
Jakarta,SatukanIndonesia.com – Rawan praktek pencurian ikan ( illegal fishing) di perairan Indonesi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memastikan akan meningkatkan pengawasan.
Peningkatan pengawasan praktik pencurian sumber daya laut itu dilakukan dengan membangun ekosistem pengawasan yang terintegrasi dengan sistem pemantauan real time yang ada di kementerian itu. Pernyataan itu ia sampaikan di akun twitternya @saktitrenggono, Selasa (29/12/2020).
Dalam kunjungannya ke Pusat pengendalian (Pusdal) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dia menyaksikan secara langsung fasilitas dan tekhnologi yang dimiliki Pusdal KKP sekaligus mendengarkan penjelasan terkait teknologi dan mekanisme kerja pemantauan kapal perikanan.
“Saya pastikan @kkpgoid akan memiliki ekosistem pengawasan yang terintegrasi dengan dukungan data RADAR dan data pemantauan real-time agar operasi di laut memiliki tingkat keberhasilan yang baik,” cuitnya.
Dia mengatakan, prioritas peningkatan pengawasan itu dilakukan di wilayah-wilayah yang terbilang rawan terjadinya praktik pencurian sumber daya laut. Terutama oleh kapal-kapal nelayan berbendera asing. Selain untuk menjaga kelangsungan ekosistem laut, peningkatan pengawasan itu juga dilakukan sebagai upaya menjaga kedaulatan Indonesia sebagai negara maritim.
“KKP akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah-wilayah yang rawan illegal fishing untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan. Pengawasan di wilayah rawan khususnya di pulau-pulau terluar juga memiliki makna penting dari sisi kedaulatan,” katanya.
Dia mengatakan, negara Indonesia tidak boleh membiarkan praktek ilegal fishing dan pencurian sumber daya laut lainnya. Pemerintah akan memaksimalkan potensi dan kekuatan yang ada untuk mempertahankan kekayaan laut dan kedaulatan negara.
“Kita jangan sampai kalah dengan pihak-pihak tak bertanggungjawab yang ingin merampok kekayaan laut nusantara,” ungkapnya. (*)













