• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Cegah Gangguan Keamanan, TNI Minta Data Mahasiswa Papua

Cegah Gangguan Keamanan, TNI Minta Data Mahasiswa Papua

April 7, 2025
Reforma Agraria Harus Berujung pada Kesejahteraan

Reforma Agraria Harus Berujung pada Kesejahteraan

September 15, 2026
Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

September 14, 2026
ADVERTISEMENT
Indonesia Siap Berkontribusi bagi Ketahanan Pangan Dunia

Indonesia Siap Berkontribusi bagi Ketahanan Pangan Dunia

September 14, 2026
Bawa Spirit Bandung di KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo : Serukan Persatuan Global South

Bawa Spirit Bandung di KTT BRICS 2026, Presiden Prabowo : Serukan Persatuan Global South

September 14, 2026
Keracunan MBG Tembus 50 Ribu Orang, Ketua Komite III DPD RI : Ini Adalah Alarm Nasional

Keracunan MBG Tembus 50 Ribu Orang, Ketua Komite III DPD RI : Ini Adalah Alarm Nasional

September 14, 2026
Negara Gagal Melindungi Pekerja HAM dan Jurnalis di Papua

Negara Gagal Melindungi Pekerja HAM dan Jurnalis di Papua

September 14, 2026
Wakil Ketua Baleg DPR Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan dalam RUU Reforma Agraria

Wakil Ketua Baleg DPR Dorong Masyarakat Adat Dilibatkan dalam RUU Reforma Agraria

September 14, 2026
Menteri ATR/BPN Sebut Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Menteri ATR/BPN Sebut Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

September 14, 2026
Menko Zulkifli Lepas Ekspor Bawang Merah Brebes ke Thailand

Menko Zulkifli Lepas Ekspor Bawang Merah Brebes ke Thailand

September 14, 2026
Di KTT BRICS, Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana Pun

Di KTT BRICS, Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana Pun

September 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, September 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Cegah Gangguan Keamanan, TNI Minta Data Mahasiswa Papua

[Daerah - Permintaan Data Mahasiswa Papua oleh KODIM 1707 Timbulkan Polemik di Masyarakat ]

April 7, 2025
in Daerah, News, Politik
0
0
SHARES
642
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO : Surat permintaan data mahasiswa Papua dari Kodim 1707 Merauke yang dikirim ke Kabag Kesra Setda Merauke//ISTIMEWA

JAYAPURA, SATUKANINDONESIA.Com – Guna mendeteksi dan mencegah berbagai potensi gangguan keamanan yang terjadi di masyarakat termasuk di lingkungan perguruan tinggi, Komando Distrik Militer (KODIM) 1707 Merauke menyatakan permintaan data mahasiswa Papua.

Namun, aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan pendataan mahasiswa bukan kewenangan TNI, dan khawatir permintaan data mahasiswa tersebut sebagai upaya untuk membungkam suara kritis mahasiswa Merauke yang akan menimbulkan permasalahan dan polemik tersedniri di tengah masyarakat dalam prespektif HAM dan Demokrasi di Indonesia.

Komandan Distrik Militer 1707/Merauke, Letkol Inf Jhony Nofriady mengatakan, pihaknya memang pada Selasa (25/03/2025) lalu menyurati Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Merauke untuk meminta data mahasiswa Papua.

Dasar permintaan data mahasiswa yaitu program kerja Kodim 1707 Merauke Bidang Intelijen atau pengamanan dan pertimbangan Komando atau staf Kodim 1707 Merauke.

“Ya surat itu benar dari Kodim 1707 Merauke. Kita itu ada pendataan semua elemen tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, gabungan kelompok tani, mahasiswa, dan lain-lain,”kata Jhony kepada wartawan, Jumat (04/04/2025).

Dikatakannya, TNI memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Salah satu implementasinya adalah dengan pendekatan teritorial melalui pembinaan masyarakat untuk mewujudkan keamanan dan pertahanan rakyat semesta atau Siskamharta.

Lanjut, dia mengatakan, Siskamharta di bidang teritorial merupakan upaya kolaboratif antara TNI dan seluruh elemen bangsa dalam menciptakan keamanan dan pertahanan yang stabil dan berkelanjutan. Serta mendorong kesiapsiagaan rakyat secara menyeluruh dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

“Dalam hal ini kegiatan yang dilakukan oleh TNI bersifat preventif, edukatif, dan konstruktif, bukan represif,”ujarnya.

Ia mengemukakan, permintaan data mahasiswa yang dilakukan oleh jajaran TNI bukan dimaksudkan untuk intervensi, pengawasan, ataupun membatasi kebebasan akademik mahasiswa.

Justru kata dia, TNI menjamin, menghormati, dan mendukung kebebasan akademik serta hak-hak sipil warga negara, termasuk para mahasiswa, sepanjang aktivitasnya berlangsung sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Kita tidak ada sedikitpun intervensi akademik kampus. Tidak ada yang perlu ditakuti. Kita kodim sebagai satuan kewilayahan harus tahu potensi wilayah kita,”katanya.

Menurutnya, data yang diminta semata-mata bertujuan untuk mendukung kegiatan deteksi dini, cegah dini, dan antisipasi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang mungkin dapat terjadi di tengah masyarakat, termasuk lingkungan kampus.


Hal ini, kata dia, bagian dari tugas pokok TNI dalam mendukung stabilitas nasional yang bersifat preventif dan bukan bertujuan melakukan intimidasi terhadap kelompok tertentu.

Dikatakannya, seluruh tindakan TNI di wilayah teritorial senantiasa dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, seperti polisi, pemerintah daerah, serta institusi pendidikan.

Jhony menuturkan, pihaknya selalu terbuka untuk berdiskusi secara transparan, konstruktif, dan terbuka bersama para pemangku kepentingan termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa, guna menghindari kesalahpahaman yang bisa merugikan hubungan harmonis antar-elemen bangsa.

 

“Komitmen TNI untuk Rakyat. Kami menegaskan kembali bahwa seluruh tindakan TNI adalah demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia, demokrasi, serta kehidupan sosial yang harmonis. TNI akan selalu berdiri bersama masyarakat dalam menciptakan keamanan dan ketahanan nasional,”ujarnya.

Wakil Bupati Kabupaten Merauke, Fauzan Nihayah mengaku, tidak mengetahui permintaan data mahasiswa Papua oleh Kodim 1707/Merauke tersebut.

“Surat belum sampai ke saya langsung, jadi nanti cek dulu,”kata Fauzan, Jumat (04/4/2025)

 

Sementara Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Cahyo Pamungkas mengatakan, pendataan mahasiswa Papua oleh Kodim 1707 Merauke merupakan upaya pemetaan dan sebagai upaya pemetaan mahasiswa Papua asal Merauke yang kritis terhadap kebijakan yang dijalankan negara.

Apalagi menurut Cahyo, saat ini mahasiswa Papua secara khusus mahasiswa Merauke sangat lantang menyuarakan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN di Merauke.

“Pendataan ini menimbulkan kecurigaan terkait dengan kemungkinan pemetaan terhadap mahasiswa Papua untuk mengetahui siapa-siapa yang kritis terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Food Estates di Merauke,”kata Cahyo, Sabtu (05/04/2025).

Cahyo mengatakan, TNI tidak memiliki kewenangan untuk mendata mahasiswa.
Sambungnya, sejumlah mahasiswa Merauke baik yang di Merauke, Papua, maupun luar Papua menangkap pesan bahwa pendataan ini ditujukan untuk mengetahui mahasiswa yang kritis atau terlibat dalam gerakan masyarakat adat yang mempertahankan tanahnya.

“Pendataan mahasiswa bukan merupakan ranah kewenangan institusi-institusi aparat keamanan termasuk militer. TNI tidak memiliki kewenangan untuk mendata mahasiswa. Data penduduk dengan status kemahasiswaan seharusnya sudah ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sehingga TNI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pendataan secara langsung,”ujarnya.

Cahyo mengatakan, mahasiswa dari Merauke baik yang di Merauke, Papua, maupun luar Papua, tidak perlu takut terhadap pendataan oleh TNI.

Ia mengatakan, mahasiswa Papua secara khusus mahasiswa Merauke harus tetap berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang telah merugikan masyarakat adat Papua.

 

Direktur LBH Merauke, Johnny Teddy Wakum menyebut, TNI tidak memiliki kewenangan untuk melakukan permintaan data atau melakukan pendataan mahasiswa Papua asal Merauke.

Wakum mengatakan, pendataan mahasiswa ini berkaitan erat dengan perlindungan data pribadi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang – Undang 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, ini yang dilanggar dalam permintaan data mahasiswa Merauke.

“Pasal ini tegas melindungi hak mahasiswa sebagai subjek data pribadi untuk mendapatkan informasi tentang kejelasan identitas, dasar kepentingan hukum, tujuan permintaan dan penggunaan data pribadi dan akuntabilitas pihak yang meminta. Hak dalam pasal 5 ini bahkan bukan hak yang dikecualikan dalam alasan kepentingan pertahanan dan keamanan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 15,” kata Wakum, Minggu (06/04/2025).

Ia juga mengatakan, cara pandang yang tidak tepat apabila TNI meminta data mahasiswa Papua untuk bertujuan mencegah dan mengantisipasi gangguan keamanan.

Dikatakannya, permintaan data mahasiswa itu justru berpotensi menebar ketakutan warga terutama mahasiswa Papua.

Dikhawatirkan TNI akan sibuk melakukan yang bukan tugasnya, untuk mendeteksi ancaman dari luar dan malah menganggap mahasiswa sebagai ancaman.

Wakum mengatakan, jika dipelajari dari sejarah, intervensi militer terhadap kebebasan ruang sipil hanya akan menjadi pintu gerbang pelanggaran-pelanggaran HAM.

“Tentunya kita tidak ingin terjadi apalagi dalam konteks Papua trauma dan luka terhadap pelanggaran HAM Berat masa lalu yang belum terselesaikan hingga saat ini,”ujarnya.

Mahasiswa asal Merauke, Nikolaus Baragi merasa pendataan mahasiswa oleh Kodim 1707 Merauke bukan untuk kepentingan keamanan negara. Baragi khawatir pendataan mahasiswa Papua asal Merauke oleh TNI untuk mengidentifikasi mahasiswa yang kritis, apalagi ada penolakan terhadap PSN di Merauke yang dilakukan mahasiswa.

 

“Pendataan ini bukan untuk kepentingan keamanan negara melainkan untuk melakukan aksi teror kepada Mahasiswa di Merauke karena ada sejumlah aksi protes tolak PSN yang dilakukan oleh mahasiswa. Terakhir bulan lalu kami Solidaritas Merauke yang terdiri dari LSM, Masyarakat Adat, Pemuda dan Mahasiswa sudah nyatakan sikap tegas untuk menolak segala bentuk investasi PSN di Merauke,”kata Baragi, Sabtu (05/04/2025).

Baragi mengaku, khawatir dengan pendataan mahasiswa yang dilakukan oleh tentara dari Kodim 1707/Merauke. Akan tetapi, Baragi meminta agar mahasiswa Papua asal Merauke tetap kritis dan lantang menyuarakan penolakan terhadap kebijakan negara terutama proyek strategis nasional yang merugikan masyarakat adat.

“Mungkin saja tujuannya untuk mengidentifikasi setiap mahasiswa yang terlibat dan yang tidak terlibat penolakan PSN. Kami mahasiswa tetap bersama masyarakat adat akan terus lawan. Jujur program PSN tidak sejahterakan masyarakat adat. Dulu ketika MIRE dan MIFEE datang, dalil mereka ini akan membantu membuka lapangan pekerjaan terutama kepada orang asli pemilik hak ulayat tapi apa? Itu hanya untuk kepentingan oligarki,”ujar mahasiswa Merauke tersebut.

Direktur LBH Merauke, Johnny Tedy Wakum berharap permintaan data mahasiswa oleh TNI tidak menyurutkan semangat mahasiswa bersuara mempertahankan hutan dan tanah adat Merauke dari ancaman deforestasi dan kerusakan ekologi akibat PSN Food Estate Merauke.

“Pendataan ini tentunya membuat mahasiswa Merauke merasa tidak aman dan tidak nyaman. Namun saya berharap, mahasiswa Merauke bisa melihat dan setia pada tujuan mulia ini, apa pun yang merintangi mereka,”tandasnya. [**/GRW}

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Data Mahasiswa PapuaDemokrasiFauzan NihayahFood Estates MeraukeGangguan KeamananHAMKODIM 1707Kodim 1707/MeraukeKomandan Distrik Militer 1707/MeraukeLetkol Inf Jhony NofriadyMahasiswa MeraukeNikolaus BaragiProgram Strategis NasionalPSNSurat Kodim 1707 MeraukeTimbulkan PolemikTNITNI Minta Data Mahasiswa PapuaTugas TNIWakil Bupati Merauke
ShareTweetSend

Related Posts

MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

September 5, 2026
Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 4, 2026
Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 2, 2026

Ketua DPRD Nilai PSEL Kota Bekasi Solusi Strategis Atasi Masalah Sampah

Agustus 31, 2026

TNI dan Polri Diminta Buka Data Jumlah Aparat Yang Dikerahkan di Papua

Agustus 24, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?