• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info

Presiden: Segera Antisipasi Perubahan Ekonomi Menuju Keseimbangan Baru

November 11, 2018
KPK RI Dorong Evaluasi 25 Tahun Otsus Papua

KPK RI Dorong Evaluasi 25 Tahun Otsus Papua

Juli 21, 2026
Dr. Filep Dilantik Jadi Rektor Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua

Dr. Filep Dilantik Jadi Rektor Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua

Juli 21, 2026
ADVERTISEMENT
Rapat Paripurna DPR Ke-26 Penutupan Masa Persidangan V

Rapat Paripurna DPR Ke-26 Penutupan Masa Persidangan V

Juli 21, 2026
Anggota DPR Sebut Program Sosial Tak Boleh Putus, Negara Harus Selalu Hadir

Anggota DPR Sebut Program Sosial Tak Boleh Putus, Negara Harus Selalu Hadir

Juli 21, 2026
STIH Manokwari Papua Barat Resmi Bertransformasi Menjadi Institut

STIH Manokwari Papua Barat Resmi Bertransformasi Menjadi Institut

Juli 21, 2026
Anggota Komisi XIII DPR: Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

Anggota Komisi XIII DPR: Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

Juli 21, 2026
Prakiraan BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Cerah, Kecuali Jaksel Berpotensi Hujan Hari Ini

Prakiraan BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Cerah, Kecuali Jaksel Berpotensi Hujan Hari Ini

Juli 21, 2026
Menkeu Purbaya Tambah Anggaran ASDP dan Pelni, Wakil Ketua DPR Kasih Dua Jempol

Menkeu Purbaya Tambah Anggaran ASDP dan Pelni, Wakil Ketua DPR Kasih Dua Jempol

Juli 21, 2026
Kemenpora Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Kemenpora Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Juli 21, 2026
Pemerintah Indonesia Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini

Pemerintah Indonesia Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini

Juli 21, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Presiden: Segera Antisipasi Perubahan Ekonomi Menuju Keseimbangan Baru

[Ekonomi]

November 11, 2018
in Ekonomi
0
0
SHARES
140
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Presiden Joko Widodo menekankan bahwa pemerintah harus segera mengantisipasi perubahan ekonomi yang kemungkinan menuju keseimbangan baru. Adapun, keseimbangan baru tersebut bukan dipicu karena kondisi internal, melainkan situasi di luar Indonesia.

Ia mencontohkan, beberapa kondisi yang bisa bikin perekonomian Indonesia bergerak ke keseimbangan baru yakni normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Dengan ancang-ancang kenaikan suku bunga acuan lebih dari tiga kali di tahun ini, tentu nilai tukar rupiah serta kondisi pasar modal akan bergerak ke ekulibrium baru tersebut.

Adapun, kenaikan suku bunga acuan berimbas ke permintaan imbal hasil instrumen investasi di Indonesia jadi lebih tinggi. Jika tidak diantisipasi, maka akan terjadi arus modal keluar dari Indonesia dan berujung pada pelemahan nilai tukar rupiah. Rupiah sendiri tercatat sudah terdepresiasi 3,52 persen sejak awal tahun.

“Kami perlu menyiapkan mitigasi ketidakpastian global ini dan akan antisipasi pergerakan menuju keseimbangan baru ekonomi global,” jelas Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (15/05/2018).

Meski begitu, Jokowi masih menilai bahwa dampak kondisi eksternal terhadap ekonomi Indonesia tidak separah negara lain, khususnya menyangkut depresiasi nilai tukar.

Dengan depresiasi sebesar 3,52 persen, posisi Indonesia setidaknya lebih baik ketimbang peso Filipina sebesar 3,72 persen, rupee India sebesar 4,76 persen, atau lira Turki sebesar 11,51 persen.

“Kebijakan normalisasi moneter di AS telah banyak mengakibatkan depresiasi mata uang negara-negara di dunia tidak terkecuali di Indonesia. Tapi alhamdulillah dibandingkan negara-negara yang lain Indonesia masih jauh lebih baik,” jelas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Kementerian Keuangan juga mengakui bahwa pasar obligasi sudah menunjukkan sinyal menuju keseimbangan baru. Hal ini ditunjukkan oleh permintaan investor Surat Berharga Negara (SBN) terhadap imbal hasil yang lebih tinggi lantaran meningkatnya imbal hasil surat utang AS.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Loto Srinaita Ginting menilai bahwa hal itu sebetulnya lumrah saja. Asal, penawaran yang masuk juga tinggi.

Pekan lalu, Kemenkeu tidak jadi memenangkan tawaran lelang tiga seri SBN dan dua seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) setelah imbal hasil yang ditawarkan investor dianggap tidak wajar. Adapun, imbal hasil tertinggi yang diinginkan investor sudah menembus 7,95 persen, padahal di lelang awal tahun ini, imbal hasil paling tinggi yang diinginkan investor hanya 7,19 persen.

Selain itu, penawaran di dalam lelang itu terbilang lemah. Pada lelang kemarin, penawaran yang masuk adalah Rp7,18 triliun, atau 42,24 persen dari targetnya. Padahal tadinya, di dalam lelang tersebut, Kemenkeu berharap menghimpun dana sebesar Rp17 triliun.

ADVERTISEMENT

Ini melanjutkan tren sepinya peminat lelang surat utang pemerintah beberapa waktu belakangan. Sebelumnya di tanggal 2 Mei silam, pemerintah hanya berhasil menarik pendanaan Rp5,53 triliun dari penerbitan enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang awalnya memiliki target indikatif Rp8 triliun.

Sementara itu, penawaran yang masuk dari lelang SBN tanggal 24 April 2018 silam terbilang Rp17,02 triliun, atau lebih tinggi sedikit dari target indikatifnya yakni Rp17 triliun. Padahal, di awal tahun, penawaran lelang yang masuk bisa mencapai 407 persen lebih tinggi dari target indikatifnya.

“Sebenarnya tidak masalah (yield SBN ke keseimbangan baru). Cuma kalau bid-nya lemah, nah itu yang harus hati-hati. Jangan sampai pemerintah dianggap bisa dipojokkan, sehingga jangan sampai mendapat incoming bid yang lemah. Kalau incoming bid-nya kuat, dan ternyata pasar menghendaki keseimbangan level yang baru, tidak ada masalah bagi pemerintah,” jelas Loto.

Komentar Facebook

Tags: EkonomiJoko WidodoNasionalSatukan Indonesia
ShareTweetSend

Related Posts

Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Tri Adhianto Dorong Lansia Aktif dan Bahagia Melalui Kriyaan Lansia Kota Bekasi 2026

Juli 9, 2026
Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Wali Kota Bekasi Apresiasi Keberhasilan Sensus Penduduk, Siap Lanjutkan Sensus Ekonomi

Juni 23, 2026
Golkar Nilai Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode Patahkan Isu Dua Matahari

Golkar Nilai Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode Patahkan Isu Dua Matahari

Juni 21, 2026

Pemkot Bekasi Tegaskan Kebijakan PPPK dan Belanja Pegawai Mengacu Regulasi Pemerintah Pusat

Juni 11, 2026

Tri Adhianto Ikut Senam Bersama dan UMKM Ramaikan Akhir Pekan di Kecamatan Bekasi Selatan

Mei 9, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?