• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pantun Dari Kepri: Teguh Bermarwah Kini Mulai Pudar Dirusak Penjilat dan Mafia

Pantun Dari Kepri: Teguh Bermarwah Kini Mulai Pudar Dirusak Penjilat dan Mafia

September 12, 2025
Menaker Yassierli Ajak Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio untuk Masuk Dunia Kerja

Menaker Yassierli Ajak Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio untuk Masuk Dunia Kerja

Oktober 18, 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter dan Potensi Hujan

Prakiraan Cuaca Indonesia Hari Ini: BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter dan Potensi Hujan

Oktober 18, 2026
ADVERTISEMENT
1,43 Juta Siswa Terdampak Asap Karhutla, ASSI Minta Negara Bertindak

1,43 Juta Siswa Terdampak Asap Karhutla, ASSI Minta Negara Bertindak

Oktober 18, 2026
KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng sebagai Tersangka Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng sebagai Tersangka Korupsi

Oktober 18, 2026
Presiden Prabowo Didesak Buka Data Perusahaan Pemicu Karhutla

Presiden Prabowo Didesak Buka Data Perusahaan Pemicu Karhutla

Oktober 18, 2026
Mangihut Rajagukguk Anggota DPRD Batam, Fasilitasi Jemput Bola Disdukcapil Batam, Warga Bisa Urus KTP‑Akte Nikah di HKBP Batam Center

Mangihut Rajagukguk Anggota DPRD Batam, Fasilitasi Jemput Bola Disdukcapil Batam, Warga Bisa Urus KTP‑Akte Nikah di HKBP Batam Center

Oktober 17, 2026
Sekjen PBB Antonio Guterres Berkunjung ke Indonesia

Sekjen PBB Antonio Guterres Berkunjung ke Indonesia

Oktober 17, 2026
Perkuat Ketahanan Indonesia, Persatuan Inteligensia Kristen Usulkan Pengembangan Nuklir

Perkuat Ketahanan Indonesia, Persatuan Inteligensia Kristen Usulkan Pengembangan Nuklir

Oktober 17, 2026
DPRD Batam Tetapkan Anwar Anas dan Muhammad Fadhli Pimpin Pansus Revisi Ranperda Ketertiban Umum

DPRD Batam Tetapkan Anwar Anas dan Muhammad Fadhli Pimpin Pansus Revisi Ranperda Ketertiban Umum

Oktober 17, 2026
DPRD Batam Tetapkan Muhammad Syafe’i dan Setia Putra Tarigan Pimpin Pansus Ranperda Hak Keuangan dan Administratif Dewan

DPRD Batam Tetapkan Muhammad Syafe’i dan Setia Putra Tarigan Pimpin Pansus Ranperda Hak Keuangan dan Administratif Dewan

Oktober 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Opini

Pantun Dari Kepri: Teguh Bermarwah Kini Mulai Pudar Dirusak Penjilat dan Mafia

[Ragam Opini]

September 12, 2025
in Ragam Opini
0
0
SHARES
74
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Batam, satukanindonesia.com – Di mana pun kita berada—dari ruang rapat kementerian hingga panggung hiburan—pantun kini menjadi pembuka dan penutup yang memikat. Kebesaran Melayu yang berasal dari Kepri, kini mulai pudar dirusak penjilat dan mafia.

Daya tariknya sederhana tapi dalam: Dua baris awal mengajak kita menebak, dua baris akhir menyampaikan pesan yang mengena. Pantun bukan hanya hiburan; ia adalah nasihat, diplomasi, dan identitas. Pertanda Melayu bermarwah dalam moral yang tinggi.

Akar dari Pesisir Melayu

Pantun lahir dari budaya Melayu, terutama di Kepulauan Riau (Kepri) dan pesisir timur Sumatra. Pulau Penyengat dikenal sebagai pusat sastra Melayu, tempat Raja Ali Haji menulis Gurindam Dua Belas dan merumuskan tata bahasa Melayu—fondasi yang kemudian melahirkan Bahasa Indonesia.

Dari Kepri, pantun menyeberang ke seluruh Nusantara—Jambi, Palembang, Bengkulu, Kalimantan—hingga ke Semenanjung Malaya. Pada 2020, pantun diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity melalui pengajuan bersama Indonesia dan Malaysia—pengakuan bahwa pantun adalah warisan budaya serumpun, dengan Kepri sebagai salah satu pusat kelahirannya yang penting.

Pantun di Indonesia dan Dunia

Kini pantun hidup di berbagai panggung Indonesia: • Dipakai pejabat, mahasiswa, hingga pembawa acara televisi. • Menjadi “bahasa nasional” untuk memecah kebekuan dan menutup acara, dari desa hingga forum PBB.

Di Malaysia dan negara serumpun lainnya, pantun juga tetap dihormati dan diajarkan di sekolah serta hadir dalam upacara adat dan perayaan kenegaraan. Perbedaan hanya pada cara pemakaiannya: Indonesia menonjolkan pantun sebagai gaya tutur lintas etnis dan situasi modern, sementara di Malaysia pantun terjaga dalam kemegahan tradisi. Dua sisi ini justru memperlihatkan kekayaan bersama yang saling melengkapi.

Pantun Marwah dari Dato Megat (DM) Rurry Afriansyah

Dalam rangka 23 tahun Provinsi Kepulauan Riau, tokoh Melayu dan budayawan DM. Rurry menghadirkan pantun yang indah sekaligus menyiratkan keteguhan marwah Melayu:

Bukan batang sembarang batang
Batang kami si Pokok Ara
Bukan datang sembarang datang
Datang kami ‘nak bersuara

Untuk apa pergi muara
Untuk menebang sebatang kayu
Untuk apa kami bersuara
Untuk tegakkan marwah melayu

Bukan kayu sembarang kayu
Kayu kami si Kayu Jati
Bukan melayu sembarang Melayu
Melayu kami melayu sejati

Apa tanda si kayu Jati
Batangnya keras tidak bergetah
Apa tanda melayu sejati
Duduk berunding selesaikan masalah

Di balik keindahan rima, tersimpan pesan keteguhan: Melayu adalah tuan rumah yang ramah, namun tidak akan tinggal diam bila hak dan martabatnya diusik. Tidak pula selalu menerima jika marwah diinjak-injak. Pepatah menyebut: ”biar mati berputih tulang, jangan putih mata” artinya, lebih baik mati daripada menanggung malu.

Pesan untuk Indonesia dan Dunia

Pantun DM. Rurry menegaskan bahwa budaya Melayu Kepri bukan sekadar ornamen, melainkan sumber bahasa dan identitas bangsa. Menghormatinya berarti menjaga akar Indonesia sendiri.

Sebagai provinsi yang lahir terpisah dari Riau untuk mempercepat pembangunan dan memberi ruang bagi identitasnya, Kepri pantas dilihat bukan hanya sebagai kawasan ekonomi, tetapi juga pusat warisan budaya Melayu dunia.

Penutup

Pantun menghibur, mengajar, dan menyatukan. Dari pesisir Kepri ke panggung internasional, ia membawa pesan: Jaga marwah, jaga akar bangsa. Sayangnya para penguasa membiarkan marwah dijajah penjilat dan mafia.

Di ulang tahun ke-23 ini, pantun Dato’ Megat Rurry Afriansyah mengingatkan kita bahwa suara Melayu dari Kepri bukan sekadar pantun, melainkan panggilan untuk menghormati sejarah dan martabat. Menjunjung marwah, serta meng’haram’kan penguasa penjilat dan mafia.

 

Penulis: Monica Nathan

Profil penulis: Monica Nathan, konsultan di bidang teknologi informasi. Hidup di dunia modern, tapi hatinya selalu kembali pada akar: Melayu dan Indonesia.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: MelayuMonica NathanPantun Dari Kepri
ShareTweetSend

Related Posts

Kasus Purajaya: Kejahatan Menghapus Histori Pengusaha Melayu Pribumi di Kepri Bukti Pemerintah Takluk di Bawah Mafia Tanah

Kasus Purajaya: Kejahatan Menghapus Histori Pengusaha Melayu Pribumi di Kepri Bukti Pemerintah Takluk di Bawah Mafia Tanah

Oktober 16, 2025
KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

KETIKA NEGERI “FOBIA” PADA KEJUJURAN MAKA MELAYU TEMPATAN TERABAIKAN

Oktober 13, 2025
NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

NEGARA HUKUM, HOBI MENENGGELAMKAN KASUS

Oktober 9, 2025

BP Batam dan Halusinasi Pertumbuhan Ekonomi

September 22, 2025

Kepri: Marwah yang Diperdagangkan

September 11, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?