
JAYAPURA, SatukanIndonesia.Com – Ketua Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus (BP3OKP) yang juga Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin memberikan beberapa arahan penting kepada para Anggota BP3OKP yang telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres).
Salah satunya, Wapres meminta untuk memperkuat komunikasi publik di daerah, khususnya dengan berbagai kelompok strategis di Papua.
Hal ini terutama untuk meyakinkan bahwa pemerintah benar-benar ingin membangun Papua yang sejahtera dan maju.
“Tolong dengar aspirasi mereka, dengar apa maunya mereka. Catat dan laporkan segera supaya kita dapat mencari solusi terbaik untuk Papua. Kalau ada usulan, saran, kita catat dan dengarkan,”ujar Ma’ruf, seperti yang dilansir salah satu media online, baru-baru ini.
Menurutnya, dengan batasan waktu pemerintahan hingga 20 Oktober 2024. Maka para anggota BP3OKP diminta teliti dalam mengawal kegiatan atau proyek percepatan pembangunan yang bersifat strategis, terobosan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat asli Papua.
Wapres menegaskan, pentingnya peningkatan koordinasi, sinkronisasi, dan harmonisasi program dengan para pemangku kepentingan di daerah. Hal itu guna memastikan agenda konsolidasi Otonomi Khusus di 6 Provinsi (di Papua), terutama penyiapan lahan dan pembangunan kantor pemerintahan baru di 4 Daerah Otonom Baru (DOB).
Di samping itu, Ma’ruf meminta anggota BP3OKP untuk mengawal pelaksanaan Rencana Aksi 2023 dan 2024 agar selaras dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua 2022–2041.
“Jadikan ini legacy dari pemerintahan saat ini, dan sebagai fondasi untuk pemerintahan baru nanti. Jadi kita sudah meletakkan landasan atau semacam milestone-nya,”imbihnya.
Wapres menyebutkan bahwa dalam waktu dekat dirinya berencana kembali melakukan kunjungan kerja ke Tanah Papua.
“Saya meminta saudara-saudara bersama Sekretaris Eksekutif BP3OKP untuk memastikan kesiapan berbagai agenda strategisnya,”pinta Wapres.
Sebelumnya, Anggota BP3OKP Perwakilan dari Provinsi Papua Alberth Yoku melaporkan bahwa Sekretariat BP3OKB di Jayapura yang diresmikan Wapres pada November 2022 lalu, hingga saat ini telah melaksanakan berbagai program.
Salah satunya, Program Papua Cerdas dengan menyelenggarakan Kursus Komputer Gratis bagi 10.000 warga Papua. [GRW/redaksi]













