• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Separatis Ingin Unjuk Rasa, India Perketat Pengamanan Kashmir

Separatis Ingin Unjuk Rasa, India Perketat Pengamanan Kashmir

Agustus 24, 2019
Konflik yang Mengakar Tidak Bisa Diselesaikan dengan Satu Pendekatan

Konflik yang Mengakar Tidak Bisa Diselesaikan dengan Satu Pendekatan

September 19, 2026
Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Indonesia, Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN

Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi Indonesia, Presiden Prabowo Pimpin Sidang DEN

September 19, 2026
ADVERTISEMENT
DPD RI Diminta Dorong Perundingan Indonesia-Papua

DPD RI Diminta Dorong Perundingan Indonesia-Papua

September 19, 2026
KPK Dorong Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi

KPK Dorong Pengendalian Gratifikasi di Perguruan Tinggi

September 18, 2026
Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

Kinerja APBN hingga Agustus 2026 Tetap Terjaga

September 18, 2026
Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

Kupas Historis Gerakan Perlawanan dan Konflik Papua, MenHAM RI Serukan Perdamaian Abadi

September 18, 2026
MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

MenHAM RI : TPNPB dan TNI/Polri Patuhi Hukum Humaniter Internasional

September 18, 2026
Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

Papua Selatan Terancam Kekeringan, Padi Berisiko Gagal Panen

September 18, 2026
Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

Di Mimika, DPD RI : Penyelesaian Konflik Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

September 18, 2026
Komisi V DPR Dorong Kemen PKP Syarat Bantuan Bedah Rumah Dipermudah

Komisi V DPR Dorong Kemen PKP Syarat Bantuan Bedah Rumah Dipermudah

September 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, September 19, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Separatis Ingin Unjuk Rasa, India Perketat Pengamanan Kashmir

[Internasional]

Agustus 24, 2019
in Internasional
0
0
SHARES
145
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi – Konflik Kashmir

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Otoritas India memperketat pengamanan di wilayah Kashmir menjelang pelaksanaan salat Jumat (23/8/19). Peningkatan keamanan itu dilakukan India setelah kelompok separatis berencana menggelar aksi protes di Kota Srinagar, kota terbesar di wilayah sengketa itu.

Sejumlah poster berisikan seruan pengerahan massa ke kantor kelompok pemantau PBB untuk aktivitas militer India-Pakistan di Kashmir (UNMOGIP) beredar di Srinagar selama seminggu terakhir.

Demonstrasi ini diserukan sebagai bentuk protes atas pencabutan otonomi khusus Kashmir oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada 5 Agustus lalu.

Sejak itu, sejumlah pihak separatisme di Kashmir menuntut pembebasan wilayah mayoritas Muslim tersebut dari tangan India.

Puluhan personel paramiliter India terlihat dikerahkan ke sejumlah jalanan utama Kota Srinagar menuju kantor UNMOGIP.

Pergerakan masyarakat sipil di sekitar kantor UNMOGIP juga diblokir oleh aparat, di mana polisi memblokir jalan-jalan utama menuju kantor tersebut dengan kawat berduri.

Sebagian pusat pertokoan di Srinagar juga tutup meski beberapa toko perlengkapan tetap buka secara terbatas.

Dikutip Reuters, mobil-mobil polisi juga berpatroli di beberapa daerah sambil mengumumkan penerapan jam malam. Aparat pun turut meminta warga untuk tetap tinggal di dalam rumah.

Salah satu situs wisata, Danau Dal, juga tutup. Padahal, danau yang dipenuhi barisan panjang rumah perahu itu biasanya penuh sesak oleh turis.

Protes sebenarnya telah terjadi di beberapa wilayah Srinagar selama dua minggu terakhir. Data dari rumah sakit utama di Kashmir mencatat setidaknya 152 orang terluka oleh gas air aparat saat demonstrasi berlangsung.

Otoritas India bahasan sempat membatasi pergerakan warga Kashmir pasca pencabutan status otonomi Kashmir.

Pemerintahan Modi memutuskan mencabut status otonomi Kashmir yang telah diterapkan selama tujuh dekade itu menyusul bentrokan di perbatasan India-Pakistan di wilayah itu pada akhir Juli lalu. Insiden itu menewaskan empat aparat India dan tiga anggota militan.

India bahkan masih memutus akses telepon dan internet di sebagian wilayah Kashmir.(GS)

Sumber

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: IndiaInternasionalKashmirPBB
ShareTweetSend

Related Posts

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di India

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di India

September 13, 2026
PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

Juni 8, 2026
Menlu Sugiono Desak Reformasi PBB dan Dewan Keamanan

Menlu Sugiono Desak Reformasi PBB dan Dewan Keamanan

Mei 28, 2026

Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

April 1, 2026

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Personel TNI di Lebanon

Maret 31, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?