• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Bahasa Indonesia dari Melayu, Tapi Melayu Dihapus di Negeri Sendiri

Bahasa Indonesia dari Melayu, Tapi Melayu Dihapus di Negeri Sendiri

Agustus 29, 2025
Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi

Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi

Juni 24, 2026
Sunat Massal Dinas Kesehatan Seluma Berjalan Sukses, KKN Kelompok 95 Periode 108 Universitas Bengkulu Turut Ambil Bagian dalam Pelayanan Masyarakat

Sunat Massal Dinas Kesehatan Seluma Berjalan Sukses, KKN Kelompok 95 Periode 108 Universitas Bengkulu Turut Ambil Bagian dalam Pelayanan Masyarakat

Juni 24, 2026
ADVERTISEMENT
PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

PKK Kota Bekasi Gelar Seminar Asah Kemampuan Public Speaking

Juni 24, 2026
Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Anggota Komisi II DPR Desak Kemendagri Investigasi ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar dalam Setahun

Juni 24, 2026
Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Wakil Ketua II DPRD Batam Apresiasi Seminar Nasional FISIPOL UNRIKA, Bahas Reformasi UU Pemilu 2029

Juni 24, 2026
Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Panitia SRO Sampaikan Rencana Pelantikan dan Pembangunan Sekretariat Kepada Bupati Humbahas

Juni 24, 2026
Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Bahas Perubahan Sejumlah Pasal

Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah, Bahas Perubahan Sejumlah Pasal

Juni 24, 2026
Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Pemasangan Listrik dan Air ABH di Kavling PKJ Sagulung

Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Pemasangan Listrik dan Air ABH di Kavling PKJ Sagulung

Juni 24, 2026
Anggota DPRD Kota Batam Muhammad Syafei Hadiri Paripurna DPRD Kepri, Apresiasi Raihan WTP Ke-16 Berturut-turut

Anggota DPRD Kota Batam Muhammad Syafei Hadiri Paripurna DPRD Kepri, Apresiasi Raihan WTP Ke-16 Berturut-turut

Juni 24, 2026
YLBH Sisar Matiti Minta Audit Dana MBG dan Penegakan Hukum di Papua Barat

YLBH Sisar Matiti Minta Audit Dana MBG dan Penegakan Hukum di Papua Barat

Juni 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Bahasa Indonesia dari Melayu, Tapi Melayu Dihapus di Negeri Sendiri

[Ragam Info]

Agustus 29, 2025
in Ragam Info
0
0
SHARES
75
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

Profil penulis: Monica Nathan, konsultan di bidang teknologi informasi. Hidup di dunia modern, tapi hatinya selalu kembali pada akar: Melayu dan Indonesia

Batam, satukanindonesia.com – Saya menulis dari Amerika, jauh dari tanah air. Tapi jarak justru membuat ironi ini terlihat lebih jelas. Bahasa Indonesia lahir dari bahasa Melayu. Dari akar itu bangsa ini berdiri. Tapi apa yang saya lihat hari ini? Presiden Prabowo bangga mengenakan tanjak Melayu di Istana pada 17 Agustus 2025, disaksikan dunia. Sementara itu, di Batam, simbol Melayu dihancurkan.

Purajaya: Dari Ikon Menjadi Puing

Hotel Purajaya di Batam, milik keluarga Megat Rurry Afriansyah, berdiri sejak 1988 sebagai ikon pariwisata dan simbol marwah Melayu. Tahun 2023, bangunan itu diratakan. Tanpa surat pengadilan. Aparat hadir, tapi hanya menonton. Kerugian ditaksir Rp922 miliar.

LAM Kepri menyebut ini ulah mafia tanah. Dan mari bicara apa adanya: mafia tak mungkin sekuat itu tanpa ordal. Polisi, DPRD, partai, hakim — banyak yang masuk payroll mereka. Bahkan ada cerita Youtuber ditawari suap untuk bungkam. Lebih jauh lagi, ada “mafia di balik mafia”: pebisnis ilegal luar negeri yang memanfaatkan Free Trade Zone (FTZ) Batam.

LAM sudah kirim surat resmi ke Presiden. Sampai hari ini? Tak pernah dijawab.

Melayu yang Non-Eksisten di Museum

ADVERTISEMENT

Kontradiksi ini makin terasa ketika kita masuk ke museum nasional dan museum budaya besar di Indonesia. Ada ruang untuk Jawa, Sunda, Batak, Minahasa, Dayak, Toraja, Papua. Tapi di mana Melayu? Padahal bahasa persatuan yang kita pakai tiap hari lahir dari bahasa Melayu. Justru karena dianggap “default”, Melayu jadi budaya yang dipakai tapi tak pernah benar-benar diakui.

Politik Simbol vs Realita

Inilah wajah politik kita: Simbol dipakai, substansi ditinggalkan. Di Istana, Melayu dipuji. Di museum, Melayu dihapus. Di Batam, Melayu dipijak. Cash lebih kuat dari hukum. Simbol budaya jadi kostum politik. Negara memilih diam.

Dari Amerika, Tentang Citra Indonesia: Sebagai pengamat dari Amerika, saya bisa melihat betapa rapuhnya citra Indonesia jika kasus ini disorot dunia internasional.

Kontradiksi Branding vs Realita: Indonesia menjual slogan Unity in Diversity. Tapi kalau akar budayanya dilecehkan, dunia akan melihat kemunafikan.

Rule of Law vs Rule of Cash: Investor asing, diplomat, Non Government Organization (NGO/LSM) internasional akan membaca ini: di Indonesia hukum bisa dibeli. Mafia lebih kuat dari negara.

Indigenous Rights: Kasus ini bisa masuk radar PBB, Amnesty, Human Rights Watch. Dunia akan melihat Melayu sama seperti suku adat Amazon, Aborigin, atau Native Americans: diabaikan di tanah sendiri.

Mafia Global: Batam bisa dicap sebagai surga mafia internasional, memanfaatkan FTZ untuk pencucian uang. Indonesia bisa masuk radar lembaga seperti FATF.

Politik Simbol: Global media akan senang mengangkat kontras: Presiden pakai tanjak di Istana, tapi di Batam simbol Melayu dihancurkan. Judulnya mudah ditebak: Indonesia pandai simbolik, tapi abai pada rakyatnya.

Pertanyaan yang Menggantung

Dari negara Paman Sam, saya melihat jelas: bangsa ini sedang mempertaruhkan kredibilitasnya. Kalau akar bangsa saja tak dihormati, apa yang tersisa dari cabangnya? Kalau simbol budaya hanya jadi hiasan politik, apa artinya kebanggaan itu?

”Melayu bukan lemah. Melayu bukan hilang. Melayu adalah akar. Dan bangsa tanpa akar, akan tumbang.” — Megat Rurry Afriansyah. (*)

 

Penulis: Monica Nathan

 

Komentar Facebook

Tags: Konsultan di bidang Teknologi InformasiMelayuMonica Nathan
ShareTweetSend

Related Posts

Kasus Purajaya: Kejahatan Menghapus Histori Pengusaha Melayu Pribumi di Kepri Bukti Pemerintah Takluk di Bawah Mafia Tanah

Kasus Purajaya: Kejahatan Menghapus Histori Pengusaha Melayu Pribumi di Kepri Bukti Pemerintah Takluk di Bawah Mafia Tanah

Oktober 16, 2025
KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

Oktober 13, 2025
NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

Oktober 9, 2025

BP Batam dan Halusinasi Pertumbuhan Ekonomi

September 22, 2025

Pantun Dari Kepri: Teguh Bermarwah Kini Mulai Pudar Dirusak Penjilat dan Mafia

September 12, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?