• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Prabowo-Gibran Diharapkan Mengakhiri Konflik di Tanah Papua

Prabowo-Gibran Diharapkan Mengakhiri Konflik di Tanah Papua

Oktober 21, 2024
Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

April 17, 2026
Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

April 17, 2026
ADVERTISEMENT
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

April 17, 2026
Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

April 17, 2026
Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

April 17, 2026
Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

April 17, 2026
MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

April 17, 2026
KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Prabowo-Gibran Diharapkan Mengakhiri Konflik di Tanah Papua

[Daerah - Menuju Papua Bangkit dan Berkat Bagi Bangsa]

Oktober 21, 2024
in Daerah, Nasional, News, Politik
0
0
SHARES
309
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

BINTUNI, SATUKANINDONESIA.Com – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sisar Matiti mengungkapkan berbagai masalah hukum yang membelenggu Papua, mulai dari ketegangan sosialehingga persoalan hak tanah dan korupsi.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif YLBH Sisar Matiti, Yohanes Akwan, SH kepada wartawan, Senin (21/10/2024).

Menurutnya, beberapa masalah signifikan yang membelenggu Papua ini diungkapkan berdasarkan hasil riset YLBH Sisar Matiti, tetapi juga berbagai sumber lainnya termasuk hasil penelitian LIPI dan laporan Amnesty Internasional.

“Perlunya solusi komprehensif, untuk mengatasi persoalan ini dan mendorong perubahan,”ujar Akwan.

Beberapa masalah yang harus diatasi diantaranya.

Pertama, konflik sosial dan keamanan. Dimana, ketegangan antara penduduk asli Papua dan migran seringkali memicu kekerasan, memperburuk stabilitas sosial.

Aksi militer yang bertujuan meredam kelompok pro-kemerdekaan, seperti Organisasi Papua Merdeka (OPM), sering kali dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Amnesty International telah menyerukan agar pemerintah lebih mengutamakan dialog daripada kekerasan karena pendekatan represif justru memperparah ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara​

Laporan LIPI menegaskan bahwa pendekatan keamanan selama ini gagal menyelesaikan akar masalah di Papua, yang meliputi marjinalisasi, diskriminasi, dan ketimpangan pembangunan​.

Kedua, Hak atas Tanah dan Sumber Daya Alam (SDA). Dimana, pengelolaan SDA sering menimbulkan konflik antara perusahaan besar dan masyarakat adat Papua.

McGibbon (2004) dalam risetnya menyatakan bahwa meskipun Papua telah menerima dana otonomi khusus, masalah hak tanah tetap menjadi isu kritis karena kurangnya transparansi dan keterlibatan masyarakat adat dalam proses perizinan tambang dan perkebunan​.

Ketiga, ketimpangan akses keadilan. Dimana,
akses keadilan bagi masyarakat Papua masih terbatas karena keterbatasan sumber daya hukum dan minimnya tenaga ahli yang memahami konteks budaya lokal.

LIPI mencatat, bahwa banyak kasus terkait hak tanah dan HAM sulit diselesaikan secara adil karena hambatan biaya dan sistem hukum yang tidak inklusif​.

Keempat, korupsi dan tata kelola pemerintahan. Dimana, dana otonomi khusus (Otsus) yang seharusnya digunakan untuk pembangunan Papua kerap diselewengkan oleh oknum pejabat.

Menurut penelitian Padmi (2019), praktik korupsi ini memperburuk ketimpangan ekonomi dan memperlambat peningkatan kesejahteraan di wilayah tersebut. Hal ini juga memperburuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah​

Kelima, Pelanggaran HAM.
Dimana, pelanggaran HAM di Papua, termasuk kekerasan oleh aparat dan pembatasan kebebasan berekspresi, masih menjadi masalah serius.

Amnesty International dan Komnas HAM telah menekankan pentingnya penyelesaian kasus pelanggaran HAM melalui jalur hukum yang adil dan dialog damai​

Rekomendasi dan harapan, kata Akwan, untuk mencapai perdamaian di Papua, diperlukan reformasi dalam tata kelola pemerintahan dan penghormatan penuh terhadap hak-hak masyarakat adat.

Pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan dapat mengakhiri konflik dengan mengutamakan dialog dan solusi berbasis budaya.

“Langkah ini krusial, untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan di Tanah Papua,”tukasnya. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Akhir KonflikAkhiri Konflikkonflik papuaPrabowo-Gibrantanah Papua
ShareTweetSend

Related Posts

RSUD Manokwari Didorong sebagai Sentral Pelayanan Kesehatan di Papua Barat

RSUD Manokwari Didorong sebagai Sentral Pelayanan Kesehatan di Papua Barat

Maret 24, 2026
Kembali Nahkodai WAHLI Papua, Gerakan Lingkungan Siap Diperluas

Kembali Nahkodai WAHLI Papua, Gerakan Lingkungan Siap Diperluas

Maret 11, 2026
Dikepung Oligarki, Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua Terancam

Dikepung Oligarki, Ruang Hidup Masyarakat Adat Papua Terancam

Februari 28, 2026

Gelar Mubes XI, PP Teguhkan Komitmen Jaga Ideologi dan Dukung Pemerintah Prabowo-Gibran

Oktober 28, 2025

Pemerintah Indonesia Didesak Tuntaskan Pelanggaran HAM di Tanah Papua

September 24, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?