
SatukanIndonesia.com – Kadivhumas Polri Brigjen Muhammad Iqbal menyatakan tsunami yang melanda kawasan Selat Sunda, Sabtu (22/12/18) malam telah mengakibatkan empat daerah di Banten rusak parah. Empat lokasi itu juga menjadi lokasi terbanyak korban meninggal dan luka-luka yang telah ditemukan.
Berikut lokasi Lokasi hotel terdampak bencana:
- Hotel Mutiara Carita Cotage,
- Hotel Tanjung Lesung Panimbang,
- Kampung Sambolo Carita,
- Hotel Stevany Carita.
“Lokasi itu yang terdapat korban terbanyak,” katanya, Minggu (23/12).
Iqbal mengatakan pihak kepolisian belum bisa merinci jumlah korban hingga identitas korban meninggal dari empat lokasi terparah itu.
“Sampai saat ini masih dilaksanakan evakuasi dan identifikasi korban dari lokasi kejadian,” kata dia.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan telah mengirim ribuan personel polisi ke lokasi bencana tsunami untuk pemulihan daerah Lampung dan Banten. Dari ribuan personel yang dikerahkan, turut disertakan tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri.
Tim ini yang nantinya akan mengidentifikasi korban meninggal dari kejadian tsunami atau gelombang tinggi di Banten dan Lampung. “Dari DVI juga sudah gerak untuk identifikasi jenazah. Kalau ada yang berhasil diidentifikasi, langsung diserahkan ke keluarga korban,” kata dia.
Delapan Hotel Rusak Akibat Tsunami
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten menyatakan tsunami yang melanda kawasan Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam ikut berdampak kepada sektor pariwisata di kawasan Banten. Bencana tersebut kemungkinan akan membuat promosi pariwisata Banten agak sulit digenjot.
Ketua PHRI Achmad Sari Alam mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, bencana tersebut telah mengakibatkan beberapa tujuan wisata di kawasan Banten seperti; Tanjung Lesung, Pantai Carita dan Pantai Cinangka rusak.
“Ada laporan delapan hotel rusak karena bencana tersebut,” katanya dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (23/12/18).
Achmad mengatakan kerusakan tersebut kemungkinan akan berdampak pada kunjungan wisatawan pada perayaan malam Tahun Baru 2019. Sebelum tsunami terjadi, tingkat reservasi hotel ke kawasan wisata tersebut sudah mencapai 85 persen.
“Tapi karena kejadian semalam, kemungkinan besar akan ada pembatalan pesanan,” katanya.
Achmad berharap semua kerusakan tersebut bisa segera diatasi secepatnya. “Masih ada tujuh hari untuk memperbaikinya, kami akan bergotong royong dan berharap semua bisa diperbaiki sehingga tahun baru bisa dipulihkan,” katanya.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bencana Tsunami melanda kawasan Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam telah mengakibatkan 168 orang meninggal dunia dan 745 orang lainnya terluka. Tsunami juga telah mengakibatkan 558 rumah rusak. (*)













