• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

November 27, 2025
KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok, Pengamat Nilai Kejahatan Ekonomi Terorganisir

KPK Usut Dugaan Korupsi Cukai Rokok, Pengamat Nilai Kejahatan Ekonomi Terorganisir

April 12, 2026
OTT KPK di Jatim, 16 Orang Diamankan Salah Satunya Bupati Tulungagung

OTT KPK di Jatim, 16 Orang Diamankan Salah Satunya Bupati Tulungagung

April 12, 2026
ADVERTISEMENT
KY Dorong Kelengkapan Berkas 295 Pendaftar Hakim Agung dan Ad Hoc

KY Dorong Kelengkapan Berkas 295 Pendaftar Hakim Agung dan Ad Hoc

April 12, 2026
Polisi Ungkap Kronologi Pemerasan Ahmad Sahroni oleh Anggota KPK Gadungan

Polisi Ungkap Kronologi Pemerasan Ahmad Sahroni oleh Anggota KPK Gadungan

April 12, 2026
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief Minta Pemerintah Kontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief Minta Pemerintah Kontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah

April 12, 2026
Aksi Sigap Prajurit TNI AL Tangani Karhutla di Wilayah Perbatasan

Aksi Sigap Prajurit TNI AL Tangani Karhutla di Wilayah Perbatasan

April 12, 2026
Wali Kota Bekasi dan Mendikdasmen Dukung Penuh AYIMUN 2026, Dorong Generasi Muda Tampil Positif di Kancah Global

Wali Kota Bekasi dan Mendikdasmen Dukung Penuh AYIMUN 2026, Dorong Generasi Muda Tampil Positif di Kancah Global

April 12, 2026
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono Tegaskan Presiden Prabowo Konsisten Dorong Kesejahteraan dan Perkuat Peran Indonesia

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono Tegaskan Presiden Prabowo Konsisten Dorong Kesejahteraan dan Perkuat Peran Indonesia

April 11, 2026
Wali Kota Bekasi Sambut Kunjungan Wamendagri, Bahas Kebijakan WFH: Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

Wali Kota Bekasi Sambut Kunjungan Wamendagri, Bahas Kebijakan WFH: Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

April 11, 2026
Gunakan Sepeda ke Kantor, Walikota Bekasi Pantau WFH dan Dorong Efisiensi Energi

Gunakan Sepeda ke Kantor, Walikota Bekasi Pantau WFH dan Dorong Efisiensi Energi

April 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, April 13, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

[Daerah]

November 27, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
234
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat, Ferry Auparay, menilai implementasi Undang -Undang Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua, baik UU Nomor 21 Tahun 2001 maupun perubahannya UU Nomor 2 Tahun 2021, telah gagal menjawab tuntutan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Pasalnya, Otsus yang telah berjalan puluhan tahun (2001-2025) seharusnya sudah mencapai posisi produktif, namun kenyataannya belum menunjukkan keberhasilan dalam mengangkat harkat dan martabat OAP.

“Usai ini seharusnya sudah berada pada posisi produktif, sebagaimana seorang anak manusia. Namun dalam implementasi belum menjawab tuntutan kesejahteraan bagi orang asli Papua,”katanya, Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan, Otsus sejauh ini hanyalah “kemasan” yang tidak sesuai dengan harapan dan janji pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Tokoh politik asli Papua ini juga menyoroti, potret pembangunan di Papua yang timpang. Sambung, kata Auparaya implementasi hanya berfokus pada penambahan infrastruktur mewah seperti jalan dan gedung-gedung, sementara mengabaikan sentuhan pembangunan yang esensial bagi manusia Papua.

Pembangunan yang Terabaikan: Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan, penurunan angka gizi buruk, peningkatan SDM, dan harapan hidup.

Fakta di Lapangan, provinsi-provinsi di Papua (Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan) masih tergolong sebagai wilayah dengan IPM dan angka harapan hidup terendah, serta provinsi termiskin di Indonesia.

“Otsus ini hanya kemasan, namun isinya tidak sesuai dengan harapan dan janji pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat Papua,”tegas Anggota DPR Papua Barat tersebut.

Selanjutnya, ia juga menyoroti, permasalahan dalam program- program afirmasi yang menjadi salah satu pilar Otsus. Ia menyebutkan bahwa program-program tersebut kerap dikuasai oleh anak-anak pejabat, para elit, dan titipan “orang dalam” yang bahkan berasal dari luar Papua.

“Rakyat jelata harus gunakan kekerasan, palang, ribut, berkelahi baru diperhatikan. Kalau tidak, pasti tersingkir dan tidak berdaya. Ini fakta riil, implementasi Otsus,”ungkapnya.

Pengusaha asli Papua ini meminta, pemerintah harus mencari format baru untuk menunaikan janji Otsus. Kebijakan negara, termasuk alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan, harus betul-betul menyentuh sasaran, bukan hanya terlihat di atas kertas.

Menurut Ferry Auparay, ada dua alasan krusial mengapa Otsus masih dianggap gagal, yaitu di level regulasi dan implementasi.

Regulasi Otsus belum mengatur secara spesifik tugas, wewenang, dan tata kelola pemerintahan khusus di Papua. Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, seperti pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), masih menyamakan Papua dengan wilayah lain, padahal Papua memiliki status khusus dalam proyek percepatan pembangunan.

Kebijakan Otsus harus tepat sasaran kepada Orang Asli Papua (OAP) melalui skema pemberdayaan, perlindungan, dan keberpihakan. Harus ada skema yang terukur dan akuntabel untuk memastikan Otsus meningkatkan kesejahteraan OAP.

Oleh sebab itu, Ia menyarankan, pemerintah segera melakukan pendataan OAP melalui data kependudukan valid (Dukcapil) agar program-program Otsus benar-benar tepat sasaran. Selain itu, ia mendesak agar prioritas afirmasi untuk OAP dalam rekrutmen ASN, TNI/Polri, dan sekolah kedinasan lain tidak diabaikan.

Terakhir, ia mengajak seluruh instrumen pengambil kebijakan di Papua—Eksekutif, Legislatif, MRP, dan BP3OKP—untuk duduk bersama mencari solusi terpadu agar percepatan pembangunan Papua dalam kerangka Otsus dapat berhasil. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: DPR Papua BaratFerry Auparayorang asli Papua (OAP)Undang -Undang Otonomi Khusus
ShareTweetSend

Related Posts

Cegah Kebocoran Subsidi BBM, Hiswana Migas Dukung ‘Sidak Lintas Sektor’ di SPBU

Cegah Kebocoran Subsidi BBM, Hiswana Migas Dukung ‘Sidak Lintas Sektor’ di SPBU

Februari 19, 2026
Legislator Ferry Auparay Tanggapi LKPJ Tahun 2024 Pemprov Papua Barat

Legislator Ferry Auparay Tanggapi LKPJ Tahun 2024 Pemprov Papua Barat

Juli 17, 2025
Dalami Dokumen LKPJ Gubernur, DPR Papua Barat Bentuk Pansus

Dalami Dokumen LKPJ Gubernur, DPR Papua Barat Bentuk Pansus

Juli 15, 2025

Orang Papua Harus Diperlakukan Setara dan Tidak Menderita

Juli 7, 2025

Apresiasi Program Kopdes Merah Putih, Ketua HNSI Papua Barat Ingatkan Pemerintah

Juli 7, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?