Kabupaten Toba, SatukanIndonesia.Com – Sejak ditetapkannya Kawasan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Super Prioritas, oleh pemerintah pusat, hal ini menjadi momentum dan peluang bagi daerah- daerah disekitar Kawasan Danau Toba, untuk “berlari kencang” dan berbenah, dalam melakukan lompatan ide, dan program- program kreatif, dimasing-masing pemerintah daerah, selaras dengan tujuan pokok utama pemerintah pusat, guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat, terlebih disektor pariwisata.
Menurut Rudi Pardede, selaku putra Batak Toba, asli kelahiran di Kawasan Danau Toba, tepatnya kelahiran Balige, Kabupaten Toba, yang diketahui sehari-harinya berprofesi sebagai karyawan perbankan, yang ber- irisan langsung dengan para pelaku usaha sangat mendukung, serta mengapresiasi program pemerintah pusat tersebut, terlebih sejak ditetapkannya Kawasan Danau Toba (KDT), sebagai Destinasi Pariwisata Nasional Super Prioritas, diakuinya, terkhusus di Kabupaten Toba, sudah semakin terlihat geliat pertumbuhan ekonomi, baik disektor usaha per- hotelan, UMKM, Home Stay, maupun dunia usaha pariwisata lainnya.
“Kita bisa lihat saat ini, di Kawasan Danau Toba, contoh di Kabupaten Toba ini, semenjak ditetapkannya sebagai KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, red), berlahan geliat pertumbuhan ekonomi semakin kita lihat dan rasakan, “ucapnya, saat ditemui ngopi santai disalah-satu warkop, di Jalan Sisingamangaraja, Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Rabu, Sore, (15/02).
Terkait wujud dukungan dunia pariwisata, di KDT, oleh pemerintah pusat, dia katakan, selain semakin banyak event- event bertaraf Nasional yang dilaksanakan di KDT, yang semuanya bertujuan untuk mengajak dan menarik perhatian pariwisatan, dan terlebih saat ini, ia katakan dalam menyambut penyelenggaraan event perhelatan olahraga air bertaraf internasional, yakni F1 Power Boat, di Kabupaten Toba, tepatnya di Teluk Danau Toba Balige, menurut juga, adalah peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Sumatera Utara secara umum, khususnya masyarakat Toba.
“Kita harus mendukung F1 Power Boat ini, khususnya bagi masyarakat Toba, masyarakat Balige, kegiatan ini akan berdampak ekonomi yang cukup besar, dan merupakan momentum pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Toba, “terang pria kelahiran asli Balige itu.
Masih diteruskan pria tampan, bertubuh tinggi semampai, berkulit putih itu, bahwa dampak ekonomi dalam menyambut penyelenggaraan F1H20, dikatakan sudah dirasakan masyarakat Toba, khususnya masyarakat sekitar Balige, yakni terhadap meningkatnya mobilitas kehadiran orang dari luar Kabupaten Toba, secara khusus kehadiran para pekerja pembangunan Veneu F1H20, dari berbagai daerah, para tim official F1H20, Panitia Nasional dan Daerah, Para Pejabat Pusat dan Daerah, yang berdampak terhadap meningkatnya kebutuhan akomodasi, sandang- pangan, tempat makan dan minum, serta tak kalah penting tempat tinggal dan menginap.
“Dimasa persiapan dan pembangunan lokasi Vanue F1H2O aja sudah bisa kita lihat, dampak pertumbuhan ekonominya, khususnya dimasyarakat sekitar Balige, berapa banyak pekerja yang datang dari luar Toba, dimana mereka makan, minum, belanja kebutuhan sandang- pangan, bahkan tempat tinggalnya, pastinya disekitar Balige kan? Begitu juga para tim officialnya, kru, bahkan para Panitia dan Pejabat yang datang untuk cek progres pembangunan lokasi Veneu F1H20, Nah, pastinya, sangatlah berdampak secara ekonomi bagi para pelaku wisata, masyarakat kita, “paparnya
Lebih lanjut dia juga katakan, pada hari H penyelenggaraan event F1H20, pada tanggal 24- 26 Februari 2023 mendatang, akan lebih dirasakan “ledakan” peningkatan ekonominya bagi masyarakat Toba, dengan mencontohkan terutama bagi para pelaku usaha, baik pedagang, pelaku UMKM, petani, pelaku wisata perhotelan, kuliner, penyedia Homestay, pelaku peluang investasi sewa tempat untuk tenda camping, secara khusus dia juga katakan akan berdampak kepada pelaku investasi spot/ tempat nonton berbayar yang dibangun disekitaran pinggiran Danau Toba, yang sebelumnya ter- biarkan tidak memiliki nilai ekonomis, sekarang berpotensi ekonomis tinggi.
“Banyaknya pengunjung yang akan datang ke Balige, baik wisatawan domestik, maupun mancanegara, yang diperkirakan puluhan-:ribu orang, dipastikan akan berdampak signifikan kepada para pelaku usaha, pedagang atau pengusaha hotel akan meningkatkan pesanan beras, sayur- mayur kepada petani kita, begitu juga kepada pesanan kepada nelayan, terkait kesedian lauk- pauk, keterbatasan Hotel menjadikan Homestay sebagai tempat tinggal alternatif, dan pelaku kuliner juga akan merasakan dampak ekonominya, tentu semuanya akan berdampak terhadap perubahan ekonomi, bagi, banyak masyarakat kita, perusahaan, dan terutama akan mempengaruhi pasar, ” terangnya lagi.
Terkait pendapatnya, akan signifikannya dampak pertumbuhan ekonomi, secara khusus bagi masyarakat Toba, akan penyelenggarakan Event F1H2O, di Balige, Kabupaten Toba tersebut, dia juga menyampaikan, bahwa investasi yang dikucurkan oleh penyelenggara event, diharapkannya, agar “ditangkap”, dan dapat menjadi peluang ekonomi kedepan, yang harus tetap dijaga masyarakat Balige, masyarakat Kabupaten Toba.
“Saya melihat investasi yang digelontorkan pihak penyelenggara event F1H2O, harus menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat kita, Balige- Toba ini, jadi harus kita jaga itu, kita dukung kesuksesannya, baik saat penyelenggaraan, maupun pasca, jika event ini sukses akan menjadi penilaian tersendiri, bahwa masyarakat Toba siap meningkatkan ekonominya, dari sektor dunia pariwisata, ” ucapnya dengan nada mengajak masyarakat Toba.
Sesaat mengakhiri wawancaranya, tak luput dia juga menyampaikan, bahwa terlaksananya event F1H2O bertaraf internasional, di Kabupaten Toba, dia harapkan menjadi pengalaman berharga buat masyarakat Toba, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Toba, dalam “menangkap” peluang- peluang lainnya yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Toba secara khusus.
“Event F1H2O, merupakan pengalaman berharga terkhusus bagi masyarakat Toba dan Pemda Toba, “tangkap” peluang- peluang, karena ini baru awal, dari rencana 5 tahun kontrak penyelenggaraan F1H20, di Kabupaten Toba, dan menjadi momen bagi Pemda Toba, bagi masyarakat Toba, untuk terus mempersiapkan diri dalam menyambut event- event bertaraf Nasional, maupun Internasional lainnya, yang akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Toba, ” pungkasnya! (GH)













