
JAKARTA, satukanindonesia.com – Menanggapi penangkapan salah satu kader Beringin, Fahd A Rafiq dalam kasus dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGU) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia buka suara.
Bahlil mengatakan, sebagai pimpinan Partai sangat menghormati langkah KPK RI, dan mengakui bahwa partai tidak dapat mengontrol setiap tindakan seluruh kadernya. Karena itu, ia menekankan, pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
“Kami menjunjung tinggi. Semua proses hukum itu kita hargai dengan baik,”kata Bahlil dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu (19/09/2026).
Bahlil menganggap, Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Fahd A Rafiq sebagai musibah.
“Kami menganggap ini sebuah musibah, dan kami merasa terpukul,”kata Menteri ESDM ini.
Ditegaskannya, Golkar tidak pernah ingin ada kadernya terlihat kasus. Namun, kasus yang terjadi tidak akan menghalangi Golkar menjalankan aktivitas politik ke depan.
“Ini adalah sebuah musibah yang sudah barang tentu tidak semua orang menginginkannya. Kami selalu menatap ke depan sebagai partai yang pengalaman, sebagai partai yang banyak kadernya,”ucap Bahlil.
Mengenai status keanggotaan, apakah Fahd telah diberhentikan dari Golkar, Bahlil menjawab singkat. “Ya, gitu ya,”imbuhnya.
Seperti diketahui, Fahd A Rafiq terjaring OTT KPK dalam kasus dugaan suap pengurusan HGB, Senin (14/09/2026).
Dalam OTT tersebut, KPK menyita uang tunai sekitar Rp 106,3 miliar dalam pecahan rupiah dan sejumlah mata uang asing. Dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan delapan orang sebagai tersangka, termasuk Fahd A Rafiq. [***/GRW]













