
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona masih menyisakan kesedihan mendalam bagi para pencinta bola.
Sementara itu, sebagai bagian dari penyelidikan kematian bintang sepak bola yang dijuluki si Tangan Tuhan tersebut, pihak kepolisian di Argentina telah menggeledah properti dokter yang melakukan perawatan terhadap Diego Maradona.
Perintah penggeledahan tersebut dikabarkan diminta oleh jaksa penuntut di pinggiran kota San Isidro Buenos Aires dan ditandatangani oleh hakim setempat.
Melansir Independent, pihak berwenang diketahui telah menggeledah rumah dan klinik pribadi Leopoldo Luque, dokter yang merawat Diego Maradona.
Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona tutup usia karena serangan jantung pada hari Rabu, (25/11/2020) pada usia 60 tahun.
Kepergian Diego Maradona menimbulkan kesedihan diseluruh dunia, terlebih tanah kelahirannya Argentina, untuk salah seorang pemain terhebat sepanjang masa.
Sementara itu pengacara Diego Maradona, Matias Moria mengatakan bahwa dirinya akan meminta penyelidikan penuh atas keadaan kematian legenda sepak bola Argentina tersebut.
“Ambulans membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk tiba, hal tersebut merupakan kebodohan kriminal,” kata Matias Moria pada Kamis, 26 November 2020 dalam cuitannya di Twitter.
Putri Maradona juga dikabarkan ingin tahu obat apa yang diberi pada ayah mereka.
Bintang sepak bola Argentina itu menjalani operasi untuk menghilangkan gumpalan darah pada awal November 2020.
Sementara itu, pernyataan dari jaksa penuntut mengatakan bahwa penyelidikan dan pembuktian bukti dilanjutkan dengan pengambilan pernyataan dari orang-orang termasuk kerabat langsung Diego Maradona.
“Berdasarkan bukti yang dikumpulkan, dianggap perlu untuk meminta penggeledahan di rumah dan kantor dokter Leopoldo Luque,” kata Jaksa Penuntut.
Kendati demikian, kantor kejaksaan dikabarkan tidak memberi informasi tentang apa yang mendorong penyelidikan. (ms)













