• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: Sejarah dan Tema 2020

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: Sejarah dan Tema 2020

November 25, 2020

Ketua DPRD Hadiri Peresmian Gedung Arsip dan Musholla Baitus Shalihin di PN Batam

Juli 29, 2026
Pemberitaan RUU Masyarakat Adat Disoroti dalam Green Editor Forum

Pemberitaan RUU Masyarakat Adat Disoroti dalam Green Editor Forum

Juli 29, 2026
ADVERTISEMENT
Militer AS Yang Hilang saat Perang Dunia II di Pulau Biak Mulai Diidentifikasi

Militer AS Yang Hilang saat Perang Dunia II di Pulau Biak Mulai Diidentifikasi

Juli 29, 2026
Sinergi Polri dan Kejaksaan Makin Solid Kapolres Humbahas- Kejari Tekan Komitmen Bersama di Polda Sumut

Sinergi Polri dan Kejaksaan Makin Solid Kapolres Humbahas- Kejari Tekan Komitmen Bersama di Polda Sumut

Juli 28, 2026
Sosialisasi UU ITE di MAN Model Sorong, IJTI Papua-Maluku : Biasakan Berpikir Sebelum Mengetik

Sosialisasi UU ITE di MAN Model Sorong, IJTI Papua-Maluku : Biasakan Berpikir Sebelum Mengetik

Juli 28, 2026
KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

KPK: Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Febrie di Rutan

Juli 28, 2026
Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Kepemiluan

Bawaslu Dorong Mahasiswa Jadi Agen Literasi Digital Kepemiluan

Juli 28, 2026
Gubernur DKI Minta Kasus Bentrokan Matraman Tidak Dikaitkan dengan Isu Identitas

Gubernur DKI Minta Kasus Bentrokan Matraman Tidak Dikaitkan dengan Isu Identitas

Juli 28, 2026
DPD RI Mendorong Kesejahteraan Dosen Swasta di Daerah 3T

DPD RI Mendorong Kesejahteraan Dosen Swasta di Daerah 3T

Juli 28, 2026
Fraksi Gerindra Tolak Penambahan Dua Dinas, Minta Raperda Ditinjau Kembali Demi Kepentingan Humbahas

Fraksi Gerindra Tolak Penambahan Dua Dinas, Minta Raperda Ditinjau Kembali Demi Kepentingan Humbahas

Juli 28, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juli 29, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: Sejarah dan Tema 2020

[Ragam Info]

November 25, 2020
in Ragam Info
0
0
SHARES
47
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Ilustrasi.

Jakarta, SatukanIndonesia.com –  Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan diperingati setiap tanggal 25 November. Pandemi membuat kekerasan terhadap perempuan kian merebak.

Komnas Perempuan mencatat, di Indonesia, perempuan rentan mengalami kekerasan di ranah personal atau kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Riset yang lebih luas dilakukan Yayasan Plan Internasional dan menemukan belasan ribu anak perempuan dari 31 negara, termasuk Indonesia, pernah mengalami kekerasan atau pelecehan daring.

Dalam rangka Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, tahun ini PBB mengangkat tema ‘Orange the World: Fund, Respond, Prevent, Collect!‘. Tema ini sekaligus merangkum upaya untuk menjembatani kesenjangan pendanaan, memastikan layanan penting buat penyintas kekerasan selama pandemi, fokus pada pencegahan dan pengumpulan data demi meningkatkan layanan penyelamatan hidup bagi perempuan dan anak perempuan.

Mengutip dari laman resmi PBB, peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan akan diisi dengan kampanye seperti tahun-tahun sebelumnya yakni ‘16 days of activism‘ atau 16 hari kampanye anti kekerasan terhadap perempuan. Kampanye dimulai 25 November dan berakhir di 10 Desember atau bertepatan dengan Hari HAM Internasional.

Selama 16 hari kampanye, masyarakat akan diingatkan pula akan hari-hari peringatan penting lainnya seperti Hari AIDS Sedunia (1 Desember), Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan (2 Desember), Hari Internasional bagi Penyandang Cacat (3 Desember), Hari Internasional bagi Sukarelawan (5 Desember), Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan (6 Desember), dan Hari HAM Internasional (10 Desember).

Selama peringatan 16 hari ini, rencananya beberapa gedung dan landmark ikonik akan berhias warna oranye. Warna ini menjadi simbol dari seruan untuk membangun masa depan dunia tanpa kekerasan.

Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ini telah diperingati sejak 25 November 1981 silam. Kala itu, hari ini diperingati sebagai ‘hari menentang kekerasan berbasis gender’.

Pada 1979, PBB, melalui Majelis Umum menetapkan Convention of Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW). CEDAW berlaku mulai 3 September 1981 dan diratifikasi oleh lebih dari 100 negara anggota PBB, termasuk Indonesia.

25 November sendiri dipilih untuk menghormati Mirabal bersaudara, tiga orang aktivis politik perempuan dari Republik Dominika. Mereka dibunuh secara brutal pada 1960 atas perintah penguasa saat itu, Rafael Trujillo (1930-1961).

Pada 20 Desember 1993, Sidang Umum mengadopsi CEDAW melalui resolusi 48/104. Hal ini membuka jalan untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Kemudian pada 7 Februari 2000, Sidang Umum mengadopsi resolusi 54/134 dan secara resmi menetapkan 25 November sebagai ‘International Day for the Elimination of Violence Against Women’.

Dengan demikian, tiap tahun, tanggal 25 November dimanfaatkan untuk mengajak dan menyerukan perlawanan terhadap isu kekerasan terhadap perempuan.

Komentar Facebook

Tags: Covid-19Hari Anti Kekerasan Terhadap PerempuanKekerasan terhadap perempuan
ShareTweetSend

Related Posts

Perlindungan Data Pribadi di Dunia Cyber Lemah, Paslon Gubernur Jakarta Nomor 2 Dharma Pongrekun Doakan Paslon Gubernur Nomor 3 Kelak Jadi Presiden

Perlindungan Data Pribadi di Dunia Cyber Lemah, Paslon Gubernur Jakarta Nomor 2 Dharma Pongrekun Doakan Paslon Gubernur Nomor 3 Kelak Jadi Presiden

Oktober 7, 2024
Abdul Makmur Saba, pengusaha ternak ayam petelur dan ayam di kabupaten. Manokwari, Papua Barat//GRW

Kadin Papua Barat Diminta Perjuangan Hak Peternak Ayam Petelur Lokal

Juli 5, 2024
AHY Apresiasi Kerja Semua Era Pemerintah Serta Puji Mega dan SBY

AHY Sebut Banyak yang tak Sadar Jasa Prabowo Selama Masa Pandemi Covid 19

Januari 19, 2024

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Jokowi Perintahkan Menkes Amati Perkembangan

Desember 15, 2023

Dinkes Catat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Bertambah 365

Desember 13, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?