• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

Mei 12, 2026
Dewan Pers Didesak Sahkan Regulasi Dana Jurnalisme Indonesia

Dewan Pers Didesak Sahkan Regulasi Dana Jurnalisme Indonesia

Agustus 21, 2026
Populasi Penduduk Melanesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia Lebih Banyak?

Populasi Penduduk Melanesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia Lebih Banyak?

Agustus 21, 2026
ADVERTISEMENT
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia Dikunjungi MIKTA

Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia Dikunjungi MIKTA

Agustus 21, 2026
Bukan Menolak Wartawan! Kadis DLH Batam Jelaskan Makna Sesungguhnya “Makanan saja masih di Atas Perut”

Bukan Menolak Wartawan! Kadis DLH Batam Jelaskan Makna Sesungguhnya “Makanan saja masih di Atas Perut”

Agustus 21, 2026
Angkut 12,4 Ton Bahan Kontak Bantuan Kemanusiaan, Unsur TNI AL KRI Bung Hatta-370 Tiba di Reo Manggarai

Angkut 12,4 Ton Bahan Kontak Bantuan Kemanusiaan, Unsur TNI AL KRI Bung Hatta-370 Tiba di Reo Manggarai

Agustus 21, 2026
Melalui Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik Bagi Masyarakat NTT

Melalui Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik Bagi Masyarakat NTT

Agustus 21, 2026
Jamin Kebebasan Pers, Oki Indra Laporkan Oknum Polri ke Propam Mabes Polri

Jamin Kebebasan Pers, Oki Indra Laporkan Oknum Polri ke Propam Mabes Polri

Agustus 21, 2026
DPR RI Atur Regulasi Media Digital di RUU Penyiaran

DPR RI Atur Regulasi Media Digital di RUU Penyiaran

Agustus 21, 2026
Komisi X DPR Prihatin Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Komisi X DPR Prihatin Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Agustus 21, 2026
Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Dorong Investasi, Pendidikan Vokasi, Hingga Transisi Energi

Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Dorong Investasi, Pendidikan Vokasi, Hingga Transisi Energi

Agustus 21, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

(Daerah)

Mei 12, 2026
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
37
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

FAKFAK, satukanindonesia.com – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma bertemu masyarakat Adat di kantor Dewan Adat Papua (DAP) Mbaham Matta, di Fakfa, Papua Barat.

Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 07 Mei 2026 itu,diawali dengan penyambutan tarian adat khas Mbaham Matta sebagai simbol penghormatan kepada tamu.

Suasana kian akrab ketika ia disuguhi kopi mehak dan rokok pandoki, suguhan tradisional yang sarat makna dalam budaya masyarakat adat setempat.

Kunjungan yang berlangsung di Jalan Salasa Namudat itu merupakan bagian dari agenda reses Senator Filep di Papua Barat, dengan fokus pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, khususnya terkait pemanfaatan aset budaya di fasilitas publik, penguatan ekonomi kreatif, serta penyerapan aspirasi masyarakat adat.

Dalam suasana penuh keakraban, Dr Filep memilih duduk bersila bersama para tokoh adat dan masyarakat setempat sembari mendengarkan berbagai persoalan yang mereka sampaikan.

Dalam dialog tersebut, Filep menilai partisipasi kelembagaan adat dalam pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua masih jauh dari harapan.

Menurutnya, lembaga adat memiliki posisi strategis karena negara secara konstitusional mengakui dan menghormati satuan pemerintahan yang bersifat khusus, termasuk kelembagaan adat di Tanah Papua.

 

“Yang menjadi persoalan adalah sejauh mana peran dan partisipasi kelembagaan adat dalam pembangunan. Jangan sampai mereka diabaikan, karena pemilik hak atas Otsus adalah masyarakat adat melalui kelembagaan adatnya,”ujar Filep.

Ia menegaskan, mengabaikan peran lembaga adat sama saja dengan tidak menjalankan amanat Undang-Undang Otsus Papua secara utuh.

Filep mengungkapkan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat adat akan dibawanya dalam agenda pertemuan bersama Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Keuangan pada 13 Mei mendatang.
Menurut dia, apabila implementasi Otsus di daerah mengalami hambatan, maka pemerintah pusat perlu turun tangan untuk melakukan intervensi kebijakan.

Selain itu, Filep juga menyoroti implementasi alokasi 10 persen Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (DBH Migas) yang dalam Undang-Undang Otsus diperuntukkan bagi kelembagaan adat.

Ia mempertanyakan mekanisme penyaluran dana tersebut karena hingga kini banyak lembaga adat mengaku belum menerima manfaatnya.

“Kalau memang 10 persen itu tidak disalurkan melalui pemerintah daerah, maka pemerintah pusat harus mengambil alih dan menyalurkannya langsung kepada kelembagaan adat. Jangan sampai birokrasi yang panjang justru menghambat hak masyarakat adat,”katanya.

Filep menambahkan, dirinya terlibat langsung dalam proses perumusan Undang-Undang Otsus Papua sehingga memahami secara detail amanat terkait hak-hak kelembagaan adat.

Selain membahas persoalan adat, senator yang dikenal dengan sapaan Pace Jas Merah itu juga menyoroti kondisi pendidikan di Kabupaten Fakfak yang dinilai membutuhkan perhatian serius.

Ia mengaku menemukan fakta memprihatinkan di sejumlah distrik, di mana jumlah siswa sekolah dasar yang mengikuti ujian akhir hanya berkisar satu hingga sepuluh orang.

“Kondisi ini menunjukkan adanya degradasi pendidikan yang harus segera diantisipasi. Dinas teknis harus mampu menyajikan data yang akurat kepada kepala daerah agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,”ujarnya.

Menurut Filep, Fakfak memiliki sejarah panjang dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang pernah menduduki jabatan strategis di tingkat nasional maupun daerah. Karena itu, kemunduran sektor pendidikan tidak boleh dibiarkan terjadi.

Diharap kelembagaan adat, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR Otsus, dan pemerintah daerah dapat menjadi mitra strategis dalam merancang serta mengawal program pembangunan agar pelaksanaan Otsus benar-benar menghadirkan percepatan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dr. Filep WamafmaKetua Komite III DPD RIMasyarakat Adat
ShareTweetSend

Related Posts

Filep Wamafma Kembali Nakodahi Komite III DPD Republik Indonesia

Filep Wamafma Kembali Nakodahi Komite III DPD Republik Indonesia

Agustus 19, 2026
Refleksi 81 Tahun RI,  Filep : ‘Papua Butuh Keputusan Politik Negara’

Refleksi 81 Tahun RI, Filep : ‘Papua Butuh Keputusan Politik Negara’

Agustus 15, 2026
RAPBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Papua, DPD RI Tegaskan Tujuh Agenda Strategis

RAPBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Papua, DPD RI Tegaskan Tujuh Agenda Strategis

Agustus 15, 2026

IHTP Papua Raih Penghargaan, Dr. Filep : Inovasi Bukan Sekadar Mengikuti Perkembangan Teknologi

Agustus 13, 2026

Program Sarjana Kehutanan dan Ekonomi Bisnis Berbasis Adat Hadir di Bumi Papua

Agustus 10, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?