Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak mengevaluasi kinerja Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani. Alasannya Benny diduga kuat memanfaatkan kekuasaannya untuk memobilisasi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres.
“Benny Rhamdani diduga kuat menggunakan pengaruhnya sebagai Kepala BP2MI untuk memenangkan salah satu capres di luar negeri dalam Pemilu 2024,” ujar Wijaya melalui keterangan tertulis, sebagaimana dilansir Liputan6.com, Sabtu (10/2/2024).
Dia menjelaskan, dugaan Benny melakukan abuse of power ini mencuat setelah beredarnya hasil exit poll Pilpres 2024 yang dominan dimenangkan salah satu pasangan capres-cawapres. Sekalipun, pihak KPU sudah membantah kebenaran dari hasil perhitungan suara tersebut.
“Berdasarkan exit poll yang tersebar luas di media sosial, pasangan tersebut menang Pemilu di banyak lokasi di luar negeri. Di antaranya, di Australia, Hong Kong, Eropa, Amerika Serikat, Amerika Selatan, Timor Leste. Paslon itu disebutkan hanya kalah di Arab Saudi dan Timur Tengah,” ujar Wijaya.
Apalagi, lanjut dia, Benny merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hanura, partai politik yang mendukung paslon tersebut di Pemilu sekaligus Wakil Ketua Tim Pemenangan.
Sebelumnya, tambah Jaya, Benny mengundang capres yang sama (ketika itu masih bakal capres) untuk hadir di kegiatan BP2MI, tanpa mengundang bakal capres lain.
“Aksi Benny itu patut dipertanyakan dan ditindak Presiden,” jelas Wijaya. (***)













