
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengungkapkan bahwa vitamin D dapat membuat seseorang terhindar dari penularan Covid-19.
Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi UGM, Prof DR APT Zullies Ikawati pun menanggapi hal itu.
Memang ada beberapa tingkat literatur jika tubuh membutuhkan asupan vitamin D. Terutama pada sakit dan alami infeksi.
Vitamin D secara umum bisa diperoleh dari makanan biasa. Misalnya minyak, telur, ikan dan sebagainya.
Baca Juga: Kementerian Agama Menegaskan, Bahwa Sholat Idul Adha Ditiadakan di Wilayah PPKM Darurat
Di sisi lain, tubuh bisa melakukan sintesis vitamin D. Ginjal dan hati pun dapat mengubah vitamin D aktif yang dapat digunakan tubuh untuk meningkatkan peresapan kalsium dan kesehatan tulang.
Untuk mengaktifkan proses tubuh menghasilkan vitamin D, maka dibutuhkan sinar matahari. Maka amat disarankan pada tubuh untuk berjemur.
“Tubuh menghasilkan free vitamin D. Untuk mengaktifkan tersebut, maka dibutuhkan ultraviolet,” ungkapnya pada acara Dialog Interaktif Nasional (Diginas) yang diadakan Tribunnews, Rabu (14/7/2021).
Sebetulnya ada catatan yang mengungkapkan kebutuhan harian vitamin D bagi setiap orang. Rata-rata kebutuhan harian manusia untuk vitamin D adalah 600 IU.
Baca Juga: Polisi Akan Pidanakan Pengguna Surat Hasil Swab PCR Palsu, Berani Tanggung Akibatnya?
Namun, saat menderita Covid-19, maka vitamin D yang digunakan untuk terapi bisa lebih dari pada itu.
Zullies sendiri mengaku saat terkena Covid-19 membutuhkan sampai vitamin D hingga 5000 IU per hari.
Vitamin memang penting untuk terapi, tapi katanya tidak hanya vitamin D saja. Tapi juga vitamin lainnya. (FA/SI).











