
WONDAMA, satukanindonesia.com – Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan uang tunai, dan bagian dari perluasan akses serta kesempatan belajar kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat.
Melalui program ini, pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, tapi juga diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.
PIP juga, dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.
Demikian hal ini diungkapkan Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma SH.,M.Hum saat menyerahkan alat tulis dan Beasiswa PIP kepada ratusan siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) di distrik Roon, kabupaten Teluk Wondama, provinsi Papua Barat terima beasiswa PIP Tahun 2025, pada Senin (11/08/2025).

Dalam pertemuan bersama Guru, Siswa dan Masyarakat tersebut, Senator Papua Barat berharap, orang tua mendukung anak-anak di distrik Roon agar tetap bersekolah.
“Meski tinggal di pulau, terbatas akses penerangan dan internet namun tidak menutup keinginan belajar anak-anak kita tentang dunia luar dengan pendidikan. Dengan dukungan orang tua, anak kita nantinya bisa menjadi orang yang cerdas dan dapat dibanggakan oleh keluarga,”ujar Filep.
Peran orang tua, kata dia, sangat penting terutama dengan tidak membatasi cita-cita anak yang seringkali dianggap terlalu tinggi oleh orang tua.
“Kalau sekarang bekerja sebagai petani, nelayan, atau buruh bangunan, biarlah itu menjadi perjuangan kita, bukan nasib yang diwariskan kepada anak-anak kita,”imbuhnya.
Sebanyak 104 siswa dari empat sekolah di distrik Roon menjadi penerima manfaat beasiswa pendidikan tersebut yakni 46 siswa SD YPK Yende, 32 Siswa SMP Negeri Roon, 22 Siswa SD Negeri Menarbu, dan 4 Siswa SD Inpres Saryai.
Besaran bantuan yakni Rp450 ribu per tahun untuk SD, Rp750 ribu per tahun untuk SMP, dan Rp1.800 juta per tahun untuk SMA maupun SMK.
Sementara Kepala distrik Roo, Ferni Obet Betay menyebut, program pemerintah menuju Indonesia pintar dan Papua cerdas harus disukseskan hingga ke tingkat kampung.
Untuk itu, sebagai aparatur sipil negara (ASN) tingkat distrik siap mengawal dan memastikan setiap siswa penerima manfaat beasiswa tersebut bisa digunakan tepat sasaran.
“Pemerintah memberikan perhatian yang besar kepada anak-anak kita, sebagai ornag tua harusnya kita dapat memberikan dorongan yang lebih untuk pendidikan anak-anak kita lebih baik,”kata Dr. Filep.
Distrik Roon memiliki 7 kampung dan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai Nelayan, dengan mengandalkan hasil laut yang cukup melimpah diwilayah tersebut.
Perlu diketahui, Beasiswa yang dibawa Ketua Komite III DPD RI adalah bagian dari 1.500 kuota PIP untuk siswa SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah provinsi Papua Barat yang diperjuangkan melalui aspirasi di DPD RI. [**/GRW]













