• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

November 27, 2025
DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

April 30, 2026
Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

April 30, 2026
ADVERTISEMENT
CSR Hari Kesehatan Lansia 2026, Wyndham Batam dan Panbil Residence  Lakukan Bakti Sosial di Tanjung Uma.

CSR Hari Kesehatan Lansia 2026, Wyndham Batam dan Panbil Residence Lakukan Bakti Sosial di Tanjung Uma.

April 30, 2026
Perkuat Pengawasan Laut, Bakamla RI Resmikan Tiga Zona Operasi

Perkuat Pengawasan Laut, Bakamla RI Resmikan Tiga Zona Operasi

April 30, 2026
Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Korban Kecelakaan KRL Bekasi Dapat Asesmen dan Program Pemberdayaan

Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Korban Kecelakaan KRL Bekasi Dapat Asesmen dan Program Pemberdayaan

April 30, 2026
Tegur Walikota Sorong, Menteri PKP RI Dikritik Politisi Golkar

Tegur Walikota Sorong, Menteri PKP RI Dikritik Politisi Golkar

April 30, 2026
Kemnaker Usul Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150.000 Peserta

Kemnaker Usul Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150.000 Peserta

April 30, 2026
BP3MI Riau Apresiasi Polri, Gagalkan Pengiriman 29 PMI Ilegal

BP3MI Riau Apresiasi Polri, Gagalkan Pengiriman 29 PMI Ilegal

April 30, 2026
Legislator Tekankan Perguruan Tinggi Tak Boleh Hanya jadi ‘Pabrik’ Tenaga Kerja

Legislator Tekankan Perguruan Tinggi Tak Boleh Hanya jadi ‘Pabrik’ Tenaga Kerja

April 30, 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Berawan, Hujan Ringan di Selatan dan Timur

Prakiraan Cuaca Jakarta Berawan, Hujan Ringan di Selatan dan Timur

April 30, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, April 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

[Daerah]

November 27, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
235
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat, Ferry Auparay, menilai implementasi Undang -Undang Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua, baik UU Nomor 21 Tahun 2001 maupun perubahannya UU Nomor 2 Tahun 2021, telah gagal menjawab tuntutan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Pasalnya, Otsus yang telah berjalan puluhan tahun (2001-2025) seharusnya sudah mencapai posisi produktif, namun kenyataannya belum menunjukkan keberhasilan dalam mengangkat harkat dan martabat OAP.

“Usai ini seharusnya sudah berada pada posisi produktif, sebagaimana seorang anak manusia. Namun dalam implementasi belum menjawab tuntutan kesejahteraan bagi orang asli Papua,”katanya, Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan, Otsus sejauh ini hanyalah “kemasan” yang tidak sesuai dengan harapan dan janji pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Tokoh politik asli Papua ini juga menyoroti, potret pembangunan di Papua yang timpang. Sambung, kata Auparaya implementasi hanya berfokus pada penambahan infrastruktur mewah seperti jalan dan gedung-gedung, sementara mengabaikan sentuhan pembangunan yang esensial bagi manusia Papua.

Pembangunan yang Terabaikan: Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan, penurunan angka gizi buruk, peningkatan SDM, dan harapan hidup.

Fakta di Lapangan, provinsi-provinsi di Papua (Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan) masih tergolong sebagai wilayah dengan IPM dan angka harapan hidup terendah, serta provinsi termiskin di Indonesia.

“Otsus ini hanya kemasan, namun isinya tidak sesuai dengan harapan dan janji pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat Papua,”tegas Anggota DPR Papua Barat tersebut.

Selanjutnya, ia juga menyoroti, permasalahan dalam program- program afirmasi yang menjadi salah satu pilar Otsus. Ia menyebutkan bahwa program-program tersebut kerap dikuasai oleh anak-anak pejabat, para elit, dan titipan “orang dalam” yang bahkan berasal dari luar Papua.

“Rakyat jelata harus gunakan kekerasan, palang, ribut, berkelahi baru diperhatikan. Kalau tidak, pasti tersingkir dan tidak berdaya. Ini fakta riil, implementasi Otsus,”ungkapnya.

Pengusaha asli Papua ini meminta, pemerintah harus mencari format baru untuk menunaikan janji Otsus. Kebijakan negara, termasuk alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan, harus betul-betul menyentuh sasaran, bukan hanya terlihat di atas kertas.

Menurut Ferry Auparay, ada dua alasan krusial mengapa Otsus masih dianggap gagal, yaitu di level regulasi dan implementasi.

Regulasi Otsus belum mengatur secara spesifik tugas, wewenang, dan tata kelola pemerintahan khusus di Papua. Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, seperti pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), masih menyamakan Papua dengan wilayah lain, padahal Papua memiliki status khusus dalam proyek percepatan pembangunan.

Kebijakan Otsus harus tepat sasaran kepada Orang Asli Papua (OAP) melalui skema pemberdayaan, perlindungan, dan keberpihakan. Harus ada skema yang terukur dan akuntabel untuk memastikan Otsus meningkatkan kesejahteraan OAP.

Oleh sebab itu, Ia menyarankan, pemerintah segera melakukan pendataan OAP melalui data kependudukan valid (Dukcapil) agar program-program Otsus benar-benar tepat sasaran. Selain itu, ia mendesak agar prioritas afirmasi untuk OAP dalam rekrutmen ASN, TNI/Polri, dan sekolah kedinasan lain tidak diabaikan.

Terakhir, ia mengajak seluruh instrumen pengambil kebijakan di Papua—Eksekutif, Legislatif, MRP, dan BP3OKP—untuk duduk bersama mencari solusi terpadu agar percepatan pembangunan Papua dalam kerangka Otsus dapat berhasil. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: DPR Papua BaratFerry Auparayorang asli Papua (OAP)Undang -Undang Otonomi Khusus
ShareTweetSend

Related Posts

Cegah Kebocoran Subsidi BBM, Hiswana Migas Dukung ‘Sidak Lintas Sektor’ di SPBU

Cegah Kebocoran Subsidi BBM, Hiswana Migas Dukung ‘Sidak Lintas Sektor’ di SPBU

Februari 19, 2026
Legislator Ferry Auparay Tanggapi LKPJ Tahun 2024 Pemprov Papua Barat

Legislator Ferry Auparay Tanggapi LKPJ Tahun 2024 Pemprov Papua Barat

Juli 17, 2025
Dalami Dokumen LKPJ Gubernur, DPR Papua Barat Bentuk Pansus

Dalami Dokumen LKPJ Gubernur, DPR Papua Barat Bentuk Pansus

Juli 15, 2025

Orang Papua Harus Diperlakukan Setara dan Tidak Menderita

Juli 7, 2025

Apresiasi Program Kopdes Merah Putih, Ketua HNSI Papua Barat Ingatkan Pemerintah

Juli 7, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?