
MALANG, satukanindonesia.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia membantah, kabar yang menyebut dirinya terlibat dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh penting lainnya.
Bahkan, Bahlil mengancam akan melayangkan somasi kepada pihak-pihak, yang menyebarkan tuduhan tersebut dalam waktu 3×24 jam.
Bahlil menegaskan, Partai Golkar mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyadapan tersebut secara transparan.
“Kita mendukung penuh, diusut tuntas dan dilakukan secara transparan. Kepala Negara disadap. Tidak hanya Kepala Negara yang disadap, saya pun disadap soalnya,”kata Bahlil dalam acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Periode 2025-2030 dan Rapat Kerja Daerah Tahun 2026 di Ambon, seperti terpantau melalui YouTube Kabar Golkar, Sabtu (07/11/2026).
Awalnya, kata Bahlil, dia tidak menyadari bahwa kabar burung yang mengaitkan dirinya dengan kasus penyadapan ilegal Presiden merujuk kepada dirinya.
“Tiba-tiba, ada satu cerita ngarang dari mana, saya tidak tahu. Yang mengatakan bahwa tiga jam sebelum para jenderal itu ditangkap, katanya ada ketua umum partai rapat dengan mereka. Awal-awalnya saya tidak terlalu ngeh, karena ketua umum partai kan banyak,”ungkap Bahlil, yang saat ini menjabat Menko Bidang Hilirisasi & Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Tapi, begitu saya bangun tadi pagi dari pesawat lihat, kok ini sudah menuduhnya ke saya. Saya bilang, ini apa maksudnya? Jadi saya mau sampaikan kepada saudara-saudara saya, di dalam mimbar ini, karena menuduh ketua umum partai. Saya sengaja bicara di forum ini,” imbuhnya.
Bahlil mengaku tidak habis pikir, mengapa dia disebut dalam kasus penyadapan ilegal. Terlebih, menurutnya, dia juga menjadi korban penyadapan.
“Jadi, mereka ingin membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan. Gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan, sementara saya juga disadap. Abu Leke ini, asli Abu Leke. Ini asli ilmu Abu Leke,”tegasnya.
Karena itu, Bahlil meminta, aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut tuntas kasus tersebut sekaligus membuka informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat.
“Kalau memang ada rapat itu, siapa aja, dibuka aja. Karena saya merasa tidak pernah melakukan itu. Tapi tuduhannya kan, awalnya aku gak mau pusing, tapi sosmed ini kan gila sekali, udah ke mana-mana ini barang,” tuturnya.
Bahlil memastikan dirinya tidak akan tinggal diam menghadapi tuduhan, yang dinilai merugikan nama baiknya maupun Partai Golkar. Dia berencana menempuh jalur hukum, jika pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut tidak segera memberikan klarifikasi.
“Habis ini pulang, saya akan somasi orang-orang itu. Saya akan kasih waktu 3×24 jam lah. Saya akan kasih somasi. Kalau tidak, ya negara kita kan negara hukum. Saya akan menempuh jalur hukum,”tegasnya.
Bahlil menekankan, tuduhan tersebut bukan persoalan sepele, karena menyangkut kehormatan partai dan jabatan ketua umum.
“Karena bicara partai itu marwah partai. Ketua umum partai itu marwah. Jadi, saya tidak mau mundur dari orang-orang kayak gini. Nggak bisa. Masa atas nama sebuah demokrasi, ngomongnya ngawur,” tandasnya.
Bahlil juga mengingatkan kader Golkar, agar tidak terprovokasi oleh berbagai kabar yang beredar. Menurutnya, isu tersebut berpotensi mengganggu soliditas partai, yang saat ini tengah menunjukkan tren positif.
Bahlil menyebut, elektabilitas Golkar berdasarkan sejumlah survei, kini telah mencapai double digit di angka 10,5 sampai 13 persen. Meningkat dibanding hasil survei setelah Pemilu 2024 yang masih berada di kisaran 7-9 persen.
“Hati-hati kita mau dimain-mainkan nih. Hati-hati. Mereka sedang menguji kekompakan kita. Tapi saya sampaikan Bapak Ibu semua, saya tidak akan mundur sejengkel pun untuk menghadapi orang-orang yang merusak partai. Jangan uji nyali kita,”kata Bahlil. [ONE/GRW]













