• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Penyelesaian Konflik di Tanah Papua Butuh Dialog Kemanusiaan

Penyelesaian Konflik di Tanah Papua Butuh Dialog Kemanusiaan

Oktober 1, 2025
Lantik Pengurus Karang Taruna 2026–2031, Wali Kota Minta Sinergi dan Pemberdayaan Pemuda

Lantik Pengurus Karang Taruna 2026–2031, Wali Kota Minta Sinergi dan Pemberdayaan Pemuda

Oktober 31, 2026
Perketat Izin Tambang, Bahlil Jadikan Reklamasi Syarat Operasi

Perketat Izin Tambang, Bahlil Jadikan Reklamasi Syarat Operasi

Oktober 31, 2026
ADVERTISEMENT
Wali Kota Bekasi Buka Career Expo 2026, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Perusahaan Perluas Lapangan Kerja.

Wali Kota Bekasi Buka Career Expo 2026, Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Perusahaan Perluas Lapangan Kerja.

Oktober 31, 2026
Walkot Mississauga Kanada Lirik Kota Dekat Jakarta, Tri Adhianto: Bekasi Terbuka untuk Kerja Sama.

Walkot Mississauga Kanada Lirik Kota Dekat Jakarta, Tri Adhianto: Bekasi Terbuka untuk Kerja Sama.

Oktober 31, 2026
Respons Arahan Menko Polkam di Sorong, DPD RI : Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pengungsi Sipil

Respons Arahan Menko Polkam di Sorong, DPD RI : Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pengungsi Sipil

Oktober 31, 2026
Wantimpres Diminta Serius Bahas Persoalan Papua, Bogra : Pendekatan Keamanan Harus Dievaluasi

Wantimpres Diminta Serius Bahas Persoalan Papua, Bogra : Pendekatan Keamanan Harus Dievaluasi

Oktober 31, 2026
Pasca-OTT KPK, Kepala BNPB Pastikan Pelayanan Bencana Tetap Berjalan Optimal

Pasca-OTT KPK, Kepala BNPB Pastikan Pelayanan Bencana Tetap Berjalan Optimal

Oktober 31, 2026
Menkomdigi Sebut Keragaman Data Penting untuk Cegah Bias Kecerdasan Artifisial

Menkomdigi Sebut Keragaman Data Penting untuk Cegah Bias Kecerdasan Artifisial

Oktober 31, 2026
Singapura Perkuat Integrasi dan Kemitraan ASEAN, Termasuk dengan Indonesia

Singapura Perkuat Integrasi dan Kemitraan ASEAN, Termasuk dengan Indonesia

Oktober 31, 2026
Pimpinan DPRD Batam Hadiri Anugerah Investasi 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Iklim Usaha

Pimpinan DPRD Batam Hadiri Anugerah Investasi 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Iklim Usaha

Oktober 31, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Oktober 31, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Penyelesaian Konflik di Tanah Papua Butuh Dialog Kemanusiaan

[Daerah]

Oktober 1, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
67
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Perwakilan Papua kembali menegaskan bahwa konflik di Tanah Papua tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keamanan ataupun pendekatan pembangunan. Komnas HAM Papua menilai konflik itu hanya bisa diselesaikan melalui dialog kemanusiaan.

Demikian dinyatakan Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey di Nabire pada Senin (29/09/2025) usai menjadi narasumber Rapat Dengar Pendapat Umum pimpinan DPR Papua Tengah dan Panitia Khusus Kemanusiaan DPR Papua Tengah yang berlangsung di Aula RRI Nabire, Papua Tengah.

Ramandey menyatakan, dialog kemanusiaan itu harus melibatkan pihak korban, keluarga korban, TNI dan Polri, kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB, serta pemerintah.

“Kalau kami Komnas HAM Papua dorong dialog kemanusiaan. Dan kami terus akan dorong seri kedua. Kami berharap dukungan dari para pemangku kepentingan semuanya,”ujar Ramandey.

Dijelaskannya, bahwa sebenarnya ada upaya komunikasi antara Komnas HAM Papua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk membahas pendekatan dialog kemanusiaan sebagai solusi konflik Papua.

Ramandey menyatakan, komunikasi itu dilakukan karena ULMWP merupakan sayap politik gerakan kemerdekaan Papua yang bisa diajak berdialog.

“Kami merumuskan langkah yang disebut ‘jeda kemanusiaan’, karena jeda kemanusiaan itu memungkinkan para pihak itu duduk bersama dan berdialog. Komnas HAM sudah mendatangi mereka, kelompok-kelompok pro [kemerdekaan] Papua,”katanya.

Menurut Ramandey, kelompok bersenjata di Tanah Papua terbagi dalam empat klaster. Klaster pertama dipimpin Hans Richard Yoweni, merupakan organisasi kelompok bersenjata yang tertua.

Klaster kedua dipimpin Goliat Tabuni, merupakan struktur organisasi TPNPB hasil konsolidasi kelompok itu. Klaster ketiga dipimpin Demianus Yogi, sempalan kelompok Tadius Yogi. Klaster keempat dipimpin Ferinando Warabai.

“Tentu mereka punya banyak [kelompok di bawahnya]. Mereka punya banyak Komando Daerah Pertahanan atau Kodap. Sekarang sudah ada 38 Kodap TPNPB di seluruh Tanah Papua,”ujar Ramandey.

Ramandey mengingatkan, Otonomi Khusus (Otsus) Papua sudah dijalankan selama hampir 25 tahun, namun konflik bersenjata di Tanah Papua terus berlanjut. Pada era Otsus Papua, pemerintah sudah membuat puluhan Daerah Otonom Baru.

Akan tetapi, berbagai upaya itu gagal menghentikan konflik bersenjata di Tanah Papua, dan konflik bersenjata itu terus menghambat pembangunan dan pelayanan publik di Papua.

Bagi Ramandey, kegagalan Otsus Papua untuk menghentikan konflik bersenjata di Tanah Papua terjadi karena pemerintah tidak pernah menyelesaikan akar masalah konflik itu.

Lebih jauh dia mengemukakan, akar masalah konflik itu adalah akumulasi ketidakpuasan orang Papua terhadap masalah politik, sosial dan ekonomi.

“Ini bukan soal konflik agraria atau konflik pendidikan, tapi ini konflik laten yang beririsan dengan ideologi. Konflik yang beririsan dengan ideologi tidak bisa diselesaikan dengan pembangunan, apalagi diselesaikan dengan peluru. Untuk menyelesaikan konflik laten, caranya dialog sebagai konsensus untuk merumuskan cara penanganan konflik,”ujarnya

Ramandey mengapresiasi, penyelenggaraan Rapat Dengar Pendapat Umum pimpinan DPR Papua Tengah dan Panitia Khusus Kemanusiaan DPR Papua Tengah sebagai langkah awal membangun dialog kemanusiaan itu.

“Forum diskusi seperti ini adalah forum yang strategis karena forum ini bagian dari metode advokasi. Forum ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelesaian konflik seperti TNI dan Polri, pemerintah daerah, gereja, lembaga swadaya masyarakat. Jadi forum ini adalah bagian dari advokasi upaya penyelesaian konflik,”ujar Ramandey.

Ketua Panitia Khusus Kemanusiaan DPR Papua Tengah, Yohanes Kemong menyatakan, selama ini pemerintah pusat terus mendesak untuk melakukan percepatan pembangunan di Tanah Papua.

Namun, Kemong menilai, berbagai kegiatan pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat pun tidak berjalan dengan baik, karena konflik bersenjata terus terjadi di Tanah Papua.

Menurut Kemong, sekalipun nantinya pemerintah pusat menghabiskan uang triliunan rupiah untuk membangun infrastruktur di Tanah Papua, ia tidak yakin konflik bersenjata itu akan berhenti. Kemong juga menegaskan, hingga saat ini rakyat Papua masih menderita karena terdampak konflik bersenjata itu.

“Kita harus jeli melihat penderitaan rakyat. Mungkin orang lihat di media biasa saja. Tapi kalau kita lihat di lapangan, itu sangat menyedihkan. Masyarakat tidak bebas dalam beraktivitas, mau berkebun saja susah,”kata Kemong.

Untuk itu, Kemong menyatakan, DPR Papua Tengah akan memberikan perhatian secara khusus terkait penanganan konflik dan pengungsi di Papua Tengah. Menurutnya, Panitia Khusus Kemanusiaan DPR Papua Tengah dibentuk sebagai upaya advokasi penyelesaian konflik, sehingga masyarakat Papua Tengah hidup aman dan damai. [/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dialog KemanusiaanDPR Papua TengahFrits RamandeyKomnas HAM Perwakilan Papua
ShareTweetSend

Related Posts

Hentikan kekerasan di Tanah Papua, PGI Desak Dialog Kemanusiaan

Hentikan kekerasan di Tanah Papua, PGI Desak Dialog Kemanusiaan

September 13, 2026
Penanganan Kasus Penembakan Mahasiswa Papua Diadukan ke Komnas HAM

Penanganan Kasus Penembakan Mahasiswa Papua Diadukan ke Komnas HAM

Juni 27, 2026
Pemerintah Diminta Bentuk Tim Investigasi Intan Jaya

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Investigasi Intan Jaya

Oktober 31, 2025

Mahasiswa Papua Serahkan Aspirasi ke Komnas HAM RI

September 2, 2025

Komisi I DPR Kecam Serangan KKB ke Kepala Komnas HAM, Minta TNI-Polri Tindak Tegas

April 29, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?