
Bali, SatukanIndonesia.com – Gubernur Bali Wayan Koster melantik melantikan Kepala Daerah terpilih di enam kabupaten dan kota di Kantor Gubernur Bali, Jumat (26/2/2021). Pelantikan digelar tertutup dan disiarkan secara daring di kanal Youtube Pemprov Bali.
“Upacara pelantikan hari ini merupakan momentum penting bagi kita dalam rangka percepatan pembangunan di Bali. Pasangan kepala daerah dan wakil yang telah dilantik patut bersukur dan berbahagia karena mendapat kepercayaan dari masyarakat,” kata Koster dalam sambutannya.
Adapun 6 kepala daerah yang dilantik yakni:
- Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, I Nengah Tamba-Gede Patriana Krisna,
- Bupati dan Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya-Made Eddy Wirawan,
- Bupati dan Wakil Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa.
- Bupati dan Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha-I Wayan Diar,
- Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Gede Dana-I Wayan Artha Dipa, dan
- Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara-I Kadek Agus Arya Wibawa.
Koster meminta para kepala daerah bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan masyarakat melalui pemilihan secara umum.
“Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas sebaik baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” kata dia.
Koster menekankan, sesuai amanat undang-undang, ia berharap kepala daerah yang dilantik paham penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan harus dilakukan secara hierarki secara bertingkat mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota.
“Melalui koordinasi dan sinkronisasi dengan tertib dan disiplin dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.
Instruksi Khusus Wayan Koster
Koster memberikan instruksi khusus kepada kepala daerah yang dilantik fokus mengendalikan Covid-19. Menurutnya, pandemi ini harus ditangani serius karena kasus Covid-19 yang masih tinggi.
“Kita berkewajiban menangani Covid-19 dengan serius dan sungguh-sungguh, mengingat kasus positif masih tinggi, tingkat kesembuhan belum memenuhi harapan, dan tingkat kematian masih relatif tinggi,” kata dia.
Menurutnya, pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali tidak akan bisa berjalan jika pandemi belum dikendalikan.
“Tidak ada strategi dan pilihan lain, penanganan pandemi Covid-19 harus semakin baik agar dapat membangun kepercayaan masyarakat luar untuk berwisata ke Bali dengan aman dan nyaman,” katanya.(*)













