• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Polisi Cari Unsur Pidana Kasus Anjing Gigit ART hingga Tewas

Kasus Anjing Milik Bima Aryo Berujung Protes Warga

September 10, 2019
Abrasi Hancurkan Rumah Warga, Perempuan Sungai Lemau datangi Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah

Abrasi Hancurkan Rumah Warga, Perempuan Sungai Lemau datangi Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Tengah

April 22, 2026
Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

April 22, 2026
ADVERTISEMENT
Wawali Harris Bobihoe : Tokoh Lintas Agama Duduk Bersama Akan Tumbuh Tekad Kuat Jaga Kerukunan

Wawali Harris Bobihoe : Tokoh Lintas Agama Duduk Bersama Akan Tumbuh Tekad Kuat Jaga Kerukunan

April 22, 2026
Walikota Bekasi Tandatangani Perjanjian PSEL, Ground Breaking Segera Dimulai

Walikota Bekasi Tandatangani Perjanjian PSEL, Ground Breaking Segera Dimulai

April 22, 2026
Wali Kota Bekasi Hadiri Launching Program MBG Muhammadiyah, Dukung Generasi Menjadi Sehat Dan Kuat

Wali Kota Bekasi Hadiri Launching Program MBG Muhammadiyah, Dukung Generasi Menjadi Sehat Dan Kuat

April 22, 2026
KPK dan Ombudsman Kepri Didorong Audit Total Tender KSP Batam, Dugaan Maladministrasi dan Konflik Kepentingan Mencuat

KPK dan Ombudsman Kepri Didorong Audit Total Tender KSP Batam, Dugaan Maladministrasi dan Konflik Kepentingan Mencuat

April 22, 2026
Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

Papua Krisis Kemanusiaan, Dewan Gereja : Penting Mencari Solusi Damai 

April 22, 2026
1.054 PPPK Paruh Waktu Formasi 2025 di Bintuni Papua Barat Terima SK

1.054 PPPK Paruh Waktu Formasi 2025 di Bintuni Papua Barat Terima SK

April 22, 2026
Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

Rapat bersama KONI Pusat, DPD RI Soroti Kesejahteraan Atlet di Daerah

April 22, 2026
Papua Barat Kehilangan 100 Triliun, Pemerintah Didesak Respon Data APRI

Papua Barat Kehilangan 100 Triliun, Pemerintah Didesak Respon Data APRI

April 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, April 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukum

Kasus Anjing Milik Bima Aryo Berujung Protes Warga

[Hukum]

September 10, 2019
in Hukum
0
0
SHARES
166
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Anjing yang menewaskan ART tengah diobservasi petugas. (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Polisi masih menunggu keterangan saksi ahli pidana untuk mengusut kasus kematian seorang asisten rumah tangga (ART) akibat digigit anjing jenis Malinois Belgia milik Bima Aryo.

Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid mengatakan pihaknya telah mengirim surat ke Kementerian Hukum dan HAM untuk meminta saksi ahli pidana tersebut.

“Kita sudah melayangkan surat ke Kemenkumham untuk meminta saksi ahli pidana, tapi sampai detik ini yang bersangkutan belum ada ke kami,” kata Rasyid, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (10/9/19).

Disampaikan Rasyid, ahli pidana itu diperlukan untuk menggali unsur pidana dalam kasus tersebut. Selain itu, juga untuk memutuskan pasal apa yang akan digunakan dalam kasus itu.

Sampai saat ini, kata Rasyid, pihaknya telah memeriksa enam orang saksi, termasuk keluarga pemilik anjing. Nantinya, kata Rasyid, ahli pidana itu bakal menentukan keterangan para saksi itu bakal diarahkan pada pasal apa.

“Kita harus tahu bunyi daripada hasil pemeriksaan saksi ini mau diarahkan ke pasal berapa, jadi kita harus punya saksi ahli pidana,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, saksi terakhir yang diperiksa adalah ibu dari presenter televisi Bima Aryo yang berinisial TD. Dalam pemeriksaan itu, lanjut Rasyid, terungkap bahwa anjing tersebut merupakan milik TD.

“Iya milik ibunya, itu menurut hasil lidik oleh pemeriksa,” ucap Rasyid.

Untuk Bima, disampaikan Rasyid, tidak akan diperiksa oleh penyidik. Alasannya, karena Bima tidak ada di lokasi saat kejadian. Dengan begitu, Bima dianggap tidak tahu menahu perihal peristiwa tersebut.

Protes Warga

Kasus gigitan anjing milik Bima Aryo berujung pada protes warga setempat. Warga resah dengan keberadaan anjing yang merenggut nyawa manusia.

Terkait protes warga sekitar yang menolak keberadaan anjing di daerah itu, Rasyid menyebut kasus gigitan anjing di daerah itu memang bukan pertama kalinya terjadi.

Ilustrasi anjing galak. (REUTERS/Jason Lee)

Kasus yang menewaskan ART tersebut merupakan kasus yang keempat. Namun, tiga kasus gigitan anjing sebelumnya tidak sampai menyebabkan korban tewas.

“Tidak menghendaki ada anjing lagi karena memang sudah tiga orang yang kegigit anjing,” ucap Rasyid.

Rasyid juga menuturkan dalam tiga kasus sebelumnya juga tidak pernah ada laporan ke pihak kepolisian. Dalam kasus terakhir, diungkap Rasyid, laporan polisi itu dibuat oleh pihak RS Adhyaksa Jakarta Timur.

Saat kejadian, kata Rasyid, ibu Bima Aryo dan keluarga langsung membawa korban ke RS Adhyaksa. Namun, setelah diperiksa, pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal.

“Nah dari pihak rumah sakit itu langsung melapor ke kami ke kepolisian, dari pihak kepolisian langsung turun ke lokasi ke rumah sakit untuk melihat mengetahui apakah benar kejadian tersebut,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang asisten rumah tangga bernama Yayan ditemukan tewas di kediaman majikannya di Jalan Langgar RT 04 RW 04 Nomor 41, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (30/8/19).

“Diduga, korban meninggal karena serangan anjing majikannya,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Ady Wibowo.(GS)

Sumber

 

Komentar Facebook

Tags: anjingARTHAMHukum
ShareTweetSend

Related Posts

Nyawa Warga Papua Tak Ternilai, PGI Serukan ‘Hentikan Kekerasan Bersenjata’

Nyawa Warga Papua Tak Ternilai, PGI Serukan ‘Hentikan Kekerasan Bersenjata’

April 22, 2026
Indonesia Didesak Mengakui Keberadaan Masyarakat Adat dan Hentikan Diskriminasi di Tanah Papua

Indonesia Didesak Mengakui Keberadaan Masyarakat Adat dan Hentikan Diskriminasi di Tanah Papua

November 5, 2025
Orang Papua Harus Diperlakukan Setara dan Tidak Menderita

Orang Papua Harus Diperlakukan Setara dan Tidak Menderita

Juli 7, 2025

IKAFH Undip: Arah Kebijakan Hukum Perdagangan Internasional Belum Tegas

Juni 13, 2025

PBB Didesak Lakukan Intervensi atas Penebangan Liar

Juni 3, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?