• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Cawapres AS Kamala Harris Sering jadi Sasaran Misinformasi

Cawapres AS Kamala Harris Sering jadi Sasaran Misinformasi

November 3, 2020
Jurnalis Tidak Boleh Menjadi Alat Kekuasaan

Jurnalis Tidak Boleh Menjadi Alat Kekuasaan

Agustus 12, 2026
Kemendes PDT Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Pemulihan Desa

Kemendes PDT Dorong Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Pemulihan Desa

Agustus 12, 2026
ADVERTISEMENT
PWI Bekasi Raya Gelar Dialog Interaktif, Bedah Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

PWI Bekasi Raya Gelar Dialog Interaktif, Bedah Sinergi Pengawasan Orang Asing di Bekasi

Agustus 12, 2026
Dewi Sitinjak Wafat, Novelin Fortuna Sinaga Desak Transparansi RS Awal Bros dan Siap Gelar RDP

Dewi Sitinjak Wafat, Novelin Fortuna Sinaga Desak Transparansi RS Awal Bros dan Siap Gelar RDP

Agustus 11, 2026
Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Lintas Kementerian RI Didorong Tangani Pengungsi di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Menteri Maman: Pengemudi Ojol Berstatus Usaha Mikro Tetap Fleksibel Berusaha

Agustus 11, 2026
LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

LPSK Terima Permohonan Perlindungan Korban Kemburu Berdarah

Agustus 11, 2026
Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Komnas HAM RI : Penanganan ‘Kasus Kemburu Berdarah’ Masih Berjalan

Agustus 11, 2026
Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Pemerintah Pusat Mulai Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan DOB di Tanah Papua

Agustus 11, 2026
Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Pemerintah Cairkan Rp18,9 Triliun untuk Gaji PPPK di 546 Daerah

Agustus 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Agustus 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Cawapres AS Kamala Harris Sering jadi Sasaran Misinformasi

[Internasional]

November 3, 2020
in Nasional
0
0
SHARES
48
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.com –   Sebuah laporan yang dirilis perusahaan intelijen media, Zignal Labs mencatat bahwa calon wakil presiden Kamala Harris lebih sering menjadi sasaran misinformasi daring dibanding rivalnya, Mike Pence.

Misinformasi mengenai Harris yang beredar di media sosial menyebut ia sebagai sosok rasis. Perempuan imigran keturunan Jamaika dan India itu juga kerap disebut berbohong soal warisan kulit hitam yang melekat pada dirinya.

“Narasi yang terkait dengan Kamala Harris lebih menekankan pada identitas pribadinya, terutama sebagai wanita kulit berwarna,” kata Kepala Wawasan di Zignal Labs, Jennifer Granston dilansir dari Associated Press.

Zignal Labs mengidentifikasi lebih dari satu juta mention menggunakan tagar atau istilah terkait dengan misinformasi mengenai Harris di Twitter sejak Juni lalu. Diantara misinformasi yang beredar, ada cek fakta untuk memerangi kebohongan, namun jumlahnya cenderung sedikit.

Menurut temuan Zignal, hampir 300 ribu dari tagar yang menyebut nama Harris menyinggung kelayakannya sebagai wapres. Klaim misinformasi yang beredar secara daring telah ditemukan sejak Januari 2019 saat Harris mengumumkan untuk maju mencalonkan diri sebagai presiden.

Misinformasi terkait hal itu mendapat dorongan besar lagi pada bulan Agustus. Saat itu Presiden Donald Trump menyinggung Harris soal pencalonan dirinya.

Akta kelahiran Harris menunjukkan bahwa dia lahir pada tanggal 20 Oktober 1964 di Oakland, California, membuatnya memenuhi syarat untuk maju sebagai wakil presiden atau presiden AS.

Granston mengungkapkan obrolan di media sosial menyangkut kelayakan Harris ditolak setelah ‘dikalahkan’ oleh cek fakta dari sejumlah kantor berit ayang membantah kabar palsu yang beredar.

Isu latar belakang ras Harris membuat percakapan seputar pencalonan dirinya menjadi cawapres lebih ramai di media sosial dibandingkan kampanye 2016 lalu.

Sejak Juli hingga Oktober, nama Harris dan rivalnya dari Partai Republik, Mike Pence jika diakumulasikan telah dicuitkan hampir 48 juta kali di Twitter. Sementara Pence atau senator Virginia Tim Kaine hanya disebutkan sebanyak 12 juta kali.

Misinformasi menyumbang kurang dari 1 persen pembicaraan di Twitter ketika Pence dan Kaine mencalonkan diri pada 2016.

Hal yang sama berlaku untuk Pence tahun ini, dengan sebagian besar klaim menyesatkan di sekitarnya berpusat pada gagasan bahwa ia mendukung terapi konversi gay, yang telah berulang kali ia lakukan.

Namun Zignal Labs menemukan informasi yang salah seputar Harris lebih sering terjadi, dengan membuat lebih dari 4 persen percakapan di Twitter.

Seorang rekan di Wilson Center, Nina Jankowicz menyatakan penyebutan misinformasi itu sebagian besar didorong oleh narasi seksis atau rasis yang telah beredar di internet seputar Harris.

Seperti diketahui Harris merupakan wanita keturunan kulit hitam dan India pertama yang mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

Beberapa dari publikasi di media sosial tersebut mendorong gagasan bahwa Harris, seorang senator California yang menggunakan hubungan asmara untuk memajukan kariernya.

Narasi itu mendapatkan popularitas dengan tagar #HeelsUpHarris, yang digunakan secara teratur oleh influencer konservatif yang memiliki jutaan pengikut. Zignal Labs menemukan hampir 350 ribu mention di Twitter menggunakan tagar atau istilah yang terkait dengan narasi tersebut.

Jankowicz telah mengidentifikasi lusinan meme yang beredar di Facebook, Twitter, dan Instagram yang menambahkan foto Harris ke gambar pekerja seks atau menggunakan hinaan seksis untuk menggambarkannya.

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa dalam debat wakil presiden yang dihelat 7 Oktober lalu, hashtag yang menggunakan istilah seksual atau kekerasan untuk Harris meroket di platform media sosial pinggiran seperti Parler sebesar 631 persen dan 4chan sebesar 1.078 persen.

“Berkali-kali ketika kita melihat narasi ini digunakan terhadap perempuan dalam kehidupan publik, itu dimaksudkan untuk mengambil perempuan yang kuat dan dihormati dan menjatuhkan mereka beberapa kali,” kata Jankowicz.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Kamala HarrisMike Pence
ShareTweetSend

Related Posts

Mike Pence Sebut Partai Komunis China Ancaman Terbesar di Bumi

Mike Pence Sebut Partai Komunis China Ancaman Terbesar di Bumi

Juli 15, 2021
Resmi Dilantik, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat ke Presiden AS Joe Biden

Resmi Dilantik, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat ke Presiden AS Joe Biden

Januari 21, 2021
Joe Biden-Kamala Harris Jadi Person of the Year Majalah Time

Joe Biden-Kamala Harris Jadi Person of the Year Majalah Time

Desember 11, 2020

Terbang ke AS, Luhut Bahas UU Cipta Kerja dengan Bos Bank Dunia

November 18, 2020

Jerat Hukum yang Hantui Trump jika Tak Jadi Presiden AS

November 4, 2020
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?