
Surabaya, satukanindonesia.com – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 mendadak ramai diperbincangkan. Informasi ini beredar luas melalui pesan berantai dan sebuah selebaran digital yang dibagikan di berbagai grup WhatsApp.
Selebaran tersebut menampilkan logo Pertamina dengan judul “Daftar Harga BBM Terbaru 1 April 2026”.
Di dalamnya tercantum rincian perubahan harga sejumlah BBM non-subsidi, di antaranya Pertamax disebut naik menjadi sekitar Rp14.500 per liter, Pertamax Green 95 sekitar Rp15.200 per liter, Pertamax Turbo sekitar Rp16.500 per liter, Dexlite sekitar Rp15.000 per liter, dan Pertamina Dex mendekati Rp16.800 per liter.
Tampilan visual yang rapi, disertai tabel dan logo resmi, membuat flyer tersebut tampak meyakinkan bagi sebagian masyarakat.
Penyebaran flyer ini memicu beragam respons di ruang percakapan digital. Di grup alumni sekolah, percakapan diwarnai kekhawatiran akan kondisi ekonomi. Di grup komunitas, diskusi berkembang pada dampak langsung terhadap ongkos transportasi dan harga kebutuhan pokok.
Sementara di grup yang lebih heterogen, perdebatan muncul antara mereka yang langsung percaya dan yang mencoba memverifikasi kebenarannya.
“Apa ini sudah resmi?” tulis salah satu anggota grup.
“Kalau benar naik, pasti berpengaruh ke harga lain,” sahut anggota lain.
“Cek dulu sumbernya,” komentar lainnya mencoba meredam.
Menanggapi hal tersebut, pihak Pertamina menegaskan bahwa informasi yang beredar bukan berasal dari pengumuman resmi. Hingga saat ini, belum ada kebijakan kenaikan harga BBM yang diumumkan untuk periode April 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi. Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan langsung melalui sumber resmi, baik website, media sosial resmi Pertamina, maupun saluran komunikasi resmi lainnya.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar.
“Sebaiknya menunggu informasi resmi dari Pertamina dan tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas sumbernya,” ujarnya.
Sementara itu, Rudiyanto dari Mitra Publik Indonesia (MPI), lembaga yang bergerak di bidang pemantauan pelayanan publik, keterbukaan informasi publik, dan diseminasi informasi, mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi.
“Digitalisasi informasi juga punya dampak buruk, salah satunya bias informasi. Informasi seolah-olah benar, padahal belum tentu. Di situlah pentingnya cerdas bermedia sosial. Saring sebelum sharing. Jangan terjebak membagikan informasi sembarangan yang justru memunculkan kegaduhan,” tegas Rudiyanto, yang juga mantan jurnalis senior dan aktivis 98.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di era digital, informasi yang tampak meyakinkan secara visual belum tentu benar secara substansi. Oleh karena itu, kehati-hatian dan literasi digital menjadi penting agar ruang publik tetap sehat dari arus informasi yang belum terverifikasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM per 1 April 2026 melalui kanal resmi Pertamina .(Yos)













