan hal serupa. Alhasil, ruang sidang tersebut tampak kosong melompong. “Mohon kembali ke ruangan. Saya minta, mohon kembali ke lapangan. Saya minta, mohon kembali ke lapangan. Terima kasih,”imbau pemandu acara. Netanyahu tampak tenang menyaksikan aksi walk out tersebut, dengan pandangan yang lumayan sinis. Dia menyebut, rombongan walk out tersebut sebagai pengecut. “Ketua, sebelum memulai pidato, saya ingin menyampaikan pengumuman singkat. Jika masih ada pengecut bermoral lainnya yang belum meninggalkan aula ini, silakan keluar. Terima kasih,”tegas Netanyahu. [***/GRW]](https://www.satukanindonesia.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260925-WA0018-75x75.jpg)











