• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

September 23, 2026
Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

September 23, 2026
Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

September 23, 2026
ADVERTISEMENT
Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

September 23, 2026
Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

September 23, 2026
Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

September 23, 2026
Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

September 23, 2026
TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

September 22, 2026
TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

September 22, 2026
Mobil Mewah Dibeli Baru, Diduga Tak Sesuai & Garansi Hangus, Pembeli Mobil Mewah di Batam Mengadu ke DPRD Batam

Mobil Mewah Dibeli Baru, Diduga Tak Sesuai & Garansi Hangus, Pembeli Mobil Mewah di Batam Mengadu ke DPRD Batam

September 22, 2026
Ketua DPR RI : Ambang Batas Parlemen Threshold 5 Persen Masih Menunggu Pembahasan Resmi

Ketua DPR RI : Ambang Batas Parlemen Threshold 5 Persen Masih Menunggu Pembahasan Resmi

September 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

(Daerah)

September 23, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
13
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

Bengkulu, satukanindonesia.com – Wacana mengembalikan kawasan Bukit Sanggul di Kabupaten Seluma dari hutan produksi menjadi hutan lindung mendapat penolakan dari pemerintah desa di Kecamatan Ulu Talo.

Kepala Desa Muara Nibung sekaligus Ketua Forum Kepala Desa Ulu Talo, Dodi Harjo, menyatakan tidak setuju jika perubahan fungsi kawasan tersebut dikaji untuk dikembalikan menjadi hutan lindung.

Menurut Dodi, status hutan produksi yang telah ditetapkan pemerintah harus dipertahankan.

Jika masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan atau perizinan, ia meminta pemerintah melakukan perbaikan sesuai aturan.

“Kalau untuk dikaji ulang, kami tidak setuju. Kalau memang ada kekurangan, kami berharap diperbaiki sebagaimana mestinya. Jangan langsung dikembalikan menjadi hutan lindung,” kata Dodi dalam konsultasi publik Kajian Peninjauan Kembali Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Bukit Sanggul di Bengkulu, Selasa (22/9/2026).

Kades: Masyarakat Sudah Bergantung pada Kawasan

Dodi mengatakan perubahan status kawasan dapat berdampak langsung terhadap masyarakat Ulu Talo.

Ia menyebut warga telah memanfaatkan kawasan untuk kegiatan perkebunan dan usaha yang menjadi sumber penghasilan.

Komoditas seperti kopi, durian dan petai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

“Bagi masyarakat kami, asas manfaatnya sangat besar. Mereka sudah banyak berkebun dan berusaha. Ada kopi, durian, petai dan hasil lainnya yang menjadi sumber usaha masyarakat,” ujarnya.

Dodi khawatir perubahan kembali menjadi hutan lindung membuat ruang masyarakat untuk mengelola lahan menjadi semakin terbatas.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian hukum dalam mengelola lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

“Kalau kembali menjadi hutan lindung, masyarakat tentu akan terdampak karena mereka tidak bisa lagi menggarap kawasan seperti sebelumnya,” katanya.

Soroti Perhutanan Sosial

Dodi juga menyinggung program perhutanan sosial yang telah berjalan di wilayah Ulu Talo.

Ia menyebut salah satu kawasan di Desa Giri Nanto telah mendapat skema perhutanan sosial dengan luasan sekitar 1.100 hektare.

Kawasan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk tanaman seperti kopi dan komoditas lainnya.

“Perhutanan sosial tetap merupakan kawasan hutan. Bedanya, masyarakat memiliki payung izin dari pemerintah untuk mengelolanya sesuai ketentuan,” jelasnya.

Menurut Dodi, program tersebut memberikan kepastian kepada masyarakat yang selama ini mengembangkan perkebunan di sekitar kawasan hutan.

Ia berharap pemerintah tetap memperhatikan kepentingan masyarakat ketika membahas masa depan kawasan Bukit Sanggul.

Dukung Investor Jika Legal

Dodi juga menyampaikan pandangannya mengenai peluang investasi, termasuk jika terdapat investor pertambangan yang ingin masuk ke wilayah Kabupaten Seluma.

Ia mengatakan masyarakat dapat menerima investasi sepanjang seluruh proses dilakukan secara legal dan melalui kajian pemerintah.

“Kami mendukung apabila dilakukan secara legal. Tentunya harus ada kajian dari pemerintah dan seluruh ketentuannya harus dipenuhi,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut merupakan sikap yang disampaikan dalam konteks investasi yang memenuhi ketentuan hukum.

Proses perizinan dan kajian lingkungan tetap menjadi kewenangan pemerintah sesuai aturan yang berlaku.

Camat Ulu Talo Ikut Menolak

Sikap serupa disampaikan Camat Ulu Talo, Raza Muftadi.

Ia menyatakan tidak setuju jika kawasan yang saat ini berstatus hutan produksi dikembalikan menjadi hutan lindung.

Menurut Raza, pemerintah perlu memastikan setiap rencana pemanfaatan kawasan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan.

“Menurut saya, sudah bagus kawasan itu menjadi hutan produksi. Tetapi kalau nanti ada investor yang masuk, tentu harus ada kajian. Bagaimana investasi berjalan dengan mengurangi dan meminimalkan kerusakan lingkungan,” kata Raza.

Kajian Masih Berjalan

Raza menegaskan proses kajian masih panjang. Karena itu, pemerintah dan masyarakat masih memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan.

Ia menyebut konsultasi publik menjadi bagian penting untuk melihat berbagai kepentingan yang muncul di lapangan.

“Pasti ada pro dan kontra. Karena itu kajiannya harus benar-benar melihat kondisi di lapangan. Kita ingin tahu bagaimana investor bisa masuk tanpa mengabaikan lingkungan,” ujarnya.

Terkait banjir yang pernah terjadi di wilayah tersebut, Raza menyebut kejadian itu perlu dilihat secara objektif.

Ia menilai perlu kajian lebih lanjut untuk menentukan faktor penyebab dan keterkaitannya dengan perubahan kawasan hutan.

Masyarakat Minta Kepastian

Perdebatan mengenai status Bukit Sanggul kini mempertemukan dua kepentingan besar. Di satu sisi, ada dorongan untuk memperkuat fungsi perlindungan hutan.

Di sisi lain, pemerintah desa menilai masyarakat membutuhkan kepastian dalam mengelola sumber penghidupan.

Kawasan Bukit Sanggul pun tidak hanya menyangkut status hutan. Di dalamnya terdapat kepentingan masyarakat, perhutanan sosial, potensi investasi, serta perlindungan lingkungan.

Karena itu, hasil kajian nantinya akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengelolaan kawasan tersebut.

Pemerintah, masyarakat desa, akademisi, organisasi lingkungan dan pihak terkait kini masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan data dan pandangan sebelum proses pengambilan keputusan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.(Testu

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

ShareTweetSend

Related Posts

Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

September 23, 2026
Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

September 23, 2026
Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

September 23, 2026

Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

September 23, 2026

Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

September 23, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?