• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
PPP Sebut 36.862 Suara di Dapil Jawa Barat Pindah ke Partai Garuda

Partai NasDem Tuding Ada Suara Pindah ke Golkar di Dapil Jabar 1

April 30, 2024
Ketum Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi 27 Agustus 2026

Ketum Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi 27 Agustus 2026

Agustus 26, 2026
Rekam Demo KNPB di Papua, WNA Rusia Diamankan Imigrasi Indonesia

Rekam Demo KNPB di Papua, WNA Rusia Diamankan Imigrasi Indonesia

Agustus 26, 2026
ADVERTISEMENT
DPD RI Segera Evaluasi Keppres 17 Tahun 2022 dan Inpres 2 Tahun 2023

DPD RI Segera Evaluasi Keppres 17 Tahun 2022 dan Inpres 2 Tahun 2023

Agustus 26, 2026
KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 Papua Barat Daya Segera Dibahas

KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 Papua Barat Daya Segera Dibahas

Agustus 26, 2026
Akademisi: Pengangkatan Guru PPPK sebagai Wujud Demokrasi yang Bekerja

Akademisi: Pengangkatan Guru PPPK sebagai Wujud Demokrasi yang Bekerja

Agustus 26, 2026
Menjelang Muktamar NU, Diduga Tebar Fitnah dan Hina Ulama, Gus Liur Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Menjelang Muktamar NU, Diduga Tebar Fitnah dan Hina Ulama, Gus Liur Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Agustus 26, 2026
Kemdiktisaintek Hormati Proses Hukum KPK Terkait Penangkapan Rektor UNSOED

Kemdiktisaintek Hormati Proses Hukum KPK Terkait Penangkapan Rektor UNSOED

Agustus 26, 2026
​TNI AL Kerahkan KRI Teluk PARIGI-539 Angkut Bantuan Logistik Bencana Gempa Bumi NTT ke Maumere

​TNI AL Kerahkan KRI Teluk PARIGI-539 Angkut Bantuan Logistik Bencana Gempa Bumi NTT ke Maumere

Agustus 26, 2026
Dukung Penanggulangan Bencana Alam, TNI AL Melalui KRI Semarang-594 Siap Salurkan 150 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT

Dukung Penanggulangan Bencana Alam, TNI AL Melalui KRI Semarang-594 Siap Salurkan 150 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT

Agustus 26, 2026
KRI dr. Soeharso-990 jadi Rumah Sakit Darurat Korban Bencana NTT, Rawat Pasien Hingga Suplai Oksigen

KRI dr. Soeharso-990 jadi Rumah Sakit Darurat Korban Bencana NTT, Rawat Pasien Hingga Suplai Oksigen

Agustus 26, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Partai NasDem Tuding Ada Suara Pindah ke Golkar di Dapil Jabar 1

[Politik]

April 30, 2024
in News, Politik
0
0
SHARES
34
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Partai Nasdem mengklaim telah terjadi perpindahan suara dari partainya ke Partai Golkar di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat I.

Kuasa hukum Partai Nasdem Husni Thamrin menyampaikan perpindahan suara itu berpengaruh pada perolehan kursi partai di Dapil Jawa Barat I.

“Persandingan perolehan suara pemohon Partai NasDem untuk pengisian keanggotaan DPR RI Jawa Barat I. Partai  Golkar perolehan suara menurut termohon 366.052 menurut pemohon 365.570 selisih 472. NasDem, menurut termohon 121.629 menurut pemohon 122.123 selisih 494,” kata Husni dalam persidangan di Panel I Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, sebagaimana dilansir detik.com, Selasa (30/4/2024).

Husni mengatakan ada pengurangan terhadap suara NasDem. Dia menyebut suara yang berkurang dari NasDem itu masuk ke perolehan suara Golkar.

ADVERTISEMENT

“Bahwa menurut pemohon, selisih perolehan suara di atas disebabkan adanya; satu, terdapat perselisihan hasil perolehan suara Partai NasDem di dapil Jabar I untuk pemilihan anggota DPR RI di mana terdapat pengurangan suara NasDem sebesar 494 dan penambahan Partai Golkar sebesar 472,” ujarnya.

Dia menyebut terjadi penggelembungan suara di Dapil I Jawa Barat untuk Partai Golkar. Menurutnya, praktik penggelembungan suara itu terjadi saat tahap rekapituasi pada tingkat kecamatan di wilayah Kota Bandung.

“Bahwa terdapat selisih suara Partai NasDem di daerah pemilihan Jabar I dikarenakan penggelembungan atau penambahan suara Partai Golkar dan penurunan suara Partai NasDem yang terjadi pada rapat pleno rekapituasi hasil Pemilu 2024 pada tingkat kecamatan di beberapa PPK dalam wilayah Kota Bandung,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Jawa Barat. Namun, hasil pemeriksaan cepat Bawaslu Jabar itu tak ditindaklanjuti oleh KPU Jabar dengan alasan tak ada waktu.

“Akan tetapi putusan Bawaslu tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPU Provinsi Jabar pada rapat pleno penghitungan suara dan penetapan hasil Pemilu 2024 tingkat Provinsi Jawa Barat dengan alasan tidak ada lagi waktu untuk menindaklanjuti atau melaksanakan putusan tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya lalu kembali melapor saat rapat pleno penghitungan suara dan penetapan hasil Pemilu 2024 tingkat nasional oleh KPU RI pada 19 Maret 2024. Dia menyebut Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, saat itu juga telah menyadari adanya dugaan kelalaian di dapil I Jabar sehingga meminta NasDem membawa perkara itu ke MK.

“Akan tetapi dikarenakan akan berakhirnya perhitungan perolehan suara dan penetapan hasil Pemilu 2024 tingkat nasional oleh KPU RI tanggal 20 Maret 2024, maka KPU RI dan Bawaslu RI menyepakati agar NasDem membawa persoalan tersebut ke MK RI dikarenakan tidak cukup lagi waktu untuk ditindaklanjuti oleh KPU RI. Dalam rapat pleno tersebut, saudara Hasyim Asy’ari selaku ketua KPU RI sekaligus sebagai pimpinan rapat menyatakan KPU RI menyadari dalam perkara tersebut memang telah terjadi kelalaian yang dilakukan oleh KPU Kota Bandung sebagaimana yang telah tersebut dalam putusan pemeriksaan cepat Bawaslu Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Dia mengatakan KPU Jawa Barat menyatakan terdapat pengurangan suara NasDem di 60 TPS. Namun, KPU Jawa Barat tak bisa mengoreksi dan melaksanakan putusan pemeriksaan cepat Bawaslu Jawa Barat terkait hal tersebut lantaran keterbatasan waktu.

“Dan KPU Provinsi Jawa Barat telah menindaklanjuti putusan pemeriksaan cepat Bawaslu tersebut dengan mencermati sebanyak 60 TPS dengan hasil telah terjadi pengurangan suara Partai NasDem sebanyak 463 suara. Akan tetapi karena waktu yang tidak memungkinkan bagi KPU RI untuk mengkoreksi dan melaksanakan putusan Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut, maka apabila ada keberatan silakan dituliskan saja dalam berita kejadian khusus sebagai bahan untuk ke MK,” ujarnya.

Husni mengatakan jika KPU Jawa Barat melaksanakan putusan pemeriksaan cepat Bawaslu Jawa Barat terkait aduan tersebut, maka suara NasDem akan bertambah 494 suara. Sementara itu, suara untuk Golkar akan berkurang sebanyak 472 suara.

“Bahwa apabila putusan pemeriksaan cepat Bawaslu Provinsi Jawa Barat tersebut ditindaklanjuti oleh KPU Provinsi Jawa Barat atau KPU RI maka perolehan suara Partai Golkar akan mengalami pengurangan sebanyak 472 sedangkan suara Partai NasDem akan bertambah sebanyak 494,” kata Husni.

“Berdasarkan lampiran putusan pemeriksaan cepat, Bawaslu Provinsi Jawa Barar tersebut, hasil pemeriksaan terhadap data laporan selisih, C hasil dan D hasil kecamatan, DPR RI Partai Golkar dapil I untuk wilayah Kota Bandung tersebut maka telah terjadi penggelembungan suara Partai Golkar dari C hasil salinan ke D hasil kecamatan di 105 dalam wilayah Kota Bandung sebanyak 472 suara,” imbuhnya.

Dia meminta hakim MK mengubah perhitungan hasil Pemilu legislatif DPR dapil I Jawa Barat untuk partainya dan Golkar. Dia menyebut perubahan data itu adalah perolehan NasDem sebanyak 122.123 suara dan Golkar sebanyak 365.570 suara.

“Maka dihasilkan perolehan suara yang benar untuk pemilihan anggota DPR Dapil Jawa Barat I untuk Partai NasDem adalah 122.123, Partai Golkar sebanyak 365.570,” ujarnya. (***)

 

Komentar Facebook

Tags: Dapil Jabar 1Partai NasdemPileg DPR
ShareTweetSend

Related Posts

Gantikan Sahroni, Rusdi Masse Resmi jadi Wakil Ketua Komisi III DPR

Gantikan Sahroni, Rusdi Masse Resmi jadi Wakil Ketua Komisi III DPR

September 4, 2025
Partai NasDem Nonaktifan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

Partai NasDem Nonaktifan Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

Agustus 31, 2025
Ahmad Sahroni Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR

Ahmad Sahroni Dicopot dari Jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR

Agustus 29, 2025

Pemerintah Didesak Tempati Ibu Kota Nusantara

Juli 19, 2025

Diduga Tak Punya Izin, Kepala dan Wakil Kepala BP Batam Hentikan Aktivitas Cat and Fill PT. Bintan Jaya Husada

April 10, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?