• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
1.000 Lebih Amunisi Dijual Prajurit TNI di Papua

1.000 Lebih Amunisi Dijual Prajurit TNI di Papua

Juli 7, 2025
Isu Fee Proyek Kopdes Viral, Dandim Kediri Tegaskan Tak Ada Jual Beli Titik

Isu Fee Proyek Kopdes Viral, Dandim Kediri Tegaskan Tak Ada Jual Beli Titik

Mei 18, 2026
Diangkat Jadi Dirut Perkebunan Daerah Jember, Gogot Mantan Komisioner KPU Jatim Tegaskan Komitmen Anti Korupsi

Diangkat Jadi Dirut Perkebunan Daerah Jember, Gogot Mantan Komisioner KPU Jatim Tegaskan Komitmen Anti Korupsi

Mei 18, 2026
ADVERTISEMENT
Gen Z Jadi Sasaran, Perindo Jatim Siapkan Strategi Politik dan Ekonomi Kerakyatan

Gen Z Jadi Sasaran, Perindo Jatim Siapkan Strategi Politik dan Ekonomi Kerakyatan

Mei 18, 2026
Presiden Prabowo Tinjau Alutsista hingga Radar Baru TNI AU di Lanud Halim

Presiden Prabowo Tinjau Alutsista hingga Radar Baru TNI AU di Lanud Halim

Mei 18, 2026
Lewat Gerakan Nasional Migran Aman, Menteri P2MI Tegaskan Perang terhadap Sindikat Ilegal

Lewat Gerakan Nasional Migran Aman, Menteri P2MI Tegaskan Perang terhadap Sindikat Ilegal

Mei 18, 2026
Timwas DPR Minta Petugas Haji Beri Pelayanan Maksimal Terhadap Jemaah Lansia

Timwas DPR Minta Petugas Haji Beri Pelayanan Maksimal Terhadap Jemaah Lansia

Mei 18, 2026
Wamendagri  Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi

Wamendagri  Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi

Mei 18, 2026
Kemenhaj Kembali Gagalkan 32 Jemaah Haji  Ilegal di Soetta

Kemenhaj Kembali Gagalkan 32 Jemaah Haji  Ilegal di Soetta

Mei 18, 2026
Anggota DPRD sebut Optimalisasi CCTV di Jakarta Sudah Mendesak untuk Keamanan Publik

Anggota DPRD sebut Optimalisasi CCTV di Jakarta Sudah Mendesak untuk Keamanan Publik

Mei 18, 2026
Kemendikdasmen:Guru Daerah Lebih Tenang Mengajar Berkat Surat Edaran Baru

Kemendikdasmen:Guru Daerah Lebih Tenang Mengajar Berkat Surat Edaran Baru

Mei 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Mei 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

1.000 Lebih Amunisi Dijual Prajurit TNI di Papua

[Daerah]

Juli 7, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
54
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAKARTA, satukanindonesia.com – Panglima Komando Daerah Militer Pangdam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Rudi Puruwito menyatakan, selama 10 tahun terakhir ada 17 kasus penjualan amunisi yang dilakukan prajurit TNI di Papua.

Menurutnya, dari kasus itu amunisi yang dijual mencapai 1.000 butir lebih. Kebanyakan amunisi yang dijual adalah kaliber 3,5 milimeter dan 3,6 milimeter.

“Dari anggota TNI sendiri, kasus penjualan amunisi di Papua dari 2015 hingga 2025 ini, ada 17 kasus. Amunisi yang dijual rata-rata kaliber 3,5 dan 3,6 milimeter dengan jumlah lebih dari 1.000 butir. Dijual lewat simpatisan OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang dilanjutkan ke OPM, dan kasus penjualan senjata dan amunisi yang melibatkan prajurit TNI itu semuanya sudah ditangani hingga tuntas,”kata Mayjen TNI Rudi Puruwito saat podcast di YouTube, pada 1 Juli lalu yang dikutip media Sabtu (05/07/2025).

Dikatakannya, para prajurit TNI yang terlibat penjualan senjata dan amunisi di Papua mendapat hukuman pokok atau pidana berbeda-beda, sesuai peran mereka.

“Ada yang dihukum 12 tahun penjara sampai terendah dua tahun penjara, dan semua dipecat dari kesatuan. Tidak ada toleransi. Yang dihukum 12 tahun penjara itu dari Satuan Ajen. Kasusnya pada 2015. Dia yang menjadi otak penjualan amunisi dan teman-temannya hanya membantu menjual amunisi itu,”ujarnya.

Mayjen TNI Rudi Puruwito menegaskan, apabila ada prajurit TNI yang menjual senjata atau amunisi, dipecat dari kesatuan merupakan harga mati. Tidak ada toleransi sekecil apapun.

“Hukuman tambahan dipecat [dari kesatuan] dan hukum pokoknya, tergantung hasil sidang sejauh mana peran dia,”ucapnya.

Pangdam XVII Cenderawasih mengatakan, peredaran senjata api dan amunisi di Papua, tidak hanya berasal dari prajurit TNI atau anggota Polri. Ada senjata api rakitan, dan diselundupkan dari luar Papua, termasuk dari negara tetangga Papua Nugini atau dari pulau Jawa.

“Kemudian ada juga dari oknum anggota TNI, Polri dan masyarakat. [Namun] kalau penjualan senjata api [dan amunisi] di lingkungan Kodam XVII Cenderawasih sangat jarang,”katanya.

Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur atau SOP, semua senjata api dan amunisi milik prajurit TNI wajib digudangkan, dan penggunaan senjata hanya atas perintah atau kepentingan dinas.

Senjata api dan amunisi yang keluar dari gudang wajib tercatat dan diberi tanda. Misalnya senjata dengan nomor seri sekian, digunakan untuk kepentingan dinas atas nama siapa, dan siapa yang mengambilnya dari gudang.

“Setiap gudang senjata itu dipantau CCTV (closed circuit television) dan langsung terpantau oleh atasan [setiap kesatuan]. Misalnya di Denzipur atau di Batalyon 751, dipantau langsung oleh Komandan Zipur dan Komandan Batalyon 751,”bebernya.

Akan tetapi menurutnya, masalah senjata dan amunisi yang ada di kesatuan TNI, kembali pada pribadi perorangan. Sebab, seketat apapun pengawasannya, apabila memang ada niat buruk atau peluang semua sangat mungkin terjadi. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: AmunisiMayor Jenderal TNI Rudi PuruwitoPanglima Komando Daerah Militer Pangdam XVII CenderawasihPapua
ShareTweetSend

Related Posts

Otsus Merupakan Hasil Konsensus Pemerintah Indonesia dan Orang Papua 

Otsus Merupakan Hasil Konsensus Pemerintah Indonesia dan Orang Papua 

April 26, 2026
Nyawa Warga Papua Tak Ternilai, PGI Serukan ‘Hentikan Kekerasan Bersenjata’

Nyawa Warga Papua Tak Ternilai, PGI Serukan ‘Hentikan Kekerasan Bersenjata’

April 22, 2026
Pencetus Gagasan Tujuh Wilayah Budaya di Tanah Papua Tutup Usia

Pencetus Gagasan Tujuh Wilayah Budaya di Tanah Papua Tutup Usia

Maret 24, 2026

Krisis Tanah dan Lingkungan, Gereja Mesti Bersikap Tegas

Maret 8, 2026

Anggota DPD RI Desak Evaluasi Total Otsus Papua

Maret 5, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?