• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
BEM FP UNIVED Mengecam Keras Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Bukan Lagi Konflik Agraria, Tapi Kejahatan Kemanusiaan!”

BEM FP UNIVED Mengecam Keras Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Bukan Lagi Konflik Agraria, Tapi Kejahatan Kemanusiaan!”

November 24, 2025
Isu Fee Proyek Kopdes Viral, Dandim Kediri Tegaskan Tak Ada Jual Beli Titik

Isu Fee Proyek Kopdes Viral, Dandim Kediri Tegaskan Tak Ada Jual Beli Titik

Mei 18, 2026
Diangkat Jadi Dirut Perkebunan Daerah Jember, Gogot Mantan Komisioner KPU Jatim Tegaskan Komitmen Anti Korupsi

Diangkat Jadi Dirut Perkebunan Daerah Jember, Gogot Mantan Komisioner KPU Jatim Tegaskan Komitmen Anti Korupsi

Mei 18, 2026
ADVERTISEMENT
Gen Z Jadi Sasaran, Perindo Jatim Siapkan Strategi Politik dan Ekonomi Kerakyatan

Gen Z Jadi Sasaran, Perindo Jatim Siapkan Strategi Politik dan Ekonomi Kerakyatan

Mei 18, 2026
Presiden Prabowo Tinjau Alutsista hingga Radar Baru TNI AU di Lanud Halim

Presiden Prabowo Tinjau Alutsista hingga Radar Baru TNI AU di Lanud Halim

Mei 18, 2026
Lewat Gerakan Nasional Migran Aman, Menteri P2MI Tegaskan Perang terhadap Sindikat Ilegal

Lewat Gerakan Nasional Migran Aman, Menteri P2MI Tegaskan Perang terhadap Sindikat Ilegal

Mei 18, 2026
Timwas DPR Minta Petugas Haji Beri Pelayanan Maksimal Terhadap Jemaah Lansia

Timwas DPR Minta Petugas Haji Beri Pelayanan Maksimal Terhadap Jemaah Lansia

Mei 18, 2026
Wamendagri  Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi

Wamendagri  Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi

Mei 18, 2026
Kemenhaj Kembali Gagalkan 32 Jemaah Haji  Ilegal di Soetta

Kemenhaj Kembali Gagalkan 32 Jemaah Haji  Ilegal di Soetta

Mei 18, 2026
Anggota DPRD sebut Optimalisasi CCTV di Jakarta Sudah Mendesak untuk Keamanan Publik

Anggota DPRD sebut Optimalisasi CCTV di Jakarta Sudah Mendesak untuk Keamanan Publik

Mei 18, 2026
Kemendikdasmen:Guru Daerah Lebih Tenang Mengajar Berkat Surat Edaran Baru

Kemendikdasmen:Guru Daerah Lebih Tenang Mengajar Berkat Surat Edaran Baru

Mei 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Mei 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

BEM FP UNIVED Mengecam Keras Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Bukan Lagi Konflik Agraria, Tapi Kejahatan Kemanusiaan!”

[Fokus Berita]

November 24, 2025
in Fokus Berita, Hukum, News
0
0
SHARES
63
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Bengkulu, satukanindonesia.com – Peristiwa penembakan terhadap lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin, 24 November 2025, kembali membuka luka lama konflik agraria di Indonesia.

Insiden tragis ini diduga kuat dilakukan oleh pihak keamanan perusahaan perkebunan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) dan menandai eskalasi baru dari konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Penembakan terjadi di sekitar area perkebunan yang selama bertahun-tahun menjadi titik sengketa antara warga dan perusahaan. Kelima petani yang menjadi korban mengalami luka tembak serius dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Informasi lapangan menyebutkan bahwa aksi penembakan dilakukan menggunakan pistol dalam jarak yang dekat, memperlihatkan bentuk kekerasan yang sangat terencana dan mengancam keselamatan warga.

BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen menilai bahwa kejadian hari ini bukanlah insiden tunggal, tetapi puncak dari rangkaian panjang teror yang dialami para petani sejak 2012. Selama lebih dari 13 tahun, warga mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari intimidasi fisik dan psikologis, perusakan pondok tempat tinggal, penghancuran tanaman sebagai sumber penghidupan, hingga kriminalisasi petani yang mempertahankan tanah mereka sendiri.

Realitas kekerasan yang terus berulang membuktikan bahwa persoalan di Pino Raya tidak lagi bisa disebut sekadar konflik agraria yang dapat diselesaikan dengan prosedur administratif. Ini telah berubah menjadi persoalan serius yang menyangkut martabat manusia, hak hidup, dan keselamatan warga yang selama ini menjadi korban ketidakadilan struktural.

Dalam keterangannya, Iqbal, Ketua Bidang Politik dan Kajian Strategis BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyatakan bahwa apa yang terjadi hari ini adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa lagi ditoleransi.

“Peristiwa ini tidak bisa lagi disebut konflik agraria biasa. Ini adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang terjadi di depan mata kita. Petani ditembak di tanah mereka sendiri. Negara tidak boleh tinggal diam. Kapolda Bengkulu dan Kapolres Bengkulu Selatan harus mengusut tuntas kasus ini. Jika pelaku dibiarkan, korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu,”** tegasnya.

Iqbal juga menyoroti lemahnya komitmen pemerintah daerah maupun pusat dalam menghadirkan solusi. Selama ini, penyelesaian konflik agraria di Bengkulu Selatan lebih banyak berhenti pada wacana dan pernyataan normatif tanpa langkah konkret yang berpihak kepada rakyat.

“Pemerintah daerah maupun pusat harus turun tangan dan menghadirkan penyelesaian struktural. Bukan sekadar pernyataan normatif, bukan janji kosong. Jika negara hadir hanya pada seremonial, tapi absen saat rakyat ditembak, maka ada yang salah dengan keberpihakan pemerintah,” lanjutnya.

BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen menyatakan bahwa negara tidak boleh abai, terlebih ketika pelanggaran hak asasi manusia terjadi secara terang-terangan. Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu, terutama terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap petani.

ADVERTISEMENT

Untuk itu, BEM FP Universitas Dehasen menuntut Kapolda Bengkulu dan Kapolres Bengkulu Selatan untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan. Penegakan hukum yang lemah hanya akan membuka peluang lebih banyak korban jatuh di kemudian hari. Selain itu, pemerintah harus segera menghadirkan penyelesaian agraria yang adil, menyeluruh, dan tidak lagi mengorbankan hak-hak petani.

Kami juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin dan operasional perusahaan yang terbukti melakukan kekerasan dan pelanggaran HAM. Dalam negara yang berasas Pancasila, kehidupan rakyat seharusnya mendapatkan perlindungan tertinggi, bukan justru menjadi sasaran senjata di tanahnya sendiri.

BEM Fakultas Pertanian Universitas Dehasen mengajak seluruh elemen mahasiswa, masyarakat sipil, dan organisasi gerakan rakyat untuk bersama-sama mengawal kasus ini hingga para korban mendapatkan keadilan. Suara dan solidaritas publik adalah benteng terakhir ketika negara terlambat hadir di tengah rakyatnya. (Restu Alam)

Komentar Facebook

Tags: BEM FP UNIVEDkonflik agrariaPenembakan PetaniPT Agro Bengkulu SelatanUNIVED
ShareTweetSend

Related Posts

Pernyataan Sikap BEM FP KBM UNIB Tolak Kekerasan Terhadap Petani di Bengkulu Selatan

Pernyataan Sikap BEM FP KBM UNIB Tolak Kekerasan Terhadap Petani di Bengkulu Selatan

November 26, 2025
GMNI Komisariat Hukum UNIB Kecam Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Kejahatan terhadap Kemanusiaan dan Hukum!”

GMNI Komisariat Hukum UNIB Kecam Penembakan Petani di Pino Raya: “Ini Kejahatan terhadap Kemanusiaan dan Hukum!”

November 25, 2025
Paralegal FH UNIB Desak Penegakan Hukum atas Penembakan Petani di Bengkulu Selatan

Paralegal FH UNIB Desak Penegakan Hukum atas Penembakan Petani di Bengkulu Selatan

November 25, 2025

Petani di Pino Raya: Bukti Konflik Agraria Memburuk, Warga Mendesak Negara Hadir

November 24, 2025

Konflik Agraria, Komisi XIII DPR Bawa Kasus PT TPL ke Pansus 

Oktober 10, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?