
JAKARTA, satukanindonesia.com – Sebanyak 1,9 juta data penerima bantuan sosial (Bansos) dikoreksi dalam proses penyaluran terbaru.
Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyampaikan, hal tersebut usai acara di Pusat Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) Kemensos, Jakarta Selatan, 5 Juli 2025 lalu.
Gus Ipul menjelaskan, ada penerima bansos triwulan pertama yang masih menerima bantuan dalam penyaluran bansos triwulan kedua ini.
Namun ada juga yang menerima bansos di awal tahun tetapi tidak lagi tercatat sebagai penerima saat ini.
Gus Ipul pun menyampaikan, permohonan maaf terkait hal tersebut.
“Maka itu, kepada bapak-bapak, ibu-ibu sekalian yang mungkin tidak menerima bansos lagi, saya ingin sampaikan mohon maaf. Ini bukan maunya Menteri, bukan maunya Kementerian Sosial, tapi ini adalah memang sesuai data yang diberikan kepada kami,”ujarnya melalui keterangan pers yang diterima, Rabu (16/07/2025).
Gus Ipul mengatakan, penyaluran bansos harus tepat sasaran. Sambung, menurutnya, penyesuaian data bertujuan untuk memastikan bantuan diberikan kepada mereka yang berhak.
Perubahan ini terjadi setelah pemerintah mencocokkan data di lapangan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala.
Selain itu, Kemensos juga tengah melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bansos.
Pihaknya pun mengalihkan beberapa bantuan yang sebelumnya disalurkan melalui PT Pos Indonesia ke sistem Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui rekening kolektif di bank.
Ia menyebut, selama ini hampir 5 juta keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Berdasarkan data yang telah dikoreksi, ia menyebut penyaluran seharusnya cukup lewat Himbara.
Ia berharap, masyarakat bisa memahami penyaluran bansos yang mungkin mengalami keterlambatan selama masa transisi dan penyesuaian ini.
Sebagai informasi, realisasi penyaluran bansos tahap kedua untuk Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai lebih dari 8,04 juta KPM per 1 Juli 2025.
Jumlah tersebut setara dengan 80,49 persen dari total kuota penerima, dengan nilai bantuan yang telah digelontorkan mencapai Rp 5,8 triliun.
Selain itu, bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bansos sembako juga telah disalurkan kepada lebih dari 15,4 juta KPM.
Angka tersebut mencapai sekitar 84,71 persen dari total kuota, dengan total nilai mencapai Rp 9,2 triliun. [**/GRW]













