
Peneliti Senior PWS, Mohammad Tidzi mengatakan, Prabowo Subianto unggul dengan perolehan 24,5 persen.
“Pertanyaan ini bersifat terbuka, dalam arti kami tidak menyediakan daftar nama capres. Hasilnya, secara spontan atau top of mind 24,5 persen publik menyebut nama Prabowo Subianto,” kata Tidzi dalam konferensi pers daring, Jumat (15/4).
Setelah Prabowo, disusul Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 17,2 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 15,9 persen, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno 6,5 persen dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,9 persen.
Selain Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
“Karena bersifat spontan, muncul juga nama-nama seperti Habib Rizieq, Najwa Sihab, Susi Pujiastuti dan lain-lain, namun persentasenya tidak cukup signifikan,” ucap Tidzi.
Populasi dari survei ini dilakukan kepada warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia yang minimal telah berusia 17 tahun dan/atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.
Jumlah sampel sebesar 1.225 responden, diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rambang berjenjang atau multistage random sampling. Margin of error ± 2,8 persen, dan pada tingkat kepercayaan atau level of confidence sebesar 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner melalui aplikasi google form.
Sebagai informasi, PWS adalah anggota Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI), yakni asosiasi dari 31 lembaga survei dan ratusan periset opini publik yang bernaung di bawah World Association for Public Opinion Research (WAPOR). (***)













