
Jakarta, satukanindonesia.com – Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto, mendesak pemerintah untuk memperkuat strategi mitigasi bencana nasional guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menekan ego sektoral antar-lembaga terkait.
Menurutnya, terdapat ada enam langkah utama yang perlu diperkuat dalam mitigasi bencana. Pertama, memastikan pemantauan gunung berapi dan memberikan informasi yang mudah dipahami masyarakat.
“Yang pertama, bagaimana kaitan dengan pemantauan gunung berapi sekaligus informasi yang disampaikan kepada rakyat, itu betul-betul harus tepat, cepat, akurat, dan mudah dipahami,” kata Edi, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dilansir dari sinpo, Kamis, 10 September 2026.
Kedua, memastikan kesiapan jalur evakuasi dan tempat pengungsian yang akan digunakan masyarakat saat bemcana terjadi. Pasalnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Ketiga, pihaknya meminta pemerintah rutin melakukan simulasi kebencanaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana, agar masyarakat tidak hanya memahami mitigasi secara teori, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Keempat, pemerintah diminta memetakan kelompok masyarakat yang rentan terdampak bencana, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang sedang sakit.
Kelima, Edi menekankan pentingnya konsistensi tata ruang di wilayah rawan bencana. Karena kawasan yang memiliki potensi bencana, baik gunung api maupun jenis bencana lainnya, harus memiliki tata ruang yang disusun dan diterapkan secara konsisten.
“Di wilayah-wilayah rawan bencana, baik itu gunung maupun apapun namanya, itu tata ruangnya harus konsisten,” tegasnya.
Keenam, memperkuat koordinasi antarinstansi, seperti BMKG, BNPB, Basarnas, TNI-Polri, BPBD, dan pihak terkait lainnya, agar nantinya penganan bencana dapat benar-benar berjalan dengan baik.(***)













