
JAYAPURA, satukanindonesia.com – Seorang jurnalis Solomon Star termasuk salah satu dari enam perwakilan media muda dari Kepulauan Solomon mengikuti tur pertukaran media, ke Negeri Tirai Bambu, Tiongkok.
Para jurnalis muda dari negara Kepulauan Solomon tersebut, belum lama ini telah menyelesaikan program pertukaran media Tiongkok–Kepulauan Solomon selama sepekan.
Perjalanan tersebut dilaksanakan pada 16–22 November 2025. Demikian dikutip dari laman www.solomonstarnews.com, Sabtu (13/12/2025).
Perjalanan ini memberikan kesempatan kepada George Maelagi dan jurnalis lokal lainnya untuk menjelajahi kota-kota teknologi yang berkembang pesat, yakni Guangzhou dan Shenzhen, di provinsi Guangdong.
Program yang didukung oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui Kedutaan Besarnya di Honiara ini bertujuan memperkuat kerjasama serta memperdalam hubungan profesional antara lembaga media Tiongkok, dan Kepulauan Solomon.
Salah satu komponen utama dari tur ini adalah keterlibatan para peserta dengan dua organisasi media terkemuka di Tiongkok, yakni China Broadnet Media dan Shenzhen Press Group.
Di China Broadnet Media, delegasi mendapat kesempatan melihat langsung salah satu jaringan penyiaran dan telekomunikasi milik negara terbesar di Tiongkok.
Tim tersebut mengamati bagaimana Broadnet mengintegrasikan penyiaran digital, teknologi 5G, layanan komputasi awan (cloud), serta konvergensi media untuk menjangkau jutaan pemirsa di seluruh Tiongkok.
Kunjungan tersebut memberikan wawasan berharga mengenai upaya Tiongkok memodernisasi infrastruktur medianya, memperkuat penyampaian digital, dan memperluas jaringan komunikasi nasional.
Tur ini juga mencakup kunjungan mendalam ke Shenzhen Press Group, salah satu organisasi media paling berpengaruh di Tiongkok selatan.
Perwakilan Solomon Star mempelajari ruang redaksi multimedia grup tersebut, platform digital canggih, serta perannya dalam transformasi pesat Shenzhen menjadi pusat teknologi global.
Grup ini membagikan strategi mereka dalam jurnalisme digital, verifikasi konten, otomatisasi ruang redaksi, dan keterlibatan audiens praktik-praktik yang membentuk wajah media Asia modern.
Sebagian besar kegiatan berlangsung di Shenzhen, menyoroti perjalanan luar biasa kota ini dari sebuah desa nelayan kecil pada 1978 menjadi salah satu pusat teknologi dan inovasi terkemuka di dunia dengan populasi lebih dari 18 juta jiwa.
Dikenal sebagai “New York-nya Tiongkok”, Shenzhen menjadi contoh nyata pertumbuhan ekonomi dan teknologi Tiongkok yang pesat, serta menjadi rumah bagi perusahaan global seperti Huawei, Tencent, dan BYD.
Selain pertukaran media, para jurnalis juga mengunjungi Taman Industri Ekonomi Daur Ulang Fushan, lokasi wisata berperingkat AAA pertama di Tiongkok yang didedikasikan untuk pengelolaan limbah padat.
Taman ini mampu mengolah 12.600 ton sampah domestik per hari dan dilengkapi sistem pengolahan limbah tercanggih di Tiongkok yang dirancang berdasarkan prinsip ekonomi sirkular.
Sementara itu, Fasilitas Pengolahan Limbah Menjadi Energi Guangzhou memproses 3,1 juta ton limbah rumah tangga setiap tahun dan menghasilkan lebih dari 1,2 miliar kWh listrik cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 420.000 orang selama satu tahun.
Meski menangani volume limbah yang sangat besar, taman industri ini tetap menjadi salah satu lingkungan industri terbersih di Provinsi Guangdong, dengan fokus kuat pada pendidikan lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Delegasi juga mengunjungi sejumlah institusi dan landmark penting lainnya, antara lain GAC Aion Group (produsen kendaraan listrik), Pelabuhan Internasional Nansha, LAiPIC Innovative Technology Company (teknologi kecerdasan buatan dan penerjemahan berbasis agen), Splendid China Cultural Village, Menara Canton, wisata kapal pesiar malam di Sungai Canton, Pusat Pameran Laporan Shenzhen, serta Pusat Keuangan Internasional Ping An.
Program pertukaran media selama sepekan ini memberikan kesempatan langka bagi jurnalis Solomon Star untuk memperoleh pengalaman internasional serta pemahaman langsung mengenai transformasi media, inovasi teknologi, dan sistem pengelolaan lingkungan di Tiongkok.
Kunjungan ke China Broadnet Media dan Shenzhen Press Group dinilai sangat penting karena menawarkan wawasan unik yang dapat memperkaya dan memperkuat pengembangan media di Kepulauan Solomon. [**/GRW]













