
JAKARTA, satukanindonesia.com – Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Provinsi Papua Barat, Mudasir Bogra menyoroti, pembahasan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) mengenai penyelesaian persoalan Papua.
Menurutnya, upaya penyelesaian persoalan Papua tidak bisa dibahas secara sepihak oleh Wantimpres, karena berbicara persoalan Papua tidak hanya sebatas masalah sektoral melainkan persoalan pelanggaran HAM, Keamanan, dan sejarah.
“Salah satunya, persoalan keamanan hari ini paling serius. Dan perlu dikaji maupun dievaluasi secara menyeluruh. Karena pendekatan keamanan ini juga menjadi pemicu konflik Papua,”kata Mudasir Bogra melalui telepon seluler, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengatakan, pengiriman pasukan atau aparat kemanana di tanah Papua baik non-organik maupun organik patut dipertanyakan.
“Pendekatan keamanan harus di lihat secara jelih. Apakah selama ini, dengan adanya pengiriman pasukan sebanyak-banyaknya dapat menyelesaikan persoalan Papua. Sesungguhnya tidak,”tegasnya.
Untuk itu, sebagai ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat mengusulkan kepada Wantimpres, agar menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi pendekatan keamanan.

Pembahasan tersebut, menurut Bogra, Wantimpres wajib melibatkan DPR, MRP, Gubenur, Bupati, dan Walikota, NGO, dan kelompok-kelompok Adat lainnya di Tanah Papua.
“Jangan hanya dengar di Jakarta saja. Misalnya lewat Komite Eksekutif Papua dan BP3OKP. Wantimpres dan pemerintah pusat tidak bisa dengar masukan sepihak, harus dengar semua. Mau baik kah, buruk kah, terima dulu. Sehingga pemerintah pusat bisa ada gambaran yang jelas, untuk menyelesaikan masalah Papua,”katanya.
Pada kesempatan ini, Mudasir Bogra berharap DPR dan MRP se-tanah Papua agar segera menyikapi upaya penyelesaian persoalan Papua oleh Wanprestasi.
“Kami berharap teman-teman (DPR dan MRP) provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan segera tetapkan waktu untuk duduk bersama menyamakan pandangan. Sehingga melihat masalah Papua tidak parsial, tetapi semua ada dalam satu irama yang sama. Kita ini satu Papua,”pungkasnya.
Mudasir Bogra juga memberikan apresiasi kepada Wantimpres, yang sudah secara inisiatif mengagendakan pembahasan penyelesaian persoalan Papua.
“DPR Otsus menyambut baik, dan diharapkan Wantimpres serius. Jangan sampai hanya jadi semacam pemantik atau gula-gula sesaat saja, tetapi kemudian tenggelam lagi,”tandas Mudasir Bogra.
Seperti diketahui, Wantimpres RI mengadakan rapat pembahasan berbagai isu strategis nasional, seperti stabilitas politik, reformasi hukum, penyelesaian persoalan Papua, ketahanan energi, pangan, hingga dinamika geopolitik, di Kantor Wantimpres di Jakarta.
Hasil pembahasan Wantimpres Bidang Politik, Hukum dan Keamanan tersebut sebagai dasar nasihat dan pertimbangan, yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pembahasan itu dilakukan mengingat berbagai tantangan tersebut membutuhkan langkah yang terukur, koordinasi lintas sektor serta kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam rapat itu, Wantimpres menyatakan, komitmen mereka untuk memberikan nasihat dan pertimbangan yang objektif, kritis serta berbasis data kepada Presiden Prabowo Subianto demi memperkuat stabilitas nasional, menjaga kedaulatan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rapat itu diikuti anggota Wantimpres atau Koordinator Bidang Polhukam Agum Gumelar, Budi Gunawan, Ida Bagus Purwalaksana, Bambang Soesatyo, Anwar Usman, Margarito Kamis, Rocky Gerung, dan Mohamad Hatta. [ONE/GRW]













