• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

November 27, 2025
Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Sejajar Stadion Besar Nasional, Sport City Jadi Daya Tarik Kota Bekasi

Tri Adhianto Bidik Stadion Patriot Sejajar Stadion Besar Nasional, Sport City Jadi Daya Tarik Kota Bekasi

Juli 16, 2026
Hadiri Undangan BSKDN Wawali Harris Bobihoe : Perkuat Sinergi Pusat Dan Daerah Dalam Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

Hadiri Undangan BSKDN Wawali Harris Bobihoe : Perkuat Sinergi Pusat Dan Daerah Dalam Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

Juli 16, 2026
ADVERTISEMENT
WUJUD SINERGITAS, TNI AL GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN BARANG TERLARANG DI BANDARA JUANDA

WUJUD SINERGITAS, TNI AL GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN BARANG TERLARANG DI BANDARA JUANDA

Juli 16, 2026
FUKRI Suarakan Krisis kemanusiaan di Tanah Papua

FUKRI Suarakan Krisis kemanusiaan di Tanah Papua

Juli 16, 2026
Wamendagri Wiyagus Ajak Kepala Daerah Bangun Kemitraan Strategis Untuk Sukseskan Asta Cita

Wamendagri Wiyagus Ajak Kepala Daerah Bangun Kemitraan Strategis Untuk Sukseskan Asta Cita

Juli 16, 2026
Imparsial Minta Presiden Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI

Imparsial Minta Presiden Cabut Perpres Pengamanan Jaksa oleh TNI

Juli 16, 2026
Ketua DPRD Kota Batam Terima Aksi Unjukrasa Mahasiswa UNRIKA, Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Soal Air Bersih, Sampah, dan Tata Kelola Lahan

Ketua DPRD Kota Batam Terima Aksi Unjukrasa Mahasiswa UNRIKA, Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Soal Air Bersih, Sampah, dan Tata Kelola Lahan

Juli 16, 2026
Terima Audiensi Mahasiswa Kedokteran Uniba, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Dukung Kegiatan Fogging Cegah Penyebaran DBD

Terima Audiensi Mahasiswa Kedokteran Uniba, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Dukung Kegiatan Fogging Cegah Penyebaran DBD

Juli 16, 2026
Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD

Bahas KUA-PPAS 2027, Banggar DPRD Kota Batam Sinkronkan Persepsi dengan TAPD

Juli 16, 2026
Nobar Final PD 2026 Panggung Kompak Pemkot Bekasi, Kodim 0507 dan KADIN, Menang Kalah, Persahabatan Tetap Juara

Nobar Final PD 2026 Panggung Kompak Pemkot Bekasi, Kodim 0507 dan KADIN, Menang Kalah, Persahabatan Tetap Juara

Juli 16, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Otonomi Khusus Gagal Mensejahterakan Orang Papua

[Daerah]

November 27, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
238
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat, Ferry Auparay, menilai implementasi Undang -Undang Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua, baik UU Nomor 21 Tahun 2001 maupun perubahannya UU Nomor 2 Tahun 2021, telah gagal menjawab tuntutan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Pasalnya, Otsus yang telah berjalan puluhan tahun (2001-2025) seharusnya sudah mencapai posisi produktif, namun kenyataannya belum menunjukkan keberhasilan dalam mengangkat harkat dan martabat OAP.

“Usai ini seharusnya sudah berada pada posisi produktif, sebagaimana seorang anak manusia. Namun dalam implementasi belum menjawab tuntutan kesejahteraan bagi orang asli Papua,”katanya, Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan, Otsus sejauh ini hanyalah “kemasan” yang tidak sesuai dengan harapan dan janji pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

Tokoh politik asli Papua ini juga menyoroti, potret pembangunan di Papua yang timpang. Sambung, kata Auparaya implementasi hanya berfokus pada penambahan infrastruktur mewah seperti jalan dan gedung-gedung, sementara mengabaikan sentuhan pembangunan yang esensial bagi manusia Papua.

Pembangunan yang Terabaikan: Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengentasan kemiskinan, penurunan angka gizi buruk, peningkatan SDM, dan harapan hidup.

Fakta di Lapangan, provinsi-provinsi di Papua (Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan) masih tergolong sebagai wilayah dengan IPM dan angka harapan hidup terendah, serta provinsi termiskin di Indonesia.

“Otsus ini hanya kemasan, namun isinya tidak sesuai dengan harapan dan janji pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat Papua,”tegas Anggota DPR Papua Barat tersebut.

Selanjutnya, ia juga menyoroti, permasalahan dalam program- program afirmasi yang menjadi salah satu pilar Otsus. Ia menyebutkan bahwa program-program tersebut kerap dikuasai oleh anak-anak pejabat, para elit, dan titipan “orang dalam” yang bahkan berasal dari luar Papua.

“Rakyat jelata harus gunakan kekerasan, palang, ribut, berkelahi baru diperhatikan. Kalau tidak, pasti tersingkir dan tidak berdaya. Ini fakta riil, implementasi Otsus,”ungkapnya.

Pengusaha asli Papua ini meminta, pemerintah harus mencari format baru untuk menunaikan janji Otsus. Kebijakan negara, termasuk alokasi 20 persen anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan, harus betul-betul menyentuh sasaran, bukan hanya terlihat di atas kertas.

Menurut Ferry Auparay, ada dua alasan krusial mengapa Otsus masih dianggap gagal, yaitu di level regulasi dan implementasi.

Regulasi Otsus belum mengatur secara spesifik tugas, wewenang, dan tata kelola pemerintahan khusus di Papua. Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, seperti pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), masih menyamakan Papua dengan wilayah lain, padahal Papua memiliki status khusus dalam proyek percepatan pembangunan.

Kebijakan Otsus harus tepat sasaran kepada Orang Asli Papua (OAP) melalui skema pemberdayaan, perlindungan, dan keberpihakan. Harus ada skema yang terukur dan akuntabel untuk memastikan Otsus meningkatkan kesejahteraan OAP.

Oleh sebab itu, Ia menyarankan, pemerintah segera melakukan pendataan OAP melalui data kependudukan valid (Dukcapil) agar program-program Otsus benar-benar tepat sasaran. Selain itu, ia mendesak agar prioritas afirmasi untuk OAP dalam rekrutmen ASN, TNI/Polri, dan sekolah kedinasan lain tidak diabaikan.

Terakhir, ia mengajak seluruh instrumen pengambil kebijakan di Papua—Eksekutif, Legislatif, MRP, dan BP3OKP—untuk duduk bersama mencari solusi terpadu agar percepatan pembangunan Papua dalam kerangka Otsus dapat berhasil. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: DPR Papua BaratFerry Auparayorang asli Papua (OAP)Undang -Undang Otonomi Khusus
ShareTweetSend

Related Posts

Papua Barat Kehilangan 100 Triliun, Kementerian ESDM Didesak Terbitkan IPR

Papua Barat Kehilangan 100 Triliun, Kementerian ESDM Didesak Terbitkan IPR

Mei 11, 2026
Cegah Kebocoran Subsidi BBM, Hiswana Migas Dukung ‘Sidak Lintas Sektor’ di SPBU

Cegah Kebocoran Subsidi BBM, Hiswana Migas Dukung ‘Sidak Lintas Sektor’ di SPBU

Februari 19, 2026
Legislator Ferry Auparay Tanggapi LKPJ Tahun 2024 Pemprov Papua Barat

Legislator Ferry Auparay Tanggapi LKPJ Tahun 2024 Pemprov Papua Barat

Juli 17, 2025

Dalami Dokumen LKPJ Gubernur, DPR Papua Barat Bentuk Pansus

Juli 15, 2025

Orang Papua Harus Diperlakukan Setara dan Tidak Menderita

Juli 7, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?