
Surabaya, SatukanIndonesia.com -Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kembali menerima penghargaan. Kali ini penghargaan diberikan oleh PWI Jawa Timur sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Regional dalam puncak Hari Pers Nasional dan Ulang Tahun Ke-79 PWI yang diselenggarakandi Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (28/4).
Penghargaan sebagai tokoh penggerak ekonomi regional ini diberikan kepada Khofifah atas kegigihannya dalam menggerakkan potensi ekonomi Jawa Timur dalam sinergi dengan berbagai pihak baik dalam dan luar negeri. Salah satu program yang dimaksud adalah misi dagang ke beberapa provinsi. Program ini memiliki sumbangsih bagi kolaborasi pembangunan ekonomi antar wilayah di Indonesia.
“Ibu Gubernur kita beri penghargaan sebagai tokoh penggerak ekonomi regional karena komitmen dan dedikasinya dalam menggerakkan jejaring ekonomi melalui program misi dagang. Bukan hanya Jawa Timur, beberapa provinsi di Indonesia telah mendapatkan manfaat dari hal tersebut,” ungkap Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.
Usai menerima penghargaan, sembari berterima kasih, dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan, HPN kali ini bertepatan dengan program ketahanan pangan yang merupakan salah satu program besar Presiden Prabowo Subianto, bagaimana mencapai ketahanan pangan. Dalam konteks ini Khofifah mengatakan bahwa pers memiliki peran penting dalam menjaga, mengawal dan mewujudkan ketahanan pangan untuk kemandirian bangsa.
“Ini sebuah tema besar yang diberseiring dengan program besarnya Pak Presiden Prabowo. Tentu, saya berharap di Jawa Timur, kita (Pemprov dan pers-red) akan membangun sinergi dan kolaborasi lebih konkret lagi, karena hari ini Jatim sudah memproduksi padi dan beras terbesar di Indonesia, dan luas lahan di Jatim saat ini terluas di Indonesia,” ujarnya.
Khofifah juga menyebutkan bahwa pihak BUMN PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menyampaikan bahwa kalau rata-rata nasional 1 hektar lahan tebu bisa menghasilkan 5 ton gula, di Jatim 1 hektar lahan tebu bisa menghasilkan 13 ton gula.
Jika semua berjalan sesuai prediksi, Khofifah meyakini tahun ini Indonesia bisa swasembada gula, sebab suplai gula dari Jatim menjadi sangat siginifikan.
“Insya Allah akhir bulan ini, kalau tidak mundur awal bulan, kita meluncurkan khusus untuk petani tebu di Bondowoso.”
Jadi Hari Pers Nasional kali ini sesungguhnya mengangkat tema yang sangat substantif, bagaimana pers mengawal ketahanan pangan untuk kemandirian bangsa,” ujar Khofifah.
Pemberian penghargaan kepada Khofifah ini merupakan salah satu dari belasan penghargaan kepada tokoh yang dianggap berjasa bagi pembangunan maupun pers.
Penghargaan tersebut diberikan kepada beberapa tokoh baik di sektor pemerintahan, hukum, politik, industri, migas, imigrasi, keamanan, pertahanan, ekonomi, olahraga dan beberapa kategori lainnya, termasuk penghargaan untuk pemenang lomba karya tulis dan foto jurnalistik Piala Prapanca 2025.
Seperti diketahui rangkaian HPN 2025 PWI Jatim dimulai dengan gelaran jalan sehat yang diikuti ribuan orang dengan hadiah utama umrah. Selain itu, juga ada donor darah yang dilaksanakan di Gedung PWI Jatim Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, seminar ketahanan pangan, dan lomba yang dilakukan di PWI Jatim.
Acara yang berlangsung penuh keakraban ini di hadiri oleh ratusan orang. Tampak diantaranya Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto, Kabinda Jatim Brigjen TNI Murbianto Arbi Wibowo, Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono dan Sri Wahyuni, Sekdaprov Adhi Karyono, Ketua dan Komisioner KPID Jatim, Ketua IJTI Jatim, Jajaran Pengurus PWI Jatim dan kabupaten/kota, juga beberapa pimpinan media (Yos/Bud)













