• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Nelayan Indonesia Ditembak Tentara Papua Nugini, Komisi I: Usut Tuntas!

Nelayan Indonesia Ditembak Tentara Papua Nugini, Komisi I: Usut Tuntas!

Agustus 25, 2022
Delegasi Indonesia Walk Out, PM Israel Netanyahu : Terima Kasih   JAKARTA, satukanindonesia.com – Delegasi Indonesia dan banyak negara lainnya melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS) saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato, Kamis (24/09/2026) waktu setempat.   Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap Netanyahu atas tindakan Israel, di Palestina dan kawasan Timur Tengah.    Tampak dalam video yang dibagikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York (PTRI New York), delegasi Indonesia yang duduk bersebelahan dengan delegasi Iran beranjak meninggalkan kursi, yang berada di baris keenam dari atas.    Delegasi negara lain juga melakukan hal serupa. Alhasil, ruang sidang tersebut tampak kosong melompong.   “Mohon kembali ke ruangan. Saya minta, mohon kembali ke lapangan. Saya minta, mohon kembali ke lapangan. Terima kasih,”imbau pemandu acara.   Netanyahu tampak tenang menyaksikan aksi walk out tersebut, dengan pandangan yang lumayan sinis. Dia menyebut, rombongan walk out tersebut sebagai pengecut.    “Ketua, sebelum memulai pidato, saya ingin menyampaikan pengumuman singkat. Jika masih ada pengecut bermoral lainnya yang belum meninggalkan aula ini, silakan keluar. Terima kasih,”tegas Netanyahu. [***/GRW]

Delegasi Indonesia Walk Out, PM Israel Netanyahu : Terima Kasih JAKARTA, satukanindonesia.com – Delegasi Indonesia dan banyak negara lainnya melakukan aksi walk out atau meninggalkan ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS) saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato, Kamis (24/09/2026) waktu setempat. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap Netanyahu atas tindakan Israel, di Palestina dan kawasan Timur Tengah. Tampak dalam video yang dibagikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York (PTRI New York), delegasi Indonesia yang duduk bersebelahan dengan delegasi Iran beranjak meninggalkan kursi, yang berada di baris keenam dari atas. Delegasi negara lain juga melakukan hal serupa. Alhasil, ruang sidang tersebut tampak kosong melompong. “Mohon kembali ke ruangan. Saya minta, mohon kembali ke lapangan. Saya minta, mohon kembali ke lapangan. Terima kasih,”imbau pemandu acara. Netanyahu tampak tenang menyaksikan aksi walk out tersebut, dengan pandangan yang lumayan sinis. Dia menyebut, rombongan walk out tersebut sebagai pengecut. “Ketua, sebelum memulai pidato, saya ingin menyampaikan pengumuman singkat. Jika masih ada pengecut bermoral lainnya yang belum meninggalkan aula ini, silakan keluar. Terima kasih,”tegas Netanyahu. [***/GRW]

September 25, 2026
Warga Sipil Terus Menanggung Akibat dari Konflik di Papua Barat

Warga Sipil Terus Menanggung Akibat dari Konflik di Papua Barat

September 25, 2026
ADVERTISEMENT
Wawali Harris Bobihoe Borong Produk UMKM Hasil Tangan Terampil Emak- Emak

Wawali Harris Bobihoe Borong Produk UMKM Hasil Tangan Terampil Emak- Emak

September 25, 2026
Dukung Natal Lintas Profesi 2026, Pemkot Bekasi Siapkan Gedung Kapasitas hingga 5.000 Orang

Dukung Natal Lintas Profesi 2026, Pemkot Bekasi Siapkan Gedung Kapasitas hingga 5.000 Orang

September 25, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Polri Siagakan 3.852 Personel untuk Pengamanan

FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Polri Siagakan 3.852 Personel untuk Pengamanan

September 25, 2026
Menkomdigi Dorong Investasi Microsoft Perkuat Kapasitas Teknologi Nasional

Menkomdigi Dorong Investasi Microsoft Perkuat Kapasitas Teknologi Nasional

September 25, 2026
Berapa hari lagi Kodam Baru di Papua Tengah Segera Diresmikan

Berapa hari lagi Kodam Baru di Papua Tengah Segera Diresmikan

September 25, 2026
TNI AL Temukan 14 Korban KM Virgo Transport 8 di Hari Ke-12

TNI AL Temukan 14 Korban KM Virgo Transport 8 di Hari Ke-12

September 25, 2026
Jaga Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

Jaga Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

September 25, 2026
Jaga Stabilitas Kawasan, Ketua MPR RI Bertemu Ketua CPPCC di Beijing

Jaga Stabilitas Kawasan, Ketua MPR RI Bertemu Ketua CPPCC di Beijing

September 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, September 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukum

Nelayan Indonesia Ditembak Tentara Papua Nugini, Komisi I: Usut Tuntas!

[Hukum]

Agustus 25, 2022
in Hukum, News
0
0
SHARES
99
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani. Foto: Oji/Man

Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Peristiwa meninggalnya kapten kapal nelayan Calvin 02, Sugeng usai ditembak oleh kapal patroli tentara Papua Nugini pada Senin (22/8) harus didalami pemerintah.

Pengusutan ini penting agar pemerintah bisa mengambil langkah tepat dan cermat terkait upaya penyelesaiannya, terutama jaminan bagi WNI yang menjadi korban penembakan.

ADVERTISEMENT

“Ini harus diklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi. Saya sudah koordinasi dengan Kemlu yang juga sedang mendalami peristiwa ini,” tegas Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/8).

Politisi Golkar ini menuturkan, sejauh ini Kemlu sudah memanggil KUAI Kedubes Papua New Guinea (PNG) untuk meminta klarifikasi. Jika ternyata terjadi tindakan berlebihan, maka Indonesia bisa mengambil langkah penegakan hukum yang sesuai.

“Kami dukung langkah responsif Kemlu untuk memastikan pelindungan WNI kita,” kata Christina.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari kapal nelayan Calvin 02 memasuki wilayah perairan Papua Nugini dan melakukan penangkapan ikan.

“Cuma sekarang kita perlu dalami apakah langkah penembakan yang dilakukan memang sudah sesuai protap atau ini sebenarnya berlebihan (excesive use of force) untuk sebuah langkah pengamanan perairan oleh pihak Papua Nugini? Ini harus kita pertegas,” pungkasnya.(*)

Komentar Facebook

Tags: Anggota Komisi I DPRChristina AryaniKomisi IKUAI Kedubes Papua New Guinea (PNG)
ShareTweetSend

Related Posts

Dave Laksono Pastikan Pembahasan RUU Ketahanan Siber Libatkan Partisipasi Publik

Dave Laksono Pastikan Pembahasan RUU Ketahanan Siber Libatkan Partisipasi Publik

Juli 5, 2026
Indonesia – Jerman Bahas Perluasan Penempatan PMI di Luar Sektor Kesehatan

Indonesia – Jerman Bahas Perluasan Penempatan PMI di Luar Sektor Kesehatan

Juni 19, 2026
Mau Tau Peluang Kerja Ke Jepang, Begini Penjelasan Wamen P2MI Christina Aryani

Mau Tau Peluang Kerja Ke Jepang, Begini Penjelasan Wamen P2MI Christina Aryani

April 1, 2026

Legislator PKB Dukung Pembatasan Akses Medsos bagi Anak di Bawah Umur

Agustus 10, 2025

September 20, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?