
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menurut Seorang sumber yang amat dekat dengan pejabat-pejabat Gedung Putih menyebutkan bahwa orang-orang Donald Trump baik yang ada di dalam Gedung Putuh maupun yang mengurusi kampanye Donald Trump, satu per satu mulai mundur seperti meninggalkan calon presiden petahana itu.
Hal itu, menurut sumber yang dikutip CNN dilakukan karena mereka ingin tak satu perahu dengan orang yang berpotensi kalah. Alasan lainnya adalah karena Joe Biden, rival Trump dengan sangat mengejutkan kini unggul di negara bagian Georgia dan Pennsylvania.
“Sudah berakhir,” kata salah satu penasehat utama pemerintah. Ia menyinggung penghitungan suara sementara di Pennsylvania dan Georgia yang memberi sinyal Trump gagal memimpin kembali AS.
Penasihat ini mengatakan tidak tahu apa yang bakal Trump lakukan bila akhirnya dia benar-benar kalah. Terlebih Trump sempat mengklaim dia menang Pemilu AS yang membuat banyak koleganya menggelengkan kepala. “Ya Tuhan. Siapa yang tahu,” ucap dia.
Beberapa orang dalam kampanye, kata penasihat itu, juga mempertanyakan keputusan tim Trump untuk mengirim orang-orang seperti Rudy Giuliani dan putra Trump untuk membuat tuduhan kecurangan yang tidak berdasar. Ia mengatakan bahwa Trump berhak untuk menentang hasil pemilu tetapi melakukannya dengan cara yang salah.
Seorang penasihat untuk tim kampanye mengatakan, kondisi Trump saat ini seperti terisolasi lantaran banyak yang diam-diam meninggalkannya. Namun, masih ada beberapa pembantu dan sekutu di sekitar Trump yang memberi tahu apa yang ingin dia dengar.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengklaim dirinya menang Pemilu AS dari Joe Biden meski jutaan suara belum seluruhnya dihitung. Trump menyatakan akan menggugat ke Mahkamah Agung AS dan membawa masalah ini ke pengadilan federal untuk menghentikan penghitungan suara. (*)
(cs/gs)













