
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani terkenal sangat dekat dan menyatu dengan warganya.
Tak disangka, Bupati perempuan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan itu punya jurus jitu dan ampuh yang belum tentu dipunya kepala daerah di Nusantara ini untuk memberi pelayanan warganya.
Menurut Indah, untuk mendapatkan masukan dan keinginan lapisan masyarakat Luwu Utara dalam rangka mensejahterakan warga, pihaknya melakukan gerakan Bupati menginap di rumah warga.
Gerakan Menginap Warga itu, lanjut Bupati Luwu Utara yang mempunyai latar belakang Dosen FISIP UI itu dinamakan ” Mobile Goverment Luwu Utara”, untuk mendengar suara rakyat.
Baca Juga : Bupati Luwu Utara Dukung Program PPGI Bumikan Semangat Toleransi dan Pluralism
“Saya selaku Bupati Luwu Utara rutin bersama tim pemerintah melakukan kunjungan dan tidur dirumah warga untuk mendengar suara rakyat dengan nama Mobile Goverment”, kata Indah kepada Media ini, diselah-selah kunjungan kerjanya di Jakarta, Kamis, 24/2/2022.
Bupati Indah menjelaskan, dengan adanya program Mobile Goverment yang diterapkannya selama menjabat Bupati periode pertama hingga periode kedua yang telah berjalan setahun, program pemerintahan di Kabupaten Luwu Utara bisa berjalan secara maksimal yang berbasis pada aspirasi warga yang dihimpun secara langsung dari rakyat.
Baca Juga : PPGI Minta KPU Tindak Tegas Politisi Yang Politisisasi Agama
“Berdasarkan konsep Mobile Goverment yang bertujuan mendengar aspirasi rakyat secara langsung, pelayanan pemerintahan di Kabupaten Luwu Utara dapat berjalan secara baik karena prinsip yang digunakan banyak mendengar, menampung aspirasi warga dan menterjemahkannya dalam program kerja pemerintahan secara nyata untuk kesejahteraan warga,” tuturnya Bupati Indah yang lowprofile itu.
Ketika ditanya yang menginspirasinya untuk melakukan gerakan Bupati Luwu Utara tinggal dan tidur dirumah warga, Indah menguraikan, pemahamannya tentang konsep dan hakikat pemerintahan dimaknai bahwa untuk kesejahteraan ekonomi dan taraf hidup warga dilakukan dengan mendengar, menampung dan menghimpun masukan dan aspirasi warga dengan menterjemahkannya dalam bentuk program kerja nyata untuk kesejahteraan warga.
“Konsep yang kita terapkan adalah dengan harus banyak mendengar aspirasi rakyat dengan turun langsung kepada masyarakat yang disebut dengan mobile goverment sekali sebulan secara bergiliran ke seluruh wilayah”, tutur Bupati yang dikenal toleran dan menghargai pluralisme itu.
Terkait dengan modalnya untuk bisa memenangkan pertarungan Pilkada secara langsung, menurut Indah yang pernah jadi Wakil Bupati Luwu Utara, dirinya mengisahkan hanya dengan ketulusan hati yang sungguh-sungguh untuk melayani rakyat dengan cara menyatu bersama kehendak rakyat dengan menampung aspirasi rakyat.
“Sejak menjadi wakil Bupati dan diminta untuk maju sebagai Bupati modal saya dengan hati yang tulus dan ikhlas banyak mendengar dan menampung aspirasi rakyat, sehingga tau apa yang menjadi kebutuhan rakyat”, tutur Dosen FISIP UI itu.
Terkait dengan konsep pelayanan yang diterapkan Bupati Luwu Utara, secara terpisah, Fernando Emas dari Direktur Rumah Politik Indonesia mengatakan merupakan konsep yang langka diterapkan para pemimpin di berbagai Daerah di Indonesia.
Menurut Fernando, jika para Kepala Daerah banyak mendengar dan menampung aspirasi rakyat dan menterjemahkannya dalam program kerja nyata, niscaya tingkat kesejahteraan warga akan cepat tumbuh.
“Bangsa ini dan para Kepala Daerah butuh seperti konsep pelayanan yang dilakukan Bupati Luwu Utara”, ujar Fernando kepada media ini. (Manru/01/SI).













