
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Guna menambah tenaga untuk melakukan Testing, Tracing, dan Treatment (3T) di berbagai wilayah Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggandeng TNI-Polri dalam pelaksanaannya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak lebih dari 5 ribu anggota TNI-Polri siap menjadi tracer.
“Insyaallah Senin nanti sudah lebih dari 5 ribu TNI-Polri yang kita train buat jadi tracer, melengkapi atau menambahkan sekitar 5 ribu tracer yang sudah dipersiapkan BNPB,” ujar Budi dalam konferensi pers Sabtu (20/2/2021).
Ia mengucapkan terima kasih atas kerja sama TNI-Polri yang telah menggerakkan personelnya sebagai tracer hingga ke berbagai pelosok daerah.
“Untuk tracing kita juga diminta untuk meningkatkan kuantitas, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan Panglima yang menggerakkan seluruh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di seluruh puskesmas desa dan kelurahan,” ucapnya.
Sebelumnya ia mengatakan, Kemenkes bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memastikan bahwa ini dilakukan sampai ke level paling kecil. Paling rendah di seluruh desa dan kabupaten/kota, di seluruh RT dan RW.
“Peperangan (melawan COVID-19) ini dibutuhkan jaringan level terbawah, itu sebabnya kami bekerja sama dengan TNI dan Polri karena TNI dan Polri lah yang mempunyai jaringan intelijen, jaringan penghubung sampai ke level-level terkecil di bawah bekerja sama dengan masyarakat,” katanya dalam rilis di situs Kemenkes, Selasa (9/2).
Menko Perekonomian sekaligus Ketua KPC-PEN, Airlangga Hartarto mengatakan, hingga saat ini sejumlah tracer telah dipersiapkan. Baik dari Satgas, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.













