
KOTA BEKASI, SATUKANINDONESIA.Com – Ditengah munculnya Pelaksana Tugas (Plt) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) versi PWI yang dipimpin Henry C. H. Bangun di Wilayah Bekasi Raya, PWI Bekasi Raya dibawah kepemimpinan Ade Muksin dan M. Lengkong menggelar rapat evaluasi loyalitas dan komitmen Anggotanya yang baru berusia sekitar 6 bulan.
Rapat evaluasi dipimpin Ade Muksin selaku Ketua bersama M. Lengkong sebagai Sekretaris yang dihadiri kurang lebih 33 orang dari total 55 orang angggota Angkatan 25, bertempat di Sekretariat PWI Bekasi Raya, Jalan Rawatembaga II, Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Ade Muksind dalam pembukaan rapat mengetengahkan, pihaknya melakukan kegiatan rapat evaluasi bertujuan untuk memperkuat soliditas dan profesionalisme organisasi serta evaluasi komitmen anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya yang diterima melalui Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan (OKK), angkatan 25 yang dilaksanakan di Bandung pada bulan Desember 2024 lalu, yang pada akhirnya menjadi salah satu catatan sejarah perjalanan kepemimpinannya hingga 2027 mendatang.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menegaskan bahwa evaluasi ini bukan hanya soal administrasi atau formalitas, tetapi bagian dari proses pembelajaran dan penguatan jati diri sebagai jurnalis yang berintegritas.
“Angkatan 25 adalah bagian dari wajah masa depan organisasi ini. Mereka harus tumbuh dengan nilai-nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat profesional. Rapat ini menjadi ruang dialog terbuka, agar semua bisa berkembang bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujar Ade Muksin dalam sambutannya.
Tinjauan Peran dan Disiplin Anggota Jadi Sorotan
Rapat yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini dihadiri mayoritas anggota Angkatan 25 dengan suasana tenang, damai dan dinamis, serta kritis, namun tetap dalam nuansa kekeluargaan.
Dalam rapat itu, Ade Muksin mengemukakan sejumlah poin krusial yang menjadi bahan evaluasi, di antaranya efektivitas keikutsertaan anggota dalam kegiatan organisasi, kedisiplinan terhadap agenda resmi, hingga kontribusi nyata dalam peliputan dan pengembangan kapasitas jurnalistik.
“Disiplin bukan soal hadir atau tidak, tapi soal tanggung jawab terhadap profesi dan etika berorganisasi. Kita ingin teman-teman bukan hanya menyandang nama PWI, tapi juga membawa nilai-nilai positif di lapangan,” lanjut Ade.
Ruang Saran dan Solusi
Ditempat yang sama Michael Lengkong, Sekretaris PWI Bekasi Raya juga menjelaskan,
Selain evaluasi internal, forum ini juga membuka ruang bagi anggota untuk menyampaikan saran, kritik, dan masukan. Beberapa anggota menyampaikan perlunya pelatihan jurnalistik lanjutan, peningkatan intensitas komunikasi antaranggota, dan penguatan sistem mentoring antara anggota senior dan junior.
“PWI harus menjadi rumah yang mendidik, bukan hanya wadah berkumpul. Maka, aspirasi-aspirasi dari rekan-rekan muda ini menjadi catatan penting bagi pengurus untuk ditindaklanjuti,” kata Michael Lengkong, Sekretaris PWI Bekasi Raya.
Langkah Menuju Organisasi yang Lebih Solid
Rapat evaluasi ini menjadi bagian dari program pembinaan internal yang terus digiatkan oleh PWI Bekasi Raya di bawah kepemimpinan Ade Muksin. Menurutnya, tantangan ke depan bagi wartawan bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam menjaga marwah profesi dan organisasi.
“Kalau kita ingin dihargai di luar, maka kita harus mulai dari dalam. Kita benahi struktur, kita rawat semangat kolektif, dan kita dorong semua anggota untuk terus belajar,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya rapat evaluasi ini, diharapkan Angkatan 25 dapat tampil lebih aktif, profesional, dan berdaya saing di tengah tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang. Rapat bukanlah akhir, tetapi awal dari langkah baru menuju organisasi yang lebih kuat, bersinergi, dan relevan dengan kebutuhan zaman. (Rlis/Bernard).













