
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu tengah ramai diperbincangkan karena dituding telah membuat kicauan bermuatan provokasi dan SARA perihal Gus Yaqut lewat jejaring Twitter miliknya.
Mantan pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu menegaskan, cuitan yang kini telah dihapusnya itu tidak bermaksud untuk menuduh siapapun, termasuk Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sekalipun. Ia pun meminta maaf usai dipolisikan terkait cuitannya di akun Twitter pribadinya.
Ia mengklarifikasi bahwa kicauannyaa disalah tafsirkan oleh pihak tertentu.
“Sehubungan dengan adanya penafsiran thdp mention saya yg mengomentari pernyataan pak Qodari di yg saya baca di Media bhw ‘presiden butuh Menag yg keras kpd kelompok islam tertentu’ yg saya komentari bhw terima kasih infonya bhw Bpk Presiden membutuhkan Menag spt itu,” tulis Said Didu di akun Twitternya, Rabu (23/12/2020).
Said Didu mengaku tidak menuduh siapapun terkait cuitannya di media sosial. Ia pun meminta maaf kepada semua pihak yang telah tersinggung dengan cuitannya soal ‘presiden butuh Menag keras kepada kelompok Islam tertentu’.
“Krn mention saya tsb ditafsirkan seakan menuduh seseorang dan bermuatan SARA maka dalam waktu tidak terlalu lama mention saya tersebut saya hapus demi kebaikan bersama. Saya sama sekali tdk menuduh siapapun dlm mention saya tsb, apalagi Bpk Menag Yaqut Choli Quomas,” ujarnya.
“Atas kesalahan tersebut, jika ada pihak merasa tersinggung dg mention saya tersebut (yg saya sdh hapus bbrp waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih,” lanjutnya.
Sebelumya, akun Twitter milik Said Didu @msaid_didu dilaporkan ke polisi terkait dugaan ujaran kebencian. Ia dituding menghina Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (*)












