
Jakarta, SatukanIndonesia.Com –Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ardy Susanto mengatakan, komitmen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk merawat semangat kebangsaan tidak perlu diragukan lagi. Karena para pendiri bangsa Indonesia (the founding fathers) menyadari bahwa kenyataan pluralisme bangsa Indonesia dari segi suku, budaya, daerah dan terutama agama merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara.
“PKB akan menjadi pelopor dan garda terdepan untuk menjaga kemajemukan bangsa Indonesia. Karena sesungguhnya kemajemukan adalah kekayaan yang patut disyukuri,” ujar politikus Ardy Susanto di Jakarta, Minggu (14/8).
Karena itu, dia menegaskan PKB adalah Rumah Besar Kebangsaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini sudah menjadi ikhtiar sejak partai ini berdiri.
“Bagi kami di PKB, komitmen kebangsaan adalah harga mati. Di partai ini, tempat berteduh bagi seluruh umat manusia, dari berbagai suku, ras dan agama,” tegas Bendahara Umum Pemuda Katolik (PK) 3 periode ini.
Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto memuji PKB yang dipimpin Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Dalam orasi pidato politiknya, Prabowo mengakui bertemu dengan unsur pimpinan dari PKB yang merupakan pemeluk agama Budha dan etnis Tionghoa.
Prabowo dari atas podium pun menyapa politikus PKB tersebut yakni Ketua DPP sekaligus Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan yang kemudian berdiri dari tempat duduknya untuk merespons Prabowo.
“Artinya PKB adalah partai terbuka, partai yang merangkul semua. Jadi, jangan heran kalau Gerinda cocok dengan PKB. Gus kita dari dulu pingin samma antum, dari dulu kami ingin sama antum,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Ardy memuji pidato Ketum Gerindra, Prabowo Subianto yang sangat obyektif melihat jejak langkah PKB dikancah perpolitikan nasional. Hal ini merupakan bukti bahwa apa yang diperjuangkan PKB senafas dengan spirit perjuangan Gerindra.
“Bagi kami, merawat pertiwi itu adalah nafas perjuangan yang tak pernah padam,” terang pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) ini.
Menurut Ardy, PKB adalah Rumah Besar rakyat Indonesia untuk menggali nilai baik yang sudah turun temurun diajarkan para tetua dan pendiri bangsa.
“Disini ada orang beragama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu. Dan perbedaan ini menjadi kekuatan yang membuat PKB makin solid dan kuat” ujar Ardy.(***)













