
Surabaya, SatukanIndonesia.Com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak ada toleransi bagi PNS di lingkungan Pemprov Jatim yang tidak loyal pada Pancasila. Hal ini disampaikan oleh gubernur wanita pertama Jatim ini ketika menyampaikan sambutannya dalam Upacara Pengambilan Sumpah/Janji PNS di lingkungan Pemprov Jatim, Kamis (4/5/2023).
“Tidak boleh ada toleransi bagi PNS di Provinsi Jawa Timur dan juga di negeri ini untuk mendiskusikan gagasan di luar Pancasila. Untuk melakukan gerakan-gerakan yang tidak berseiring dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Khofifah.
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari penjelasan mengenai istilah loyal dari BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). BerAKHLAK sendiri merupakan core values ASN yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo Juli 2021.
Dalam awal penjelasan mengenai loyal, Khofifah menyatakan bahwa loyalitas merupakan bagian yang sangat penting bagi ASN. Loyalitas ini adalah loyalitas sebagai satu korps ASN sekaligus Korps NKRI.
“Pada posisi seperti ini tidak ada pikiran-pikiran, gagasan-gagasan apalagi gerakan yang tidak berseiring dengan Pancasila. Yang tidak berseiring dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuh Sosok yang dekat dengan Almarhum Gus Dur ini.
Di akhir penjelasannya mengenai loyal, Khofifah secara tegas kembali mengingatkan, “Saya ingin menyampaikan kepada kita semua, bukan hanya saudara yang barutapi kita semua. Pikiran kita harus merah putih, hati kita harus merah putih dan gerakan kita harus merah putih.”
Pernyataan tersebut sontak disambut tepuk tangan peserta yang hadir baik PNS yang dilantik maupun puluhan Pejabat di lingkungan Pemprov Jatim hadir. Tampak diantaranya Wakil Gubernur Emil Dardak, Sekda Adhy Karyono beserta asisten Setda dan seluruh Pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Jatim.
Pengambilan sumpah/janji jabatan ini dilakukan terhadap 1.450 PNS yang terdiri dari 1.300 peserta CPNS tenaga kesehatan, tenaga teknis dan tenaga administasi lingkungan Pemprov Jawa Timur. Sementara 150 lainnya merupakan PNS yang belum diambil sumpah/janji tahun lalu.
Untuk penanda tanganan berita acara pengambilan sumpah dan janji secara simbolis diwakili oleh perwakilan dari 5 agama. M. Burhanudin mewakili yang beragama Islam, Novia Astika Hadi Mulyono mewakili Kristen, Maria Nining Kehi newakili Katolik, I Nyoman Riki Wisdyasastrawan mewakili Hindu dan Jenasi Binarto mewakili Budha.(Yos/Redaksi)













