
Bandung, SatukanIndonesia.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, pesawat Garuda Indonesia yang dipakai untuk mengevakuasi WNI awak Kapal Diamond Princess akan disterilisasi selama 3 hari.
Proses steriliasi tersebut akan dilakukan di Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.
“Jadi sesuai prosedur Kementerian Kesehatan, pesawat ini akan selama 3 hari stay di Kertajati dilakukan suatu observasi dan di disinfektan, supaya terbebas virus-virus,” kata Budi, seperti dilansir dari siaran langsung Kompas TV, Senin (2/3/2020) dini hari.
Pesawat Garuda tersebut tidak akan dioperasikan selama sterilisasi berlangsung. Setelah observasi, pesawat baru dapat digunakan kembali sebagaimana mestinya.
Menhub menyampaikan apresiasi kepada pilot dan kru pesawat Garuda Indonesia dalam misi kemanusiaan menjemput para WNI ini.
“Saya berkomunikasi dengan Kapten Jasman, saya mengapresiasi beliau tegar untuk menolong sesama, dan dia juga mengharapkan kita mendoakan mereka sehat-sehat,” ujar Menhub.

Evakuasi dari Jepang
Sebelumnya, sebanyak 69 WNI dari Kapal Diamond Princess, dievakuasi dari Jepang. Mereka dievakuasi untuk menjalani observasi di Pulau Sebaru Kecil.
Rombongan yang berangkat dari Bandara Haneda, Jepang, tiba di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020) pada pukul 23.30 WIB.
Setelah itu, para WNI tersebut menuju pelabuhan PLTU Indramayu. Dari pelabuhan itu mereka menyeberang dengan KRI Soeharso menuju lokasi observasi di Pulau Sebaru Kecil.
Adapun proses evakuasi WNI ini dilakukan berkaitan dengan virus corona yang telah menyebar di kapal pesiar tersebut.













