
Oleh:
Gandhi Pakpahan
SatukanIndonesia.com – Parsahutaon Nahumaliang Doloksanggul (PARNADOS) berdiri pada tanggal 27 Januari 1995 mempunyai benang merah yang tidak dapat dipisahkan dengan PERNADOS yang berdiri sebelumnya dan wadah lain setelahnya seperti PANITIA KERJA PEMBENTUKAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAAN dan FKMHH sebagai bagian penting untuk menggagas dan mengawal terbentuknya Kabupaten Humbang Hasundutan pada tahun 2003 melalui UU Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, Dan Kabupaten Humbang Hasundutan Di Provinsi Sumatera Utara.
Pada kesempatan Ulang Tahun HUMBAHAS ke-14 ini, kami menyajikan sekilas sejarah yang merupakan kenangan indah bagi para pelaku mulai dari berdirinya PERNADOS-PARNADOS-PANITIA KERJA PEMBENTUKAN KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN-FKMHH.
Persatuan Naposobulung Doloksanggul dan Sekitarnya (PERNADOS) Wadah Strategis Putra-putri Humbang Hasundutan
Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1975, atas prakarsa sdr. Marulam Simamora, Paruntungan Lumban Gaol, Budiman Pasaribu, Ganda Pasaribu, Jeffri M Simamora, Artha Simamora dll, dibentuk satu wadah untuk menghimpun para naposobulung yang berada di Ibukota Jakarta dengan nama PERNADOS singkatan dari Persatuan Naposobulung Doloksanggul dan Sekitarnya.
Wadah ini berkembang dengan berbagai aktifitas sosial, antara lain setiap tahunnya menyelenggarakan perayaan Natal bersama para orangtua yang berasal dari Doloksanggul dan sekitarnya.
Di berbagai kesempatan bersama Pernados Bandung, Pernados Medan merayakan Natal dan bakti sosial di Bona Pasogit Doloksanggul. Kegiatan lainnya mengikuti Turnamen Olahraga dengan Naposobulung dari daerah lainnya seperti Lintong Nihuta, Balige, Dairi dan lain-lain.
Sejak berdirinya, para naposobulung dan para senior selalu mempunyai akses dan interaksi dengan para natua-tua, tidak hanya natua-tua dari Kecamatan Doloksanggul, tetapi juga kecamatan lainnya di Humbang.
Terbukti pada saat menghimpun natua-tua yg berasal dari Humbang untuk bergabung dalam PARNADOS maupun Panitia Kerja Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan tidak mengalami kesulitan yang berarti.
Hingga saat ini PERNADOS tetap eksis di usianya yang hampir 41 tahun dan sangat membanggakan dengan dikomandoi para naposobulung yang jumlahnya sangat signifikan dan potensi-potensi muda yang banyak karya dan yang paling utama tetap menjaga netralitasnya pada proses politik yang baru-baru ini terlaksana di Bona Pasogit.
PARNADOS sebagai Cikal Bakal Inisiator
Berdiri tepatnya pada tanggal 27 Januari 1995. Peduli kepada keprihatinan atas ketertinggalan Bona Pasogit, yang pada saat itu diposisikan sebagai daerah peta kemiskinan di Tanah Air, para natua- natua merasa terpanggil dan bergabung dalam satu wadah yang disebut PARNADOS, yang terdiri dari 6 (enam) kecamatan yaitu DOLOKSANGGUL, ONAN GANJANG, PAKKAT, PARLILITAN, LINTONG NIHUTA dan PARMONANGAN.
Wadah ini dimotori Bapak Ir. Humuntar Lumban Gaol, RP Simamora, Gandhi Pakpahan, Robert Siregar, BrigJen Maniur Pasaribu, Kol. AB. Manalu, Bantu Manik, Hans Simamora, Sahala Silaban, Surung Simamora, Kombes Panusunan Pakpahan, Johan Mulia Sihombing, MayJen Tulus Sihombing, Ny. Sihombing br. Simamora, Drs. Sariaman Simamora, Drs. Djaudi Marbun, Drs. Umar Tinabunan, Ir. Sahat Pakpahan, Ir. Suhut Simamora, dan para senior PERNADOS lainnya seperti Jeffri M Simamora, Freddy Pam Situmorang, Morgan Lumban Batu, Thony Pasaribu, Aduhot Simamora dan lain-lain.
Tujuan utamanya adalah melaksanakan program nyata yang menyentuh kepentingan masyarakat di Bona Pasogit sekaligus pencanangan berdirinya satu Kabupaten di Humbang.
Program nyata terwujud pada MARTABE PARNADOS tahun 1995, dipusatkan di Doloksanggul dengan menghadirkan beberapa Menteri dan Gubernur Sumatera Utara saat itu Raja Inal Siregar.
Kepada beberapa kecamatan dibagikan traktor dan bantuan lainnya serta pembagian bibit tanaman dan pencanangan sejuta pohon. Euforia MARTABE saat itu mendorong terbentuknya berbagai organisasi di Jakarta seperti Parsadaan Keluarga Besar Doloksanggul, Parsadaan Keluarga Besar Pakkat, Parsadaan Keluarga Besar Lintong Ni Huta dan lain sebagainya.
Di antaranya ada lembaga berbadan hukum seperti YAYASAN PARNADOS, YAYASAN SIBUNDONG CENTER dan di Bona Pasogit dibentuk Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) yang dipimpin Sdr. Saut Parlindungan Simamora.
Beberapa kegiatan penting yang dilakukan PARNADOS sebagai upaya prakarsa awal pembentukan Kabupaten Humbang, yaitu:
- Menyampaikan dukungan pencalonan sdr. RE. Nainggolan, MM kepada DPRD Tkt II Tapanuli Utara sebagai Bupati KDH. Tkt II Tapanuli Utara;
- Menyampaikan dukungan pencalonan sdr. Manosor Purba sebagai anggota DPRD Tapanuli Utara;
- Melakukan seminar-seminar (Tanah Adat, Hak Ulayat);
- Malam Peduli Humbang diberbagai tempat;
- Menerima kehadiran Camat se-Tapanuli Utara untuk mendiskusikan rencana Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan dari Kabupaten Tapanuli Utara. Wadah PARNADOS tetap eksis dengan berbagai kegiatan sampai dengan terbentuknya Panitia Kerja Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Terbentuk Panitia Kerja Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan (PKPKHH)
Pada tanggal 14 Juni 2002, kepanitiaan dibentuk di Jakarta dan dikukukuhkan oleh Panitia Pusat Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan dengan Surat Keputusan tertanggal 19 Juni 2002.
Perubahan politik nasional pada era reformasi, dengan diberlakukannya UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, merupakan momentum yang sangat strategis untuk menyampaikan aspirasi berdirinya satu daerah otonom di Humbang.
Sejarah telah mengukir bahwa Humbang pernah menjadi kabupaten pada tahun 1947-1949. Terbentuknya Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan aspirasi dan tuntutan riil masyarakat.
Pada tanggal 23 April 2002, masyarakat Bona Pasogit mendeklarasikan pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan di Doloksanggul dan diteruskan ke DPRD Tapanuli Utara dan Bupati Tapanuli Utara.
Aspirasi ini diterima baik oleh legislatif maupun eksekutif di Tapanuli Utara, ini dibuktikan dengan keluarnya Keputusan Pesetujuan DPRD Tapanuli Utara No. SK.06 Tahun 2002 tanggal 8 Juni 2002, selanjutnya keluar Usulan Pemekaran Bupati Tapanuli Utara No. 135/3401/Pem/2002 tanggal 11 Juni 2002.
Peranan yang sangat signifikan telah diberikan oleh Drs. RE. Nainggolan, MM baik selaku Bupati Tapanuli Utara maupun sebagai putra daerah Humbang.
Dalam rangka persiapan penyampaian aspirasi ke DPR RI dan Pemerintah Pusat, Drs. RE. Nainggolan, MM, meminta kesediaan para orangtua di Jakarta, khususnya sdr. Marulam Simamora, Gandhi Pakpahan untuk memfasilitasi kehadiran para utusan dari Bona Pasogit (Panitia Pembentukan Pusat).
Didorong oleh semangat kebersamaan dalam waktu relatif singkat terbentuk Tim Kecil yang disebut TIM JAKARTA sebagai mitra dari Panitia Pembentukan Pusat.
Rapat Koordinasi Panitia Pembentukan Pusat yang dikomandoi oleh Rindang Simamora dan TIM Jakarta yang dipimpin oleh Marulam Simamora, SE dilaksanakan di Hotel Pardede Jakarta dengan beberapa program dan keputusan antara lain:
Pada Tanggal 13 Juni 2002, menyampaikan aspirasi ke Komisi II DPR RI dan sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Manase Mallo, selaku Ketua Sub Komisi Otonomi Daerah. Selanjutnya pada Tanggal 13 Juni 2002 malam, bertempat di Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta, seluruh delegasi diterima oleh Panda Nababan selaku anggota DPR RI dan memberi arahan sekaligus memfasilitasi pertemuan dengan pihak Departemen Dalam Negeri.
Kemudian pada pada tanggal 14 Juni 2002, Tim menyampaikan aspirasi ke Departemen Dalam Negeri yang kini berubah nama menjadi Kementerian Dalam Negeri yang diterima oleh Maswandi Wahyu Najib selaku Direktur Teknis Otonomi Daerah.
Setelah melakukan Pertemuan dengan Pejabat Departemen Dalam Negeri dan Komisi II DPR RII yang membidangi Otonomi Daerah (Pemerkaran Daerah), pada tanggal 14 Juni 2002, para Inisiator mengadakan Rapat bertempat di Hotel Pardede, Jakarta Pusat yang didasarkan pada Mandat Panitia Pembentukan Pusat, dibentuk Panitia Kerja Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan Jakarta dengan susunan pengurus sebagai berikut:
Ketua Umum : Marulam Simamora,
Sekretaris Umum : Gandhi Pakpahan,
Bendahara Umum : Bantu Manik,
dengan uraian tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
- Melakukan Koordinasi dengan DPR RI dan Depdagri;
- Penggalangan dana pembiayaan Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan;
- Mengkoordinir potensi keluarga di parserahan agar berperan aktif.
Dalam beberapa waktu setelah terbentuk Panitia Kerja, secara marathon Panitia Kerja telah mengantongi beberapa kemajuan Progres Panitia Kerja, yaitu: pada tanggal 28-30 Juni 2002, mendampingi Komisi II DPR RI melakukan kunjungan ke Bona Pasogit untuk melakukan survey dilapangan tentang kesiapan daerah yang akan dimekarkan.
Pada tanggal 6-8 September 2002, mendampingi Tim Terpadu Depdagri, DPRD, dan Komisi II DPR RI ke Bona Pasogit, juga memastikan kembali persiapan Daerah dan pada tanggal 23 September 2002, menghadiri dan memantau usulan Komisi II pada Sidang Paripurna DPR RI.
Jerih lelah dan upaya Panitia Kerja serta dukungan dan harapan semua masyarakat Humbang Hasundutan, ujung dari semua upaya itu membuahkan hasil melalui sidang Paripurna DPR pada tanggal 4 Januari 2003 untuk memutuskan dan menyetujui Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan yang dituangkan dalam UU Nomor 9 Tahun 2003 Tentang Pemekaran Kabupaten Pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, Dan Kabupaten Humbang Hasundutan Di Provinsi Sumatera Utara.
Sebagai rasa syukur dan sukacita yang tak terhingga bagi Panitia dan seluruh Masyarakat Humbang Hasunutan, pada tanggal 16 Februari 2003, Panitia Pemekaran mengadakan syukuran di Hotel Cempaka Jakarta dihadiri Bupati Tapanuli Utara Bpk Drs. RE. Nainggolan, MM, Komisi II DPR RI, Ketua DPRD dan Anggota DPRD Tapanuli Utara dan para natua-tua di Jakarta.
Sebagai lanjutan dari tahapan proses legislasi suatu UU yang telah disahkan pada rapat paripurna DPR bersama Pemerintah, 25 Februari 2003, Presiden RI Megawati Soekarno Putri menerbitkan UU No. 9 Tahun 2003 yang didalamnya memuat tentang terbentuknya Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara.
Dalam rangka menidaklanjuti dan sebagai pelaksanaan UU tentang Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan, pada tanggal 22 April 2003, Panitia menyampaikan Surat kepada Menteri Dalam Negeri perihal supaya Penjabat Bupati untuk tidak diperkenankan mencalonkan diri menjadi Bupati Definitif.
Selanjutnya dalam rangka mendinamisasi dan menampung aspirasi dan harapan Masyarakat Humbang Hasundutan demi memajukan Kabupaten Humbang Hasundutan dengan segala potensi dan resources yang dikandungnya, pada tanggal 24 April 2003 Panitia Pemekaran mengadakan seminar Nasional dengan Topik “Profil Kabupaten Humbang Hasundutan ditinjau dari Perspektif Otonomi Daerah, Tata Ruang, Ekonomi dan Sosial”, bertempat di kantor LIPI Jakarta.
Dalam rangka menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Humbang Haundutan yang diamanatkan dalam UU, Menteri Dalam Negeri mengangkat Manatap Simanungkalit sebagai Penjabat Bupati Pertama di Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Gubernur Sumatera Utara yang ditandai dengan pelantikan Penjabat Bupati pada tanggal 28 Juli 2003 oleh Gubernur Sumatera Utara di Medan yang dihadiri Panitia Kerja.
Sebagai rangkaian akhir dari tugas Panitia Kerja yang telah erhasil menggagas dan mengawal proses pemerkaran, maka pada tanggal 29 Agustus 2003, Panitia Kerja menyelenggarakan Sarasehan Nasional Kabupaten Humbang Hasundutan bersama Pj. Bupati, Muspika, Camat dan seluruh unsur Tokoh Masyarakat dengan memberi dukungan sarana administrasi berupa komputer ke masing-masing Camat yang diselenggarakan di Gedung Situmorang Doloksanggul.
Oleh karena tugas dan tanggung jawab Panitia Kerja telah sampai pada hasil akhir yaitu menghantarkan Humbang Hasundutan yang terdiri dari 9 Kecamatan menjadi Kabupaten Humbang Hasundutan, maka pada tanggal 29 Agustus 2003, Panitia Kerja secara mutatis dan mutandis berakhir demi hukum, maka Panitia Kerja tersebut bermetamorfosa menjadi Forum Komunikasi Masyarakat Humbang Hasundutan Jakarta sebagai wadah bagi Putra-Putri Humbang Hasundutan sekaligus wadah untuk merumuskan ide dan gagasan yang akan disumbangkan bagi kemajuan Kabupaten Humbang Hasundutan, yang pada saat itu dilakukan Pelantikan Pengurus (FKMHH) dengan susunan pengurus sebagai berikut:
- Ketum : Marulam Simamora
- Sekum : Gandhi Pakpahan
- Bendum : Bantu Manik
Agenda terakhir dimasa kepengurusan Panitia Kerja, pada tanggal 30 Agustus 2003, Panitia menghadiri acara syukuran dan peresmian kabupaten Humbang Hasundutan di Lapangan Bola Doloksanggul dan Pesta Rakyat dihibur oleh artis-artis Ibukota, dimana Panitia diisi oleh semua Panitia Kerja Pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan secara lengkap, yang terdiri dari:
Penasehat :
Koordinator : John DP Simamora
Anggota :
- Ir. Humuntar Lumban Gaol, RP Simamora
- BrigJen Maniur Pasaribu
- Kol Drs. AB. Manalu
- Ir. Johan Mulia Sihombing
- Drs. Sariaman Simamora
- Jhon Pieter Nainggolan
- Drs. Djaudi Marbun
- MayJen Tulus Sihombing
- DM Lumban Gaol
- Drs. SH. Banjarnahor
- MH Silaban, SH
- Drs. Umar Tinambunan
- MT. Lumban Gaol, SH
- Binsar Siburian
Tim Ahli :
Koordinator : Drs. Hans Simamora
Anggota :
- Drs. Sahala Lumban Gaol
- DR. Thamrin Sihite
- DR. Jawali Marbun
- Drs. SC. Simamora
- Drs. Panusunan Pakpahan
- Ir. Sahat Pakpahan
- Ir. Suhut Simamora
- DR. Jamartumpal LbnGaol
- Ir. Hotma Sitohang
- Drs. Sahat Manalu
- Ir. Nelson Silaban
- Ir. Mujur Banjarnahor
- Drs. TD. Lumbanbatu, Ak
- Drs. L. Purba, Ak
- Drs. Sahala Silaban
- Marusaha Lumban Gaol
- Apul D. Maharaja
- Ir. Mawardi Silaban
PENGURUS HARIAN
- Ketua Umum : Marulam Simamora
- Ketua I : Harry Siregar
- Ketua II : Freddy Situmorang
- Ketua III : Sahat Silaban
- Sekum : Gandhi Pakpahan
- Sekretaris I : Morgan Lbn Batu
- Sekretaris II : Hotman Simamora
- Bendum : Bantu Manik
- Bendahara : Thony Pasaribu
Koordinator Kecamatan :
- Bakti Raja : Puasa Banjarnahor
- Dolok Sanggul : M. Djamaslin Simamora
- Lintong Nihuta : Rotua Lumban Toruan
- Onan Ganjang : Muliater Banjarnahor
- Pakkat : Marden Marbun
- Paranginan : Lontas Siregar
- Parlilitan : Benny Simanullang
- Pollung : Sahala Lumban Gaol
- Sijama Polang : Biltom Simamora
SEKSI-SEKSI
Hubungan Legislatif :
- Anton J Lumban Gaol
- Hot Asi Simamora
- Charles Lumban Toruan
Hubungan Eksekutif :
- M Simamora
- Gerson Manalu
- Drs. Ramses Lumban Batu
- Drs. Makmur Marbun
Humas/Publikasi :
- Jeffffri M Simamora
- Gundar Banjarnahor
- Edward Malau
- Marulim Munthe
- Maruli Tua Silaban
- Pestamen Situmorang
Dana :
- Panal Banjarnahor
- Tonggo Aritonang
- Charly Situmorang
- Mombang Sihite
- Bernard Nainggolan
- Asal Sianturi
- Lourens Siburian
- Hotman Simbolon
- Elon M Lumban Gaol
- Artha Simamora
- Walter Lumban
- Gaol Mangolo Purba
- Matio Sihombing
- Belkio Marbun
- Theodorus Marbun
- Mangasa Banjarnahor
- Jolly Simamora
- Drs. Sitinjak
Koordinator Antar Daerah :
- Togar Sihite
- Aduhot Simamora
- Henry Simamora
- Yusuf Sihite
- Stefanus Manullang
Panitia Kerja ini berakhir penugasannya pada saat peresmian Kabupaten Humbang Hasundutan dan membentuk Wadah baru yang disebut Forum Komunikasi Masyarakat Humbang Hasundutan (FKMHH), yang kehadirannya diprogram untuk.menjadi Mitra Pemda untuk masa-masa selanjutnya.(*)













