
Papua, SatukanIndonesia.Com – Warga Pendatang (non orang asli Papua -Non OAP) ) di Papua Pegunungan Kembali berduka. Kali ini dua warga sipil Non OAP ditemukan tewas secara mengenaskan di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Minggu (30/4/2023) siang.
Kabar mengenai tewasnya dua warga sipil di Kabupaten Yahukimo beredar luas di Media Sosial.
Ketika Media SatukanIndonesia mengonfirmasi tentang kebenaran persitiwa tersebut kepada Kapolres Yahukimo, AKBP Arif Kristanto, ia membenarkan kejadian kejahatan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo tersebut.
“Ya, benar”, kata AKBP Arif Kristanto untuk menjawab pertanyaan media ini saat dihubungi melalui telepon selularnya, Senin, (1/5/2023).
Sebagaimana yang beredar di media Sosial dan telah dimuat oleh berbagai media elektronik, peristiwa pembunuhan terjadi pada hari Minggu 30 April 2023 Pukul 10.00 WIT, bertempat di Jalan Kantor Statistik Paradiso , Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan.
Adapun fakta-fakta terkait dengan peristiwa pembunungan orang tak dikenal (OTK) ini terdiri dari dua orang, yang pertama: Nama : YONATAN ARRUAN (MD), Tempat Tanggal Lahir: Toraja 19 Desember 1977. Jenis kelamin : Laki – Laki, Agama : Kristen Protestan, Suku : Toraja, Pekerjaan : Wirawasta (WNI), Status perkawinan: telah kawin, Alamat : Dekai, tercatat berdomisili di Jalan kantor Statistik Distrik Dekai Kabupaten yahukimo. Adapun kondisi korban saat ditemukan dengan kondisi luka Potong pada bagian tubuh: tangan sebelah kiri dan Kanan, pipi bagian kanan dan kiri, -batang tulang tengah Hidung, luka sobek di Atas muka bagian Dahi.

Sedangkan korban kedua yaitu: Nama : Asri Obet (MD), Tempat Tanggal Lahir : Toraja, 22 Juli 1968, jenis kelamin : Laki – Laki, Agama : Kristen protestan, Suku : Toraja ( sulawesi), Pekerjaan Wiraswasta, Status : kawin, Alamat : Dekai, diketahui berdomisili terakhir di Jalan Statistik distrik Dekai Kab. Yahukimo. Adapun bentuk luka yang mengakibatkan Asri Obet meninggal dunia saat jasadnya ditemukan terdiri dari luka potong di pipi bagian Kanan tembus telinga dan leher, luka potong pada Kepala Bagian Belakang dan tangan kanan.
Kapolda Irjend Mathius Fakhiri menyebut keduanya ditemukan oleh warga di rumah milik korban Yonatan Arruan.
Yonatan Arruan ditemukan di bagian belakang rumah miliknya, sedangkan korban Asri Obet ditemukan di bagian kebun belakang rumah, dan keduanya telah terbujur tak bernyawa dalam keadaan bersimbah darah,” ujar Irjend Mathius Fakhiri di Jayapura, Minggu sebagaimana dilansir dari Tribun Papua.Com.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim penyidik saat melakukan penyelidikan ditempat Kejadian perkara, kedua korban tersebut tinggal sendirian di rumah TKP dan dan menjaga kios milik salah satu koban An.YONATAN ARRUAN, yang berada di jalan Statistik Dekai Yahukimo.
Lebih lanjut penyidik menguraikan, pelaku pembunuhan di perkiraan lebih dari dua orang OTK datang ke kios untuk belanja, kemudian koban hanya membuka pintu dan OTK masuk dengan alasan belanja Langsung menyerang korban pertama dalam Kios, dan menyerang lagi korban kedua yang posisinya berada juga dalam kios milik korban.
Kapolres Yahukimo AKBP Arief Kristanto mengungkapkan, kedua korban saat ini telah brada di RSUD terdekat untuk dilakukan visum oleh tim medis.
“Saat ini kami belum menemukan saksi-saksi yang mengetahui kejadian penganiayaan tersebut,” kata AKBP Arief.
Namun, lanjut Arief, saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan beberapa bukti berupa satu pasang sendal jepit warna biru yang sebelah kirinya terdapat bercak darah, satu buah katapel, satu botol air mineral isi 600 ml dan satu bungkus kue kemasan.
Guna melakukan tindak lebih lanjut, dua mayat korban pembunuhan OTK tersebut telah di semayamkan oleh keluarga besar suku Toraja di kompleks PT PJPR jalan Poros Logpon KM 3, guna proses pengiriman ke kampung halamannya di Toraja, Sulawesi Selatan. (MTS/Lambardo/Redaksi).













