
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-92, Partai Indonesia Damai gelar Deklarasi Nasional sekaligus peringatan setahun lahirnya PID di Golden Leaf Kelapa Gading, Rabu (28/10/2020) kemarin.
Dengan tetap patuh pada protokol Covid-19, Acara Deklarasi Nasional PID diikuti seluruh Kader partai dari seluruh Indonesia, baik itu diwakili langsung oleh perwakilan dari berbagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun secara Virtual.
Dalam sambutan politiknya, Ketua Umum PID Apri Hananto Sukandar mengingatkan kepada seluruh Kader PID untuk terus menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda dan memastikan kemajuan NKRI dengan persatuan para pemuda bangsa dari Merauke hingga Sabang dan dari Miangas hingga Rote.
“Agar setiap kader Partai Indonesia Damai menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda dan pastikan kemajuan NKRI” tandas Apri dalam keterangan tertulis yang diterima SatukanIndonesia.com, Rabu (28/10/2020).
Lebih lanjut, Apri yang pernah memimpin fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS) di DPR RI tahun 2004-2009 itu juga mengingatkan seluruh Kader PID untuk mendukung dan turut berpartisipasi dalam pembangunan menyangkut hajat hidup orang banyak dengan pembangunan infrastruktur yang telah dan sedang dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Pembangunan yang dimaksud salah satunya adalah ketahanan pangan nasional melalui program food estate di Kalteng, Merauke dan Papua serta diperluas ke daerah lain sehingga Indonesia berdaulat di bidang pangan.
Radikalisme, Korupsi dan UU Cipta Kerja.
Apri juga menyinggung berbagai isu nasional yang hangat saat ini seperti masalah radikalisme, korupsi dan UU Cipta Kerja.
“Kita harus menolak Radikalisme yang bertujuan mengganti Pancasila. Radikalisme dalam 14 tahun belakangan telah merasuk ke Institusi Pemerintahan, lembaga masyarakat termasuk pendidikan, karena itu seluruh jajaran PID dan sayap-sayapnya harus siap untuk menangkal radikalisme ini” tegas Apri.
Hal yang disampaikan Apri ini sejalan dengan komitmen PID untuk mendukung pemerintahan yang sah, tegaknya Pancasila sebagai Ideologi Negara yang berlandaskan UUD 1945 dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
PID juga memandang Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang dapat membawa bencana terhadap perekonomian nasional dan kehidupan berbangsa bernegara.
“Perlunya integrasi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa, baik legislatif, ekesekutif dan judikatif. Unsur Akademisi, Praktisi dan NGO perlu disertakan sebagai lembaga kontrol sosial” tutur Ketua Umum PID.
Ketum PID juga menyoroti aset-aset hasil korupsi di luar negeri, untuk itu perlu kerjasama internasional yang harus ditingkatkan termasuk untuk mengembalikan hasil-hasil korupsi yang disembunyikan di negeri asing.
Menyikapi pro-kontra UU Cipta Kerja, Ketum PID memandang pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja merupakan langkah untuk menciptakan lapangan dan iklim kerja yang lebih baik serta peningkatan investasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional dalam masa pandemi covid-19 saat ini.
Partisipasi Sayap Partai wujudkan Usaha Milik Kaum Milenial
Apri juga menggaris bawahi lahirnya PID untuk mengisi kekosongan partisipasi umat kristiani dalam dunia perpolitikan Indonesia.
Apri mencatat bahwa kehadiran Millenial Indonesia Damai (MIDI), Perempuan Indonesia Damai (PIDI), Gerakan Masyarakat Indonesia Damai (GMID), dan Pengusaha Indonesia Damai (PENDI) sebagai sayap-sayap partai, yang semuanya sebagai wahana Konsolidasi dan kaderisasi kearah perwujudan Usaha Milik Kaum Milenial (UMKM)
Lebih lanjut Apri menyebutkan pengesahan beberapa Dewan Pengurus Wilayah PID yang akan segera disusul dengan Pelantikan DPW-DPW di Propinsi lain.
Untuk diketahui, saat ini PID telah merampungkan kepengurusan pada tingkat Propinsi atau Dewan Pimpinan Wilayah sebanyak 31 DPW. Diharapkan dalam beberapa waktu ke depan agar segera terbentuk DPW-DPW untuk propinsi yang tersisa.
Animo publik dalam menyambut kehadiran PID juga terlihat dari mulusnya pembentukan-pembentukan DPC-DPC oleh DPW yang bersangkutan. Dengan demikian, dalam waktu dekat kepengurusan di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan dapat terlaksanan.
“Hanya dengan kerja keras, PID akan lolos verifikasi untuk ikut berlaga dalam Pemilihan Legislatif 2024” demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PID Werdi Simanjuntak.(SI/Aj)













