
Jakarta, satukanindonesia.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan kesiapan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi melalui penguatan sistem pemantauan, personel, dan sarana penanganan kebakaran.
“Berjuang memadamkan api itu penting, tapi tak kalah penting adalah memproteksi satwa liar kita yang merupakan kekayaan yang luar biasa yang harus kita proteksi secara bersama-sama,” kata Menhut dalam keterangannya yang diterima di Surakarta, Jawa Tengah, dilansir dari pantau Senin, 21 September 2026.
Mitigasi karhutla dilakukan melalui Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), pembangunan pos pantau, serta pembentukan tim gabungan lintas instansi.
Penanganan di lapangan juga didukung mobil slip on, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan helikopter water bombing.
“Penanganan karhutla di kawasan konservasi tidak hanya mengandalkan satu metode, tetapi dilakukan melalui pemadaman darat, dukungan water bombing, dan OMC,” kata Menhut Raja Antoni.
Perlindungan Satwa Liar Jadi Perhatian
Raja Juli menegaskan penguatan perlindungan kawasan konservasi diperlukan karena kawasan tersebut menjadi habitat berbagai jenis keanekaragaman hayati.
“Penguatan perlindungan kawasan konservasi penting karena kawasan tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang harus dijaga,” ujarnya menambahkan.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian pemerintah adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung.
Raja Juli saat menerima kunjungan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Kaja Gloom menyampaikan TNWK juga sedang menjalani proses menjadi badan layanan umum (BLU).
Perubahan tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola dan pembiayaan taman nasional.
“Proses tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan skema pengelolaan taman nasional melalui Satgas Pembiayaan Taman Nasional,” ujarnya.
Way Kambas Siagakan Personel dan Peralatan
TNWK didukung 17 anggota Manggala Agni dan 44 polisi kehutanan untuk kesiapan personel dalam mitigasi karhutla.
Sarana yang disiagakan mencakup tujuh kendaraan roda empat serta 33 kendaraan roda dua dan tiga.
Petugas juga didukung delapan set mesin pompa beserta kelengkapannya, 60 jetshooter, dan dua tenda.
“Pengecekan sarana dan prasarana bersama Dubes Norwegia ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan mitigasi dan perlindungan kawasan konservasi dari ancaman karhutla,” kata Menhut.(***)











